Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF DI RUANG PERAWATAN MAWAR KELAS III RSUD UNDATA PALU. Urbaningrum, Vidya; patade, Agnes erlita distriani; lestari, Katrina febby; Pebriani, Pebriani; Guampe, Ribka Gracia; Thamar, Andi Putri Ayu
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.1979

Abstract

PENDAHULUAN: Hambatan mobilitas fisik adalah hambatan yang secara mandiri dan spesifik membatasi pergerakan fisik satu atau lebih anggota tubuh. Menurunnya mobilitas fisik yang terjadi pada lansia berdampak pada perubahan performa atletik, seperti menurunnya kekuatan dan power otot. Hal ini biasanya disertai dengan perubahan fisik yang terjadi seiring bertambahnya usia, penurunan kinerja otot, kekakuan sendi, dan tremor pada tangan, kepala, dan tangan. Pada pasien dengan hambatan mobilitas fisik dapat ditangani dengan terapi Range Of Motion (ROM). METODE: Kegiatan ini melibatkan pasien dan keluarga di Ruang Perawatan Mawar Kelas III RSUD Undata Palu berjumlah 15 orang dilakukan dengan metode ceramah  dengan menggunakan SAP (satuan acara penyuluhan) dan leflet.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat Desa Kapiroe Dusun I Patade, Agnes Erlita Distriani; Urbaningrum, Vidya; Meliana, Meliana; Sampo, Ilka Silviana Saputri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat adalah isu yang kompleks dan berdampak luas, melibatkan berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan individu dan komunitas secara keseluruhan. Penyakit tidak menular dan infeksi masih menjadi tantangan utama dalam dunia kesehatan, di antara kondisi kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat adalah Hipertensi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Asam Urat. Desa Kapiroe memiliki permasalahan hipertensi yang menjadi perhatian khusus karena tingginya angka kejadian yang dilaporkan. Warga Dusun I terdiri dari 155 KK dengan 490 jumlah jiwa yang terdata. Untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kesehatan yang ditemukan oleh kelompok 6 di Desa Kapiroe Dusun I, dilakukan melalui praktik keperawatan komunitas untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola hidup sehat yang dilakukan oleh Kelompok 6 pada kegiatan yang dilaksanakan pada Tanggal 19-20 Agustus 2024, dengan bentuk pemeriksaan kesehatan (program fisik), komunikasi, iInformasi dan edukasi (program non fisik) serta lahraga (program ekstra) dimana realisasi pelaksnaaan ini 100%. Pelaksanaan kegiatan KKN di Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah berjalan dengan baik atas kerjasama antara Mahasiswa, Pemerintah Desa dan Warga setempat serta Institusi Pendidikan Universitas Widya Nusantara Palu. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Kapiroe Dusun I Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadapi kondisi kesehatan fisik yang dialami.
EDUKASI MOIST WOUND HEALING PADA MASYARAKAT DI DUSUN BATURITI DESA GUNUNG SARI Lestari, Katrina Feby; Irfan, Mohamad; Fadila, Nurul; Sintiawati, Ni Wayan; Anggreni, Ni Gusti Ayu; Sudiari, Ni Made Dwi; Humolungo, Nurlela H.; Walili, Marzelina; Sanjaya, Komang; Dahlan, Maharani M.; Tebisi, Juwita Meldasari; Urbaningrum, Vidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29103

Abstract

Luka adalah rusaknya suatu jaringan serta struktur dan fungsi dari anatomis kulit. Perawatan luka yang tidak tepat dapat membuat proses penyembuhan luka lebih lama karena aliran darah dan suplai O2 ke sekitar luka tidak lancar, sehingga dapat menyebabkan luka menjadi kronik serta meningkatkan resiko infeksi pada area luka. Salah satu bentuk pencegahan infeksi pada luka yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka melalui edukasi metode moist wound healing. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait perawatan luka dengan metode moist wound healing. Metode yang digunakan adalah penyuluhan disertai tanya jawab. Hasil dari 60 sampel didapatkan bahwa sebelum dilakukan edukasi terdapat 20% responden memiliki pengetahuan baik, 57% responden memiliki pengetahuan cukup dan 23% responden memiliki pengetahuan kurang sedangkan setelah edukasi didapatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari responden aktif dan antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan pemateri. Kesimpulan: Edukasi perawatan luka menggunakan metode moist wound healing pada masyarakat di Dusun Baturiti dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih cepat dan mengurangi risiko infeksi.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Jantung melalui Edukasi Kesehatan pada Masyarakat Dewasa di Puskesmas Suka Indah Urbaningrum, Vidya; Jayusman, Muhammad Ifadh Arifqy; Saputra, Suanda; Ermawati, Elistiana Wulan; Arika, Luh Ade Lela; Apina, Apina; Hidayat, Rama Nafil; Yulfa, Yulfa; Nabilameysadin, Sri Rahayu
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i2.1294

Abstract

(1) Background: Health problems that are not caused by infection, especially heart and blood vessel problems, remain the main reason people die and experience medical emergencies in our environment. Because people lack understanding and are not prepared to face critical situations related to the heart, this can result in first treatment being delayed.. (2) Research Objective: This activity aims to assess the effectiveness of health education in increasing knowledge of cardiac emergency preparedness in the adult community in the Suka Indah Community Health Center working area.; (3) Method: Community service activities use a pre-test and post-test design without a control group. Health education is provided through interactive lectures, discussions and video media. Evaluation was carried out using a knowledge questionnaire for 40 respondents before and after education. (4) Results: The pre-test results showed that the majority of respondents had a level of knowledge in the poor category (75%). After being given education, there was an increase in knowledge, shown by the increase in respondents in the good category to 82.5% and there were no more respondents with poor knowledge. (5) Conclusion: Health education is effective in increasing public knowledge regarding cardiac emergency preparedness and can be a promotive-preventive strategy in primary health services.