Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tari Rucitawani: Pesona Keanggunan dan Ketegasan Perempuan Sunda dalam Seni Pertunjukan Muhammad Rifky Padilla; Trianti Nugraheni; Saian Badaruddin
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai perempuan yang terkandung dalam Tari Rucitawani, dari segi tekstual maupun kontekstual, Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif, metode deskriptif analisis, dengan pendekatan Etnokoreologi yang dijadikan sebagai grand teori pada penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, dimana hasil dari teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi diolah, sehingga menghasilkan sebuah temuan dan analisis hasil serta pembahasan yang logis. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya Tari Rucitawani memiliki kebaruan yang terletak pada representasi maskulinitas perempuan, berbeda dengan karakter tarian tradisional Sunda lainnya yang biasa menonjolkan kelembutan dan keanggunan perempuan. Tari Rucitawani memiliki delapan gerak inti, lima gesture, dan tiga locomotor. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan dalam Tari Rucitawani didominasi nilai-nilai keanggunan dan ketegasan perempuan Sunda, yang dijadikan sebagai gambaran bahwa perempuan memiliki ketegasan dalam bertindak dan keberanian dalam menghadapi persoalan hidup. Tari ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya bisa berperilaku Anggun dan lembut, tetapi juga bisa menjadi sosok yang penuh kekuatan dan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dalam budaya Sunda melalui seni tari, serta memberikan wawasan baru mengenai peran perempuan yang lebih kuat dan berani dalam masyarakat.
Android-Based Cikeruhan Dance Multimedia to Improve Students' Self-Directed Learning Badaruddin, Saian; masunah, Juju; Nugraheni, Trianti; Ganda Prawira, Nanang; Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i4.2397

Abstract

This research aims to develop an Android-based digital module for Cikeruhan Dance that can enhance students' self-directed learning (SDL) abilities. Cikeruhan Dance, as part of the Sundanese folk dance tradition, has the potential to be used as an interesting and relevant learning material for university students and school pupils, especially in the context of dance education. The research method employed is Research and Development (RD), utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The module development process involves analyzing students' needs for interactive and easily accessible dance learning materials, followed by designing a module that includes History, Movement Structure, Makeup and Costume, as well as video tutorials and quizzes for evaluation. Data collection techniques include observation, interviews, and literature studies to analyze needs and identify novelties, ensuring that the development aligns with student requirements. Triangulation analysis is then applied to ensure the collection of relevant and balanced data. A limited trial was conducted with dance education students. The results of the small group trial showed an effectiveness of 85.07%, while the large group trial showed an effectiveness of 87.91%. The difference occurred because the large group already had prior knowledge of the material. This module is considered highly valid with an attractive design, communicative language, and visual elements that support learning. The use of the Android-based module facilitates access and increases motivation and independence among students in learning Cikeruhan Dance.
TARI TOKECANG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Aprilianty, Tiffany Shinta; Kasmahidayat, Yuliawan; Badaruddin, Saian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64626

Abstract

Kurangnya Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi permasalahan sosial yang terjadi di masa kini, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan teknologi modern seperti gadget yang berlebihan yang berpotensi menghambat perkembangan karakter sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan empati. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa terdapat anak yang kurang bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter anak dan untuk memahami alasan serta dampak penggunaan Tari Tokecang terhadap pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis data deskriptif yang dilakukan dalam tujuh pertemuan dengan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan orang tua serta siswa yang menjadi sampel penelitian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang diamati selama penelitian, dimana adanya peningkatan dalam hal disiplin, kerjasama, dan kepercayaan diri pada anak, kemudian keterlibatan aktif dalam kegiatan tari membantu anak-anak untuk memahami pentingnya kerja tim dan menghargai peran masing-masing individu dalam kelompok, anak juga belajar untuk mengelola emosi dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Tari Tokecang dengan pendekatan inklusif dan interaktif memililiki peranan yang signifikan dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Desa Cibogo, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
MODEL INQUIRY BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Badaruddin, Saian; Firdaus, Inke
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Inquiry Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran tari. Penilaian dalam penelitian ini berfokus pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desian one-group pre-test post-test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif. Teknis analais data mencakup uji normalitas untuk memastikan data pretes dan posttest berdistribusi normal serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk mengukur efektivitas model pembelajaran Inquiry Based Learning. Hasil pengujian data di lapangan menunjukkan peningkatan aspek kognitif yang signifikan, dengan peningkatan skor rata-rata pre-test sebesar 50,25 menjadi 84,5 pada post-test. Untuk mengukur signifikansi peningkatan tersebut, dilakukan uji-t dengan Nilai Signifikansi (p-value): <0.001 jauh lebih kecil dari 0.05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diterapkannya model pembelajaran pembelajaran Inquiry Based Learning. Selain meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik, model ini juga menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan partisipatif.
Tari Geboy Kembang Buruan di Sanggar Cantika Kabupaten Bandung Rahayu, Sesi Febi; Narawati, Tati; Badaruddin, Saian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i2.66655

Abstract

This study aims to describe and analyze the Geboy Kembang Buruan dance in order to reveal the uniqueness and cultural identity embedded within it. Using a qualitative paradigm with an ethnochoreological approach and descriptive-analytical method, data were collected through observation, interviews, literature review, and documentation. The analysis was conducted using triangulation techniques to obtain a comprehensive understanding of the dance, not only from its aesthetic aspects but also its embedded character values.The results show that textually, this dance consists of nine movement variations, dominated by four gesture movements, four locomotor movements, and three pure movements. Contextually, the dance reflects character traits such as joy and cheerfulness. Geboy Kembang Buruan is categorized as a new creation of Jaipongan dance, representing the emotional and physical journey of a young girl during puberty, with themes of growth, transformation, and the search for identity.This research is expected to enrich the documentation of traditional West Javanese dance arts and contribute to cultural preservation through education, art festivals, and academic studies in the fields of dance and culture.
Kajian Etnokoreologi Tari Krincing Jagat di Sanggar Seni Way Talatah Subang Maryani, Dian; Narawati, Tati; Badaruddin, Saian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i2.69562

Abstract

Krincing Jagat Dance is a new form of creative dance inspired by the traditional art of Sisingaan from Subang, West Java. This dance was created by Sigit Febrianto at Sanggar Waytalatah Subang as an effort to preserve local culture with an innovative touch to remain relevant amidst the development of the times. This study aims to describe the text and context of Krincing JagatDance through ethnochoreology studies. Textually, Krincing Jagat Dance combines elements of movement, music, and dance properties such as krincing (small bells) to form a dynamic and expressive dance composition. There are 22 movements that can be divided into 3 parts of movement composition, namely gesture, locomotor and pure movement. This study uses an Ethnochoreology approach which is used as a Grand theory, using a descriptive analysis method and using a qualitative paradigm. Data were obtained through direct observation at the Waytalatah Art Studio, interviews with the dance creators, and documentation of the Krincing JagatDance. The results of the study indicate that the Krincing JagatDance not only maintains the aesthetic values ​​of the Sisingaan tradition, but also brings a new spirit through freer and rhythmic choreography, without leaving behind local identity.
Citra Perempuan Sunda pada Tari Karawitan Istri Cantika, Anindyajati; Narawati, Tati; Badaruddin , Saian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i2.69563

Abstract

This study aims to describe the image of Sundanese women as portrayed in the Tari Karawitan Istri (Women’s Karawitan Dance), a choreographic work by R. Sambas Wirakoesoemah in 1925. Tari Karawitan Istri is one of the classical Sundanese dances that has survived to this day, serving as a reflection of cultural values and the image of Sundanese women in its time. A qualitative research paradigm was employed using an ethnokoreological approach, applying stages such as dance structuralization, description, categorization, analysis, textual and contextual synthesis, and interpretation. Data were collected through observation, interviews, literature review, and documentation studies. Data analysis was conducted using triangulation to obtain a more accurate understanding of the dance. Textual findings reveal that the choreography of Tari Karawitan Istri consists of sixteen basic movement patterns, two locomotion movements, sixteen pure movements, and three gestures. The movements are characterized by lightness, slowness, and precision, which signify calmness, carefulness, and self control qualities that reflect the ideal character of Sundanese women as gentle and civilized figures. Contextually, this dance illustrates the image of Sundanese women during that era, who embodied refined behavior and upheld politeness as a core cultural value. The dance affirms that Sundanese women are not weak figures, but rather play a central role as educators and preservers of cultural values for future generations.
Kukupu Dance Learning Innovation: Using Pop-Up Book Media to Improve Elementary School Students' Knowledge Amelia, Mesa; Sunaryo, Ayo; Badaruddin, Saian; Anizaim, Aimi Nabila
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 5, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v5i2.92012

Abstract

This study examines the effectiveness of using pop-up books in learning the Kukupu dance as an effort to improve dance knowledge in elementary school students. The Kukupu dance, which is part of cultural heritage, requires a deep understanding of movement techniques and the accompanying cultural context. The use of pop-up books as a learning medium was chosen because of its advantages in presenting information visually and interactively, making it easier for students to understand complex concepts. The research methodology involved designing pop-up books that integrate key elements of the Kukupu dance, such as movements, costumes, and cultural background, and implementing them in classroom learning activities. The research subjects consisted of fourth and fifth grade elementary school students, with the evaluation process carried out through observation, interviews, and knowledge tests before and after the media application. The analysis results showed that the use of pop-up books significantly improved students' dance knowledge, with a clear increase in understanding of movement techniques, costumes, and the cultural context of the Kukupu dance. These findings confirm the potential of pop-up books as an effective tool in dance learning, offering an innovative alternative to increase student engagement and understanding at the elementary school level.