Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRATEGI PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN : PENDEKATAN BIOMIMESIS Ave Harysakti
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 10 No. 02 (2015): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 10 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.48 KB)

Abstract

Degradasi kemampuan alam dalam menyediakan sumber daya alam bagi kesejahteraan manusia disebabkan oleh aktifitas manusia dengan teknologi industrinya yang maju dengan sangat pesat. Arsitektur sebagai salah satu tolok ukur kemajuan peradaban manusia turut menjadi penyumbang terbesar dalam pendegradasian kemampuan alam ini karena pemakaian energi bangunan yang besar, penghasilan emisi karbon yang besar, dan produksi limbah dan sampah bangunan dalam skala besar pula. Untuk itu arsitektur di era sekarang ini sudah tidak dapat lagi menutup mata akan kenyataan ini, wajib mengubah metode perancangan konvensionalnya menjadi metode perancangan arsitektur berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran dan contoh aplikasi metode perancangan arsitektur berkelanjutan menggunakan strategi pendekatan Biomimesis, menggunakan kejeniusan alam sebagai sumber inspirasi desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan biomimesis membuka peluang seluas-luasnya untuk berkreasi dan berinovasi dalam mendesain karya arsitektur yang berkelanjutan.
PRINSIP BERKELANJUTAN PADA ARSITEKTUR VERNAKULAR: Studi Kasus Huma Gantung Buntoi, Kalimantan Tengah Ave Harysakti; Agung Murti Nugroho; Jenny Ernawati
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu pemanasan global dan semakin menipisnya sumber daya alam penghasil energi fosil membuat segala bidang untuk bertindak lebih bijaksana dalam memanfaatkan energi dan menghasilkan emisi karbon termasuk dalam bidang arsitektur. Arsitektur Berkelanjutan merupakan respon nyata dari bidang arsitektur untuk lebih dapat menghemat sumber daya alam dan memperhatikan kelangsungan sumber daya alam di masa depan. Arsitektur Vernakular merupakan salah satu sumber untuk mempelajari kearifan tentang berkelanjutan. Pada tulisan ini merupakan hasil penelitian tentang prinsip berkelanjutan pada arsitektur Huma Gantung Buntoi. Menggunakan metode Triangulasi didapatkan hasil bahwa Huma Gantung Buntoi berkarakter fisik arsitektur vernakular dan merupakan bangunan tanggap iklim serta memiliki banyak kearifan bagi pengembangan arsitektur berkelanjutan di era kontemporer
ELEMEN-ELEMEN PENDORONG KEARIFAN LOKAL ARSITEKTUR NUSANTARA Doddy Soedigdo; Ave Harysakti; Tari Budayanti Usop
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 9 No. 01 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 1 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Kesatuan Republik Indonesia dibentuk oleh wilayah-wilayah yang memiliki bermacam-macam karakteristik, bahasa, nilai-nilai, dan simbol-simbol yang unik dan berasal dari budaya masyarakat Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui elemen-elemen yang mendorong timbulnya kearifan lokal dalam arsitektur di nusantara ini. Menggunakan metode kualitatif-rasionalistik ditemukan hasil bahwa elemen pendorong timbulnya suatu kearifan lokal adalah elemen manusia beserta pola pikirannya, dan elemen alam beserta iklimnya. Terbukti dengan pola pikir mereka yang menghasilkan kebijaksanaan mereka dalam menyusun pengetahuan yang dianggap baik bagi kehidupan mereka seperti hukum adat, tata kelola, dan tata cara untuk aktivitas mereka sehari-hari. Oleh sebab itulah maka kearifan lokal dalam arsitektur menjadi sangat penting perannya dalam menjaga dan mempertahankan kelestarian budaya Indonesia
STUDI POTENSI MATERIAL BAMBU DAN RE-MATERIAL MODULAR UNTUK DESAIN RUMAH MURAH YANG BERKELANJUTAN: Studi Kasus: Permukiman Danau Seha Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah Ave Harysakti; Sholehah
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 9 No. 02 (2014): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 9 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kualitas visual Kota Palangkaraya akibat adanya Permukiman Danau Seha di tepian Sungai Kahayan yang terlihat kumuh dan acak. Untuk itu perlu dicarikan solusi agar keberadaan permukiman tersebut tidak merusak wajah kota. Selain relokasi, alternatif lainnya adalah perbaikan kualitas lingkungan visual, yaitu memperbaiki tampilan bangunan sekaligus menerapkan prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan. Pada penelitian ini digunakan metode Rasionalistik-Normatif, yaitu menyusun kerangka konsep berdasarkan penelitian terdahulu untuk dikembangkan dalam pemodelan bangunan Rumah Murah Berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini diperoleh model awal dari bangunan Rumah Murah lengkap dengan fitur-fitur berkelanjutannya, dimana diperoleh faktor-faktor konsiderasi untuk diteliti lebih lanjut. Faktor-faktor tersebut antara lain: jenis bambu lokal Kalimantan Tengah yang cocok untuk konstruksinya, detail struktur dan konstruksi yang tepat, pengujian efisiensi energi dan tanggap iklim dari model, biaya konstruksi keseluruhan, dan lain-lain.
STRATEGI PERANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN : PENDEKATAN BIOFILIK Harysakti , Ave; Ngini, Giris
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 16 No. 2 (2021): JPA - Jurnal Perspektif Arsitektur. Volume 16 No. 2, Desember 2021
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v16i2.8436

