Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN BARU INTERIOR APARTEMEN DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK Rani, Ni Made Wulan Sasmitha; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Siregar, Fernando Septony
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki jumlahpenduduk yang cukup tinggi. Menurut Fitri, Rachmawati, & Haristianti (2020), banyakorang berdatangan ke kota Bandung dengan berbagai alasan yang menyangkutpeningkatan motivasi fisik/psikologis hingga kesehatan, kenyamanan serta relaksasi.Berdasarkan data dari Dukcapil Kemendagri pada tahun 2021 tercatat bahwa jumlahpenduduk di Kota Bandung mencapai sekitar 2.530.000 Jiwa, yang artinya denganwilayahnya yang seluas 166,59 km2, kepadatan penduduk di Kota Bandung pun mencapai15.170 jiwa/km2 nya. Namun tingginya tingkat kepadatan penduduk di Kota Bandungmengakibatkan semakin terbatasnya lahan yang dapat dipergunakan sebagai areapemukiman/hunian sehingga apartemen pun mulai dibangun sebagai pengganti darirumah tinggal. Hasil dari perancangan ini yaitu perancangan apartemen yang menerapkandesain hijau /dipengaruhi unsur alam pada elemen interiornya yang mampu memberikanketenangan, kenyamanan, dan relaksasi kepada penggunanya. Melalui perancangan ini,diharapkan dapat menghasilkan desain yang memberikan dampak positif terhadappenggunanya untuk membantu gaya hidup sehat secara langsung maupun tidak langsungmelalui desain yang ramah lingkungan (sustain) serta mampu memberikan daya tariktersendiri untuk bersaing dengan bangunan vertikal lainnya di Kota Bandung.Kata kunci: Apartemen, Desain Biofilik, Pola Hidup Sehat, Interior
PERANCANGAN BARU RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KELAS C DI MAJALENGKA DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK Salsaqilah, Arifah Putri; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Siregar, Fernando Septony
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan informasi dari BPS Majalengka, tahun 2022 tercatat kelahiran berjumlah 21.065 pertahun atau setara 57 jiwa perhari. Di Majalengka sendiri baru ada satu Rumah Sakit Ibu dan Anak, yaitu RSIA Livasya yang bertipe kelas C dengan 49 tempat tidur. Dilihat dari perbandingan jumlah tempat tidur RSIA Livasya dengan jumlah kelahiran, dinyatakan bahwa RSIA di Majalengka masih kurang jumlahnya. Juga berdasarkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Majalengka, disebutkan bahwa ada rencana penambahan fasilitas khusus Ibu dan Anak di daerah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, kemudian dipilihlah perancangan RSIA ini, dimana untuk studi lebih lanjut dilakukankan beberapa riset seperti survei lapangan, wawancara, kuesioner, studi banding, studi literatur, dan studi preseden. Hasil dari perancangan ini adalah mewujudkan RSIA yang tidak hanya menyediakan fasilitas kesehatan, namun juga fasilitas penunjang seperti area tunggu yang nyaman dan tidak membosankan, serta area perawatan yang memiliki fasilitas yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dapat membantu pemulihan pasien. Juga penyediaan bukaan agar penghawaan alami bisa masuk dengan baik, dan adanya area hijau untuk membantu memberikan ketenangan, serta mewujudkan penempatan papan tanda arah dan informasi yang baik. Perancangan ini dilakukan dengan pendekatan desain Biofilik untuk memberikan ketenangan, mengurangi stress, dan menciptakan lingkungan sehat untuk mendukung kesejahteraan pasien.Kata kunci : Rumah Sakit Ibu dan Anak, Desain Biofilik, Nyaman, Tidak membosankan, Kekurangan fasilitas, Penghawaan, Ketenangan.
PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH MOBIL DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN TEKNOLOGI Mufti, Nada Setia; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Akhmadi, Akhmadi
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum adalah suatu lembaga yang menyimpan, melindungi, memanfaatkan, mengembangkan, mengkomunikasikan, memamerkan barang bersejarah, baik hasil budaya, manusia dan lingkungannya, yang tidak mencari keuntungan, dan melayani masyarakat. Banyaknya komunitas mobil di Kota Bandung yang membutuhkan tempat sebagai sarana kumpul dan juga sebagai tempat mengadakan acara komunnitas mobil, baik nasional maupun internasional maka dibutuhkan tempat sebagai fasilitas komunitas dan juga sebagai tempat edukasi serta reksreasi yang dapat di kunjungi oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi edukasi mengenai sejarah mobil di Indonesi, Hasil dari studi banding yang telah dilakukan didapatkan permasalahan yang ada di museum transportasi, diantaranya banyaknya arah sirkulasi pada museum sehingga alur museum belum jelas, penyampaian informasi benda koleksi tidak merata serta display yang kurang optimal. Karena hal tersebut memberikan dampak terhadap eksistensi museum sejarah yang jarang di minati dan dikunjungi oleh masyarakat, oleh karena itu perancangan Museum Sejarah Mobil Di Kota Bandung ini akan memfokuskan kepada system sirkulasi dan sisitem display. Untuk menunjang system display yang dapat memberikan pengalaman baru dalam edukasi dan penyamapaian informasi dengan penerapan teknologi pada museum.Kata kunci : Museum, Teknologi, Display, Sirkulasi
PERANCANGAN ULANG INTERIOR GEDUNG FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC Wigati, Ayu Ramadianti Retno; Akhmadi, Akhmadi; Hapsoro, Agustinus Nur Arief
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi menurut UU RI No 22 Tahun 1961 berbunyi <Perguruan tinggiadalah lembaga ilmiah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di atas perguruan tingkat menengah, dan yang memberikan pendidikan dan pengajaran berlandaskan kebudayaan kebangsaan Indonesia dan dengan cara ilmiah.=.Pada salah satu fakultas Universitas Jenderal Achmad Yani, yaitu Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan merupakan fakultas kesehatan yang dimana memiliki tujuan bahwa lulusannya akan menjadi orang-orang yang mengabdikan kepada masyarakat dengan berkontribusi langsung dalam menjadikan masyarakat Indonesia menjadi sehat dengan menjadi tenaga-tenaga kesehatan yang bertanggung jawab. Merujuk dari data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dalam setiap periode UKOM yang diselenggarakan, terdapat setidaknya 20.000 mahasiswa jurusan kesehatan yang tidak berhasil wisuda yang dijelaskan bahwa salah satu penyebabnya merupakan <mahasiswa belum sepenuhnyamenguasai materi yang dikarenakan lingkungan belajar yang kurang mendukung=. Olehkarena itu, perancangan ulang FITKes menggunakan konsep biophilic design menjadi ide penulis dalam melakukan perancangan ulang. Dengan menggunakan konsep biophilic design pada FITKes, diharapkan para pengguna ruangan dapat belajar dan bekerja dengan lebih fokus dan tenang namun tetap santai, dapat meningkatkan kenyamanan fisik dan mental manusia dengan menghadirkan hubungan positif antara manusia dan alam, meningkatkan motivasi, meminimalisir stres, mengoptimalkan fungsi ruang serta memenuhi kebutuhan fasilitas pengguna ruang.Kata kunci: perancangan ulang, interior, biophilic design, mengurangi stress, santai, tenang
PERANCANGAN ULANG RUMAH SAKIT MATA DR. YAP YOGYAKARTA KELAS B DENGAN PENDEKATAN INTERIOR RAMAH LINGKUNGAN Arnita, Leandro Krista; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Budiono, Irwana Zulfia
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Mata Dr. Yap merupakan Rumah Sakit Mata tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1923. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan kasus penyakit mata tertinggi di Indonesia. Namun, hingga saat ini Daerah Istimewa Yogyakarta hanya memiliki satu Rumah Sakit Mata sehingga untuk memenuhi pelayanan terhadap pasiennya Rumah Sakit Mata Dr. Yap perlu untuk terus meningkatkan fasilitas pelayanan salah satunya dengan menambahkan layanan operasi lasik. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut perlu diadakan perancangan ulang pada Rumah Sakit Mata Dr. Yap dengan menerapkan pendekatan interior ramah lingkungan. Perancangan ulang ini bertujuan untuk memberikan solusi dari permasalahan Rumah Sakit Mata yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang, penempatan tata tanda, serta penghawaan dan pencahayaan melalui pendekatan interior ramah lingkungan dengan menerapkan konsep pengembangan lahan, efisiensi dan konservasi energi, pemilihan material serta kesehatan dan kenyaman lingkungan guna mewujudkan interior Rumah Sakit Mata yang adaptif dan informatif sehingga kegiatan pelayanan dapat berjalan secara efektif tanpa membahayakan lingkungannya.Kata kunci: Rumah Sakit Mata, Pendekatan Interior Ramah Lingkungan, Layanan
PERANCANGAN BARU GEDUNG PUSAT SENI DAN KEBUDAYAAN DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN BUDAYA Supriyatna, Haifa Nabila Otentia; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Gedung Pusat Seni dan Kebudayaan Sunda di Kota Bandungdilatarbelakangi oleh kebutuhan akan fasilitas seni budaya terintegrasi yang mampumengakomodasi komunitas seni yang selama ini belum terwadahi secara optimal,sekaligus menciptakan suasana kebudayaan Sunda melalui elemen tradisional yangmendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Bandung. Hasil observasilapangan dan studi banding ke Gedung Budaya Sabilulungan, Padepokan Seni MayangSunda, dan Gedung Rumentang Siang menunjukkan adanya kebutuhan akan ruangkomunitas, terutama bagi komunitas tari, bela diri, dan musik tradisional serta programkegiatan dan penerapan elemen tradisional Sunda. Dalam perancangan pendekatanBudaya Sunda diterapkan sebagai inovasi melalui penciptaan suasana ruang yang selarasdengan nilai-nilai budaya Sunda, yang terinspirasi dari filosofi ‘Tri Tangtu Buana’. Temaperancangan ini mengadaptasi nilai-nilai arsitektur tradisional Sunda yang dielaborasikandengan perancangan Pusat Seni dan Kebudayaan Sunda untuk mengoptimalkan fungsiruang sekaligus menjadi sarana yang merepresentasikan dan menyampaikan nilai-nilaibudaya Sunda secara utuh.Kata kunci: seni dan budaya Sunda, pusat seni, arsitektur tradisional, Tri Tangtu Buana,Kota Bandung
PERANCANGAN RAWAT INAP TIPE B DAN POLIKLINIK TIPE 3 RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK Perkasa, Ciputra Tegar; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Yunianti, Arnanti Primiana
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam fenomena yang terkait dengan PERPRES No.59 tahun 2024 yangmenyangkut tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). PERPRES itu mengamanatkanpelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan berlaku Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yangberisikan 12 Aspek Faktanya dalam peralihan PERPRES No. 59 tahun 2024 di RSUD dr.Soeselo, dan ditemukan permasalahan di seƟap ruang rawat inap khususnya di gedungMawar seperƟ seƟap ruang rawat inap belum menyesuaian regulasi Kelas Rawat InapStandar BPJS tahun 2024 yang terdapat pada Gedung dan peraturan tentang 12 aspek inimenyangkut di ruangan gedung lain non inap yang terkhususnya pada Poliklinik. Tujuanperancangan interior ruang rawat inap gedung mawar dan poliklinik RSUD dr. Soeselo ialahdapat memaksimalkan tata letak bangsal tempat Ɵdur pasien agar dapat membantuproses penyembuhan terhadap pasien. Perancangan dilakukan dengan metode observasilangsung, studi literatur, dokumentasi dan wawancara. Perancangan Rumah sakit inimenggunakan pendekatan BioĮlik ini dengan konsep “Healing with Natural Aspects”dengan Tujuan yang diinginkan adalah proses penyembuhan pasien dengan menyertakanalam yang merupakan Įtur hijau sebagai komponen pembantu dalam penyembuhandengan bioĮlik sebagai treatmentnya, Melalui perancangan ini, diharapkan fasilitaskesehatan yang ideal untuk user didalamnya dapat terealisasi sesuai dengan KRIS BPJSyang terbaru. Lebih lanjut, peneliƟan ini diharapkan dapat menjadi sumber yang baru bagipara perancang interior lainnya, organisasi kesehatan, serta memberikan manfaat bagimasyarakat luas.Kata Kunci : Rumah Sakit, RSUD dr. Soeselo, Rawat Inap, Poliklinik, BioĮlik.
