Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Reaktor

Model Pola Alir Fasa Cair Dalam Reaktor Trickle Bed Dengan Packing Karbon Aktif Mahfud mahfud; F. Husodo
Reaktor Volume 09 No. 02 Desember 2005
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4250.045 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.9.2.73-78

Abstract

Unjuk kerja dari reaktor trickle bed tidak hanya dipengaruhioleh kinetika reaksi, melainkan juga oleh faktor perpindahan massa dan hidroninamikanya. Salah satu faktor hidrodinamika yang penting adalah pola alir dalam reaktor. Penelitian ini bertujuan mempelajari pola alir fasa cair dalam reaktortrickel bed dan memodelkan alirannya untuk berbagai kondisi operasi (laju alir gas dan laju alir cairan). Reaktor trickle bed yang digunakan dalm percobaan ini terdiri dari kolom acrylic yang berdiameter dalam 4,8. 10-2 m dengan tinggi 7.10-2 m dengan menggunakan packing karbon aktif granular (drata-rata = 0,476 cm). Kondisi operasinya adalah laju alir gas  antara 1,33- 2,4. 10-4 m3/s, laju alir cairan antara 1,2-2,37. 10-5 m3/s, tekanan atmosferik dan suhu kamar (29 0C). Metode stimulus response digunakan untuk memperoleh distribusi waktu tinggal  dengan menggunakan laruan NaCl sebagai pelacak yang diinjeksikan secara pulse pada bagian masuk reaktor  dan konsentrasi keluar reaktor diukur dengan menggunakan konduktometer. Kurva distribusi waktu tinggal yang diperoleh  dicocokkan dengan model dispersed plug-flow dan model tanki seri, dengan bilangan disperse (D/μL) dan bilangan tanki (N) sebagai parameter model. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa distribusi  waktu tinggal sangat dipengaruhi oleh laju alir cairan dan sedikit dipengaruhi laju alir gas dalam reaktor. Kedua model menunjukkn kecocokan dengan data percobaan, namun model tanki seri lebih baik. Harga bilangan disperse (D/μL)  yang diperoleh dalam reaktor ini berkisar 0,075-0,104 dan bilangan tanki seri (N) berkisar antara 5,4-7,2; yang menunjukkan bahwa reaktor tersebut tidak berada dalam pola alir ideal (plugflow atau mixedflow). Bilangan disperse menurun secara signifikan dengan meningkatnya laju alir cairan, tetapi sedikit dengan lajualir gas.Kata kunci : reaktor trickle bed, pola alir, disperse plug flow, tanki seri
Absorpsi Gas SO2 dengan Larutan Ca(OH)2 Dalam Reaktor Berpengaduk Mahfud mahfud; A. Mintarto; A. Indriyaswati
Reaktor Volume 07 No. 1 Juni 2003
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3750.458 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.7.1.22-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses absorbs gas SO2 ke dalam larutan Ca(OH)2 dalam reaktor berpengaduk dan untuk mempelajari pengaruh berbagai kondisi operasi pada proses absorbsi SO2  kedalam larutan Ca(OH)2. Penelitian dilakukan dengan mereaksikan gas SO2 dengan larutan Ca(OH)2 dalam reaktor berpengaduk. Reaktor yang digunakan terbuat dari acrylic dengan kapasitas 1000 ml, diameter 10 cm, tinggi 14 cm, dilengkapi dengan 4 buah bafel, dan sebuah pengaduk dengan impeler dished blade turbin. Gas yang digunakan adalah campuran gas SO2   dan udara. Percobaan dilakukan pada suhu kamar (30 0C)  dan tekanan atmosferik serta laju alir 24. 10-6 m3/s dengan variabel percobaan sebagai berikut : ph larutan awal larutan 10-14, kecepatan putaran  pengaduk 550, 780, 1030 rpm. konsentrasi Ca(OH)2 :0,7-2 gr/liter larutan fraksi gas SO2  masuk 1-3%. Hasil penelitian menujukkan bahwa laju absorbs sedikit meningkat dengan kecepatan putar pengaduk dan meningkat secara signifikan  dengan naiknya konsentrasi gas SO2. Perubahan konsentrasi Ca(OH)2 tidak signifikan terhadap perubahan laju absorbs. Data laju absorbs hasil percobaan dibandingkan dengan 2 macam model. Dan hasil perbandingan ini menunjukkan hasil percobaan lebih mendekati padaa model 2, dimana perpindahan massa sisi cair tidak bias diabaikan dan reaksi terjadi pada film liquid atau dengan kata lain perpindahan massa sisi cair yang mengendalikan proses absorbs, dan dari perbandingan laju absorbs model dan laju absorbs eksperiment didapatkan kesalahan rata-rata ±10%.Kata kunci : absorbs, gas SO2 , larutan Ca(OH)2, reaktor berpengaduk