Abstract

Koneksi manusia dengan alam merupakan bagian biologis yang sejak semula ada dalam diri manusia untuk berafiliasi dan saling ketergantungan dengan alam. Desain Biofilik dalam perancangan arsitektur berkelanjutan dapat menjadi pendekatan dengan berfokus pada upaya menciptakan habitat yang baik bagi manusia dalam lingkungan binaan modern yang dapat memajukan kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh prinsip-prinsip dan parameter-parameter / pola-pola desain biofilik bagi perancangan arsitektur yang berkelanjutan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan desain biofilik memberikan potensi yang sangat besar untuk berkreasi dalam memadukan fitur-fitur alam menjadi bagian terintegrasi dengan bangunan arsitektural serta memberikan dampak positif bagi pengguna bangunannya.
PERANCANGAN PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN SAMOSIR: PERANCANGAN PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KABUPATEN SAMOSIR Rusdanisari, Anna; Ambarita, Desna; Hamidah, Noor; Harysakti, Ave
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan"
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v18i2.9783

Abstract

The people in Parapat Village do not yet have a place to accommodate Batak art and culture. The design of the Cultural Museum was designed as a place to accommodate curiosity about Batak culture, and to find out about the richness of Batak culture. The interest from the public and tourists to the cultural heritage in North Sumatra is an effort to maintain and preserve the culture of the Batak tribe. The Batak Culture Museum in Parapat, Simalungun Regency, is a facility used for the preservation of Batak culture, and a means of educating Batak culture as well as a means of developing arts and culture. The Batak Culture Museum provides facilities for the public in the form of an entertainment room design that provides information on various kinds of culture of the Batak people, educational space for the public/tourists to study Batak culture. The method used is a qualitative method based on literature studies, comparative studies and precedent studies to explore the design approach and architectural design of the Batak culture museum. The output is the design of the Batak Culture Museum in Parapat, Simalungun Regency with a Neo-Vernacular Architectural Approach.
PERANCANGAN GEDUNG EXHIBITION CENTER DI KOTA PALANGKA RAYA: dengan pendekatan Arsitektur Parametrik ALFARIJ, ALIF RIFKY; Harysakti, Ave; Ngini, Giris
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 1 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i1.10115

