Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

SOCIALIZATION OF THE USE OF THE CANVA APPLICATION AS A HEALTH PROMOTION MEDIA AT RSIA DR. HJ. KARMINI TASIKMALAYA CITY Prabowo, Tony; Junaedi, Fadil Ahmad; Hermawan, Randy
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v5i1.1293

Abstract

In today's increasingly advanced digital era, digital media is an effective means of conveying information to the public. One very popular application for creating graphic designs is Canva. Canva is a platform that allows users to create visually appealing and professional designs without the need to have deep design skills. In the context of hospitals, Canva can be used as a tool to create health promotion materials in hospitals that are attractive and easy to understand such as creating posters, flyers, brochures, infographics, so as to convey important messages about health to public patients. The purpose of this socialization is to explain the targets that can be used in health promotion, introduce the Canva application in health promotion and determine social media that will be used as health promotion media. The method used is the method by giving lectures and discussions on increasing health promotion knowledge in hospitals. Thus, the results of health promotion efforts at RSIA dr. Hj. Karmini can be one of the effective strategies in improving overall public health so that social media can play an important role in promoting hospitals by utilizing platforms such as Facebook, Instagram, and Tiktok.Keywords: Socialization, Promotion, Canva, Social Media.
KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI KLINIK AZRA KOTA TASIKMALAYA Prabowo, Tony; Junaedi, Fadil Ahmad
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1290

Abstract

Kepuasan menjadi salah satu indikator yang sangat penting dalam suatu pelayanan kesehatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat. Klinik merupakan pelayanan kesehatan primer untuk masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan mereka. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di klinik azra Kota Tasikmalaya. Metode jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei deskriptif dan jenis rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel melalui teknik simpel random sampling terhadap pasien yang berobat pada bulan maret tahun 2023 diperoleh sebanyak 49 pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan kepuasan pasien terhadap 5 variabel diantaranya tangible 59,7% adalah puas, realiability 56,6% puas, responsiveness 54,4% puas, assurance 55,6% puas, dan empathy 54,05% puas. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada aspek tangible melalui peningkatan fasilitas ruang tunggu. Aspek realiability melalui optimalisasi keakuratan diagnosis penyakit. Aspek responsiveness melalui peningkatkan ketepatan waktu perawat disaat pasien membutuhkan pertolongan serta kecepatan petugas administrasi dalam melayani pasien. Aspek assurance melalui peningkatkan kualitas kepercayaan terhadap kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh paramedis, kemampuan dokter dalam menentukan diagnosa penyakit pasien dan aspek empathy memberikan pemahaman ke semua petugas pelayanan bahwa semua pasien berhak mendapatkan pelayanan yang sama dan pelayanan terbaik sesuai dengan kebutuhannya.
PERANCANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERBASIS WEB DENGAN PLATFORM INDONESIA HEALTH SERVICE (IHC) DI PUSKESMAS TAROGONG GARUT Junaedi, Fadil Ahmad; Suryani, Dewi Lena; Fadly, Fery
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1297

Abstract

Rekam Medis di puskesmas harus diselenggarakan dengan baik dan sesuai peraturan. PMK no 24 tahun 2022 menjadi landasan bagi puskesmas untuk mempersiapkan dalam merencang dan mengimplementasikan rekam medis elektronik. Pendaftaran rawat jalan sudah menggunakan aplikasi sikda generik dan p-care sebagai pendataan pasien lama dan baru. Namun, data pasien tidak masuk ke poliklinik. Hal tersebut petugas harus memasukkan kembali data pasien yang telah terdaftar ketika akan dilakukan tindakan. Metode pada penelitian ini adalah desain aplikasi Rapid Application Development, dengan membuat sebuah model yang dapat mengelola data pasien untuk pelayanan rawat jalan dan pelaporan rekam medis. Berdasarkan Hasil penelitian yang sudah dilakukan di Puskesmas Tarogong Standar Operasional Prosedur diperlukan dalam ebutuhan sistem (fungsional dan nonfungsional) mengenai pelayanan pasien rawat jalan secara elektronik. Sumber daya pada kebutuhan nonfungsional adalah diberian pelatihan untuk memaksimalkan perangkat komputer. Mengadakan perangkat keras bagi pelayanan yang tidak memiliki perangkat. Hasil Perncangan sistem bagian Data Flow Diagram bisa menjadi acuan untuk perubahan alur atau kegiatan yang sedang berjalan. Entity Relationship Diagram menjadikan panduan untuk data yang harus berelasi. Desain Antar muka memberikan gambaran bagaimana proses dari rekam medis elektronik itu berjalan. Aplikasi dapat didaftarkan ke dalam platform satu sehat, upaya mendukung kebijakan interoprabilitas pelayanan kesehatan di indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Alur dari kegiatan yang akan berjalan selama ini harus mulai diubah. Mulai dari pendaftaran rawat jalan tidak hanya sekedar keperluan menghitung kunjungan pasien setiap periodenya, tetapi data tersebut dapat berkelanjutan ke pelayanan medis sampai bagian pelaporan dan menjadikan interoprabilitas menjadi prioritas pengembangan sistem.Kata Kunci : Rekam Medis Elektroni, Interoprabilitas, Puskesmas
Analisis Kesiapan Organisasi Dalam Menghadapi Transformasi Digital Kesehatan Di Klinik Bakti Tunas Husada Junaedi, Fadil Ahmad; Prabowo, Tony
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 4 (2024): December
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.100201

Abstract

Perkembangan teknologi pada pelayanan kesehatan sudah semakin maju. Peraturan Menteri Kesehatan sudah menetapkan dan menuangkannya dalam sebuah blue print transformasi digital dalam Pelayanan kesehatan khususnya ditingkat primer, dituntut untuk mentransformasikan pelayanan dari perubahan kemampuan sumber daya, menyesuikan proses bisnis yang dimungkinkan secara digital agar dapat menciptakan nilai bagi pasien, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan faktor kesiapan organisasi dalam menghadapi transformasi digital kesehatan di klinik bakti tunas husada. metode penelitian kulaitatif, menggunakan pendekatan studi kasus yang berkaitan dengan Derivation of success factor fremwork for digital transformation, yaitu beberapa faktor suksesnya tranformasi digital, kemudian dilakukan indeep interview terhadap petugas yang diambil secara perposive sampling, disesuaikan dengan tingkatan pengetahuan dan pekerjaan. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwasanya klinik BTH secara keseluruhan sudah siap dalam menghadapi transformasi digital dalam pelayanan kesehatan. Walaupun demikian faktor digital platform memiliki kendala dari penyesuaian aplikasi dan perangkat dalam implementasi sistem informasi yang akan digunakan. Harus didukung dengan partnership Network yang kuat, jika keputusan organisasi ingin menggunakan aplikasi open source. Dibutuhkan komunikasi dengan pelayanan kesehatan lain yang sudah menggunakannya, agar dapat mempelajari alur dan tantangan dalam menggunakan aplikasi tersebut.
Development of a Prototype Web-Based Information System for Home Visit Services at Puskesmas Kemang, Bogor Regency Irjayanto , Pratama Gustia; Fery Fadly; Junaedi, Fadil Ahmad
Media Informasi Vol. 21 No. 3 (2025): October
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v22i3.808

Abstract

Background: Home Visit is one of the healthcare programs at Puskesmas Kemang, serving as a supporting activity for counseling and guidance to obtain data, information, and commitment in resolving patients’ health problems through home visits. Interviews with cadres and nurses revealed that the implementation of Home Visit is still carried out manually, resulting in services that are less efficient and slower. Considering the increasing demand for patient-centered care and the limited use of health information technology at the Puskesmas, an information system is needed to accelerate and streamline the service process with accurate data output. This study aims to design a prototype of a web-based Home Visit information system at Puskesmas Kemang, Bogor Regency. Methods: The study applied the System Development Life Cycle (SDLC) with a Waterfall model. Data were collected through interviews and direct observation.  Results: The current Home Visit service is still performed manually without a standardized Standard Operating Procedure (SOP), causing delays and unstructured workflows in registration, examination, and documentation. The designed prototype aligns with service needs and provides a more systematic workflow. Conclusion: The absence of SOPs in the Home Visit program has reduced service efficiency. The proposed web-based information system proves effective in accelerating registration, simplifying visit documentation, and improving the organization of patient records. Thus, this system is expected to enhance the quality of health services at Puskesmas Kemang by supporting the transition from manual processes to standardized electronic systems.
Gambaran Kesiapan Puskesmas Cipatujah dalam Menerapkan Rekam Medis Elektronik dengan Instrumen CAFP Tahun 2024 Nurholisoh, Iis; Fadly, Fery; Junaedi, Fadil Ahmad; Suryani, Dewi Lena
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 13, No 2 (2025): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v13i2.606

Abstract

Abstract The Electronic Medical Record (EMR) requires organizational readiness prior to implementation, one of which can be assessed using the California Academy of Family Physicians (CAFP) instrument. This study aims to describe the readiness level of Cipatujah Public Health Center in implementing EMR in accordance with Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2022. A quantitative descriptive design was employed with a total sampling technique involving 50 health center staff. Readiness was assessed across five domains (management capacity, financial and budget capacity, operational capacity, technological capacity, and organizational alignment) based on the average scores of the CAFP instrument. The results show that management capacity obtained a score of 13.52 (range II), indicating moderate readiness but highlighting the need to strengthen human resources in medical records and IT. Financial and budget capacity (13.86), operational capacity (14.26), technological capacity (28.34), and organizational alignment (29.2) were in range I, reflecting strong readiness supported by adequate budgeting, infrastructure, workflows, and the commitment of leadership and staff. Overall, Cipatujah Public Health Center is categorized as highly ready for EMR implementation, although improvements in management aspects and the addition of supporting personnel remain necessary. Keyword: Preparedness, Electronic Medical Records, CAFP, Puskesmas Abstrak Rekam Medis Elektronik (RME) menuntut kesiapan organisasi sebelum diimplementasikan, salah satunya dapat diukur menggunakan instrumen California Academy of Family Physicians (CAFP). Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kesiapan Puskesmas Cipatujah dalam penerapan RME sesuai mandat Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 50 petugas Puskesmas. Penilaian dilakukan pada lima domain kesiapan (kapasitas manajemen, keuangan dan anggaran, operasional, teknologi, dan keselarasan organisasi) berdasarkan skor rata‑rata instrumen CAFP. Hasil menunjukkan kapasitas manajemen memperoleh skor 13,52 (range II) yang menandakan kesiapan cukup namun masih memerlukan penguatan SDM rekam medis dan IT. Kapasitas keuangan dan anggaran (13,86), operasional (14,26), teknologi (28,34), dan keselarasan organisasi (29,2) berada pada range I yang mencerminkan kesiapan kuat dengan dukungan anggaran, infrastruktur, alur kerja, serta komitmen pimpinan dan staf. Secara keseluruhan, Puskesmas Cipatujah dikategorikan sangat siap untuk penerapan RME, meskipun peningkatan pada aspek manajemen dan penambahan tenaga pendukung tetap diperlukan. Kata Kunci: Kesiapan, Rekam Medis Elektronik, CAFP, Puskesmas
Clinical Audit of Medical Records Based on Clinical Pathway: Case Study Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Sugiarti, Ida; Setiadi, Dedi; Junaedi, Fadil Ahmad; Wahyuni, Ida
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 36 No. 1 (2026): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN ( In Progress)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v36i1.3436

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi umum pada pria dewasa dengan prevalensi melebihi 50 % pada usia ≥ 60 tahun. BPH menimbulkan gejala lower urinary tract infection yang menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan beban layanan kesehatan melalui kunjungan, pemeriksaan, dan intervensi medis. Praktik pelayanan BPH masih bervariasi antar layanan kesehatan, rekam medis yang masih tidak konsisten dan sering menyimpang dari pedoman klinis. Tujuan penelitian mengkaji implementasi clinical pathway (CP) BPH melalui audit klinis serta mengeksplorasi faktor‑faktor penghambatnya. Jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus pada satu pusat layanan rujukan daerah. Data dikumpulkan melalui tiga sumber triangulasi: (1) observasi audit medis terhadap 63 rekam medis pasien BPH, (2) wawancara mendalam dengan 12 tenaga kesehatan (dokter dan perawat), dan (3) dokumen kebijakan terkait CP. Analisis tematik dilakukan secara iteratif untuk mengidentifikasi pola‑pola ketidaksesuaian CP serta hambatan implementasi. Hasil penelitian sebanyak 35 % rekam medis tidak memenuhi kriteria CP. Hambatan utama meliputi rendahnya kesadaran tenaga kesehatan terhadap CP, keterbatasan waktu klinis, serta kurangnya integrasi sistem informasi kesehatan. Implementasi CP BPH masih terhambat oleh faktor klinis dan sistemik. CP berbasis bukti menawarkan solusi strategis untuk meningkatkan konsistensi dan kualitas layanan. Diperlukan kebijakan pendukung, pelatihan berkelanjutan, dan integrasi sistem informasi untuk mengoptimalkan penerapannya