Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Adaptation of Iron Craftsmen during the Pandemic in Bintau Village, West Passi District, Kab. BolaangMongondow Mokodongan, Safrial; Salem, Veronike E.T; Santie, Yoseph D.A
ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL) Vol. 2 No. 2 (2025): (JANUARY) ETIC (EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/5t9r1a12

Abstract

The problem in this research is to look at the adaptation of iron craftsmen in Bintau village during the pandemic with a problem focus, namely how iron craftsmen can adapt during the pandemic in meeting the economic needs of their families using qualitative research methods with interview and observation data collection techniques. What was found were several adaptation efforts made by dangdut music workers, namely, first, by continuing to sell during the pandemic using minimal communication media and not selling widely on social media because permission was constrained and if they posted they would be banned or blocked because they were considered dangerous posts, and secondly, in order to meet their family's needs, they have to work side jobs processing their agricultural products.
Makna Ukiran Pada Rumah Adat Tongkonan dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Toraja di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja Nita, Nita; Salem, Veronike E.T; Sidik, Sangputri
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/xa42ex08

Abstract

Suku toraja merupakan suku yang memiliki karakteristik yang menjadikan suku ini unik yaitu dari upacara keagamaan, tarian tradisional, baju adat, makanan khas, bahasa, dan rumah adat yaitu tongkonan. Dan yang lebih unik dari antara itu yang paling unik adalah rumah adat selain karena bentuk di rumah adat Tongkonan ini terdapat ukiran yang hampir memenuhi seluruh sisi rumah. Ukiran ini sangat berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat Toraja.ada empat ukiran utama pada rumah Tongkonan yaitu passura’ pa’manuk londong, passura’ pa’bare allo, passura pa’tedong dan passura’ pa’sussu’. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna ukiran pada rumah adat Tongkonan di Desa Sillanan Kabupaten Tana Toraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik Observasi, Dokumentasi, dan Wawancara. Sumber data penelitian ialah dari Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, dan beberapa masyarakat di Desa Sillanan. Hasil penelitian ini membahas tentang makna ukiran pa’ tedong bagi kehidupan sosial masyarakat Toraja yaitu sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan dan juga merupakan suatu ikon yang menarik yang digunakan sebagai persembahan atau pengorbanan yang diberikan dalam upacara Rambu Solo’ sebagai standar status sosial. Yang dimana ini menunjukkan bahwa masyarakat Toraja sangat menjaga dan menghargai kerbau sebagai hewan sakral.
Perilaku Konsumsi Alkohol pada Remaja Pria di Desa Panjo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso Yokom, Sandy J. P; Santie, Yoseph D.A; Salem, Veronike E.T
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/hy5r2v37

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan tentang perilaku konsumsi alkhol pada remaja pria di desa Panjo dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan Teknik onservasi serta wawancara maka hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu Perilaku mengkonsumsi minuman beralkhol pada remaja di desa Panjo kecamatan Pamona selatan merupakan kebiasaan yang mereka tiru dari kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat desa Panjo pada umumnya dimana minuman beralkhol dengan mudah di jumpai dan dibeli di desa Panjo. Masyarakat menjual minuman ini sebagai mata pencaharian mereka namun Sebagian remaja memanfaatkan ini dengan membeli dan mengkonsumi padahal minuman ini hanya boleh di konsumsi oleh orang dewasa dan biasanya ketika ada kegiatan gorong royong atau acara adat yang dilakukan oleh masyarakat setempat dan tidak di anjurkan untuk di konsumsi anak-anak usia remaja.
Lunturnya Kebudayaan Masamper pada Kalangan Remaja di Kelurahan Paniki Kecamatan Siau Barat Kemba, Welson; Salem, Veronike E.T; Hamsah, Hamsah
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/amrk7s82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelestarian kebudayaan Masamper dan merumuskan strategi pelestarian yang efektif. Masamper merupakan kesenian tradisional yang memiliki nilai etika, moral, dan agama serta berfungsi sebagai media komunikasi melalui nyanyian, namun mengalami penurunan minat di kalangan remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terhadap masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kebudayaan Masamper. Wawancara dilakukan untuk memahami perspektif masyarakat tentang kondisi kebudayaan ini dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya penanaman budaya sejak dini dan pengaruh budaya luar yang lebih modern menjadi faktor utama penurunan minat terhadap Masamper. Untuk pelestarian, penelitian merekomendasikan pemanfaatan media sosial dengan konten menarik, adaptasi lagu populer masa kini menjadi versi Masamper, dan kolaborasi dengan musik modern. Strategi ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda dan memastikan kebudayaan Masamper tetap hidup di tengah globalisasi.
Makna Tradisi Mabarissa Bagi Masyarakat Desa Mala Kec, Melonguane Kab. Kepulauan Talaud (Studi Eksploratif) Wangkanusa, Seltia Marta; Salem, Veronike E.T; Santie, Yoseph DA
Balimau: Jurnal Budaya Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): (July) Balimau: Jurnal Budaya Lokal
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/k39j9k08

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna tradisi Mabarissa “ Bergoyang di jalan Bersama-sama” merupakan salah satu tradisi yang sampai saat ini masih dilakukan di desa Mala Kecamatan Melonguane Timur. Kegiatan yang dilakukan setiap bulan Desember dan acara Tahun Baru ini masih eksis keberadaannya karena dianggap sangat meramaikan suasana yang ada di desa dimana berkumpulnya saudara bersauara untuk memeriahkan natal dan tahun baru khususnya di desa Mala.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Tradisi ini merupakan sesuatu hal yang sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Talaud khususnya masyarakat desa Mala. makna dari Mabarissa ini lebih kepada kesenian dalam kebersamaan.