Abstract

Pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan telah menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, terutama di Kalimantan Tengah. Pertumbuhan ekonomi di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah meningkat pesat, didukung oleh sektor pertambangan, perkebunan, dan ekspor barang dan jasa. Selain itu, indeks konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan. Fenomena ini telah menarik minat pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka di kota ini. Dalam penyelenggaraan berbagai event di Palangka Raya, kekurangan fasilitas pameran menjadi masalah utama. Saat ini, pusat pameran yang digunakan bersifat sementara dan tidak memadai, seperti gedung serbaguna, aula olahraga, atau lapangan dengan tenda-tenda. Selain itu, bentuk bangunan yang kurang menarik juga menjadi perhatian bagi pengusaha dan pengunjung.Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan perancangan Exhibition Center yang fleksibel, baik dalam hal kapasitas maupun penataan ruang. Bangunan ini harus menarik dan memikat pengunjung, bentuk yang terinspirasi dari alam, serta menyediakan fasilitas pendukung lainnya untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara. Penerapan metode Arsitektur Parametrik merupakan pendekatan yang tepat untuk merancang Exhibition Center ini. Metode ini membantu mengatasi kompleksitas perancangan dengan mempertimbangkan berbagai batasan dan kebutuhan. Melalui penelitian dan pengamatan, rancangan ini dihasilkan dengan memadukan konsep Arsitektur Parametrik, yang menghasilkan bangunan yang memenuhi fungsional dan estetika.
Urban Gardening Pada Kawasan Hunian Barak Sebagai Upaya Penerapan Edukasi dan Ketahanan Pangan di Kelurahan Bukit Tunggal Amiany; Ruben Tinting Sirenden; Ave harysakti
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Diteksi, Vol. 1, No. 2, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v1i2.12257

Abstract

Bukit Tunggal is one of the densely populated residential areas where there are many barracks, inhabited by many housewives of productive age between 30-46 years old with an average junior high school education who have a lot of free time. Housewives generally take care of the household with a junior high school education without adequate skills. After the pandemic, people tend to be more creative and can be creative to outsmart the existing situation, including in maintaining access to food. People are expected to have the awareness to do independent planting, at least to fulfil their own food needs. There are many ways to do independent planting, such as urban gardening, which is the concept of gardening on limited urban land, which is the right solution for community members, especially housewives, in helping to improve family food security. Therefore, it is necessary to provide knowledge and understanding training to partners so that they are able to master this urban gardening pattern including: (1) preparation, namely preparing training modules, basic knowledge of urban gardening and trials; (2) training implementation: potential vegetables, urban gardening planting methods and media, and direct practice to partners; (3) Partner assistance, and (4) evaluation. The results of vegetable crops that are usually grown include mustard greens, spinach, lettuce, kale, tomatoes and others.
DESAIN TAMAN HIDROPONIK PERKOTAAN BERBASIS EDUKASI DAN REKREASI DI KOTA PALANGKA RAYA Amiany; Titiani Widati; Ave Harysakti
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v6i2.8208

Abstract

Taman Perkotaan merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan RTH suatu ruang kota. Ruang ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam dan kualitas lingkungan perkotaan. Karena fungsinya tersebut, maka ruang tersebut harus berada dalam jumlah yang cukup di kota dan menjadi tuntutan bagi kota di Indonesia untuk berusaha menambah dan meningkatkan kuantitas dan kualitas taman perkotaan. Keberadaan taman kota secara tidak langsung dapat dijadikan indikator kenyamanan suatu kota. Kota Palangka Raya mengalami permasalahan dalam hal penggunaan ruang publik. Hal tersebut dikarenakan perkembangan ibukota provinsi Kalimantan Tengah masuk pada tahap perkembangan dari kota sedang menuju ke kota besar. Semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan oleh karena pesatnya pertumbuhan jumlah bangunan berakibat manusia sulit mendapatkan area terbuka untuk menikmati suasana alam yang asri dan segar. Taman Hidroponik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan di atas. Hadirnya teknologi tersebut juga menjawab tantangan terhadap kebutuhan taman di perkotaan untuk mendapatkan suasana segar dan nyaman bagi pengunjung. Dalam penelitian ini menggunakan metode secara kualitatif dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, variabel dan fenomena-fenomena yang terjadi terhadap keberadaan Taman Perkotaan dimana dikarenakan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan sehingga perlu desain taman hidroponik di Kota Palangka Raya sehingga bisa dijadikan model untuk diterapkan pada suatu kawasan yang bisa menajadi fasilