Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Economics and Digital Business Review

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Financial Technolgy, BI7DRR, dan Perubahan Harga Terhadap Nilai Transaksi Uang Elektronik Sebagai Representasi Inklusi Keuangan di Indonesia Febryanti, Silviana; Yohan; Ahlis, Mohamad; Rahman, Failur; Taqwa, Edhi
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan jumlah instrumen uang elektronik, BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), dan perubahan harga melalui Indeks Harga Konsumen (IHK) terhadap pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik sebagai representasi inklusi keuangan di Indonesia. Pertumbuhan instrumen uang elektronik menggambarkan tingkat adopsi teknologi finansial masyarakat, BI7DRR mencerminkan kebijakan moneter Bank Indonesia dalam mengendalikan likuiditas dan suku bunga acuan, sedangkan IHK merefleksikan tingkat inflasi atau perubahan harga barang dan jasa. Pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi digital dan perluasan inklusi keuangan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun serempak. Data yang digunakan merupakan data sekunder bulanan periode Januari 2014 hingga Desember 2024 yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pertumbuhan jumlah instrumen uang elektronik berpengaruh positif tetapi tidak signifikan, BI7DRR berpengaruh negatif dan tidak signifikan, serta perubahan harga melalui IHK berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik. Namun, secara serempak, ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik sebagai representasi inklusi keuangan di Indonesia. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan variabel yang dianalisis sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain, seperti tingkat literasi keuangan dan perkembangan layanan digital perbankan, agar hasil analisis menjadi lebih komprehensif.
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Retribusi Pasar Mingguan Kota Palu Dermawan, Bintang; Mangun, Nudiatulhuda; Lutfi, Muhtar; Yohan; DJ Achmad, Nuryana Haprin
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan daerah, satu diantaranya berasal dari retribusi pasar mingguan. Potensi pasar mingguan Kota Palu cukup besar, namun kontribusinya terhadap PAD belum optimal karena rendahnya kepatuhan pedagang, lemahnya sistem pemungutan, serta keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan retribusi pasar mingguan, mengidentifikasi kendala utama, dan merumuskan strategi peningkatan PAD. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis SWOT, melalui data sekunder dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama pasar mingguan terletak pada lokasi strategis, jumlah pedagang yang cukup besar, dan tarif retribusi yang terjangkau. Sementara kelemahan muncul pada aspek sarana prasarana, transparansi pemungutan, dan belum adanya digitalisasi. Peluang pengembangan pasar masih terbuka lebar melalui dukungan pemerintah, penerapan e-retribusi, serta potensi wisata belanja lokal. Namun, ancaman eksternal berupa persaingan pasar modern, rendahnya minat generasi muda menjadi pedagang, dan faktor lingkungan tetap perlu diantisipasi. Rekomendasi utama penelitian ini adalah peningkatan fasilitas pasar, digitalisasi sistem retribusi, serta penguatan promosi dan pengawasan, agar pasar mingguan di Kota Palu mampu menjadi sumber PAD yang lebih produktif dan berkelanjutan.