PERANCANGAN ULANG GEREJA SANTA THERESIA JAMBI DENGAN PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL JAMBI Irene , Cecilia; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja Katolik masa kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,tetapi juga sebagai ruang komunitas yang memenuhi kebutuhan rohani dan jasmaniumatnya. Hal ini menjadi penting bagi Gereja Santa Theresia Jambi yang melayanilebih dari 7.000 umat, sementara kapasitas bangunannya hanya menampung 750orang. Pertumbuhan jumlah umat, meningkatnya aktivitas kategorial, serta buruknyakualitas akustik menunjukkan perlunya dilakukan perancangan ulang gereja.Renovasi gereja tidak hanya ditujukan untuk perbaikan fisik dan kapasitas, tetapi jugasebagai upaya memperkuat citra dan Gereja melalui kearifan lokal. Konteks kearifanlokal Jambi memiliki keterkaitan erat dengan kearifan lokal Jawa, yang tercermin darisejarah, bahasa, kesenian batik, hingga situs Candi Muaro Jambi. Hal ini turutmemengaruhi desain awal Gereja Santa Theresia Jambi yang banyak mengadopsiunsur kearifan lokal Jawa. Namun, seiring pertumbuhan umat lokal Jambi, munculkebutuhan untuk merancang ulang Gereja dengan pendekatan yang sesuai arahanKonsili Vatikan II, pendekatan kearifan lokal, yang diperbolehkan selama tidakbertentangan dengan nilai iman Katolik. Perancangan ulang dilakukan dengan tetapmempertahankan kearifan lokal Jawa yang sudah melekat, sekaligus menghadirkanelemen kearifan lokal Jambi secara harmonis.Kata kunci: Gereja Katolik, kearifan lokal, Jambi, Jawa
PERANCANGAN ULANG HOTEL ATLANTIC CITY BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CITRA PERUSAHAAN Junita, Delsa Rezna; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Nanda, Rexha Septine Faril
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandung adalah kota di Indonesia dengan potensi wisata dan bisnis signifikan,menarik wisatawan internasional maupun domestik. Dikenal karena kreativitas daninovasinya. Bandung unggul dalam berbagai sektor, termasuk industri kreatif,teknologi, dan pariwisata. Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung menjadipusat kegiatan ekonomi, politik, dan budaya. Berdasarkan data Badan PusatStatisitik (BPS) Kota Bandung, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,07% padatahun 2023 namun menurun menjadi 4,99% pada 2024 akibat penurunan jumlahwisatawan yang memengaruhi pendapatan sektor perhotelan dan pariwisata. HotelAtlantic City Bandung, hotel bisnis biintang 3 di Pasir Kaliki No.126, menghadapitantangan mempertahakan sekaligus menningkatkan daya tariknya. Hotel ini perlumemperbaiki pelayanan, terutama fasilitas dan daya tarik, untuk menjagakepuasan dan loyalitas tamu. Perancangan ulang bertujuan menciptakan desaininterior yang mencerminkan nilai, visi dan misi hotel, mengimplementasikan solusiakustik, serta menyediakan fasilitas lengkap sesuai standar bintang 3.Kata kunci : Bandung; Pariwisata; Hotel Bisnis; Citra Merek; Kepuasan Pelanggan
Perancangan Ulang Kantor Keuskupan Bandung dengan Pendekatan Religius Lisan, Venesia Geraldine; Hapsoro, Agustinus Nur Arief; Nabila, Ganesha Puspa
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Keuskupan Bandung merupakan pusat administrasi dan pastoral yangberlokasi di Jalan Moh. Ramdan, Kota Bandung. Dengan luas 12.000 meter persegi danfasilitas penginapan untuk tamu-tamu klerus dan komunitas luar kota, kantor ini tidakhanya menjalankan fungsi administratif tetapi juga menjadi ruang aktivitas lintaskomunitas. Namun, sejumlah permasalahan teridentifikasi, antara lain beberaparuang memiliki intensitas penggunaan yang berbeda seperti ruang Uskup dan ruangruang pertemuan, tidak tersedia ruang pendukung seperti ruang P3K dan laktasi dan perlu penyesuaian konfigurasi dan suasana ruang dan aktivitas untuk atrium iman anak.Perancangan ulang kantor ini bertujuan untuk menciptakan ruang kerja dan ruanglintas komunitas yang lebih sehat, efisien, dan inklusif dengan pendekatan desain yangmengintegrasikan nilai spiritual Keuskupan Bandung, yaitu “Silih Asih” yang sejalandengan nilai dan ajaran agama Katolik. Konsep ini diharapkan menghadirkan ruangyang tidak hanya fungsional, tetapi juga merefleksikan semangat kasih, pelayanan, danketerbukaan terhadap semua pengunjung. Dengan memperhatikan kebutuhan fisik,emosional, dan spiritual pengguna, baik dari sisi pengunjung maupun karyawan kantor. Kata kunci: Kantor keuskupan, Katolik, Ruang Komunitas