Sistem informasi layanan publik di Desa Kelau, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, masih beroperasi secara terpisah (silo system) sehingga menimbulkan duplikasi data, inkonsistensi informasi, dan keterlambatan pelayanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan sistem integrasi berbasis Application Programming Interface (API) untuk mewujudkan layanan publik terpadu yang efisien, akurat, dan real-time. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) berbasis pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) model Agile, yang dikombinasikan dengan pelatihan dan pendampingan teknis kepada aparatur desa. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan (Februari 2025) dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari aparatur desa, operator sistem, dan pemangku kebijakan. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan tiga modul layanan utama: administrasi kependudukan, pengelolaan surat menyurat, dan pelaporan pembangunan desa. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan rata-rata waktu proses layanan sebesar 64,7% (dari 18,4 menit menjadi 6,5 menit), peningkatan konsistensi data lintas modul sebesar 89,3%, serta peningkatan kompetensi teknis peserta dalam penggunaan sistem terintegrasi sebesar 78,2%. Program ini menghasilkan model arsitektur API gateway yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Lampung Selatan dalam mendukung transformasi digital layanan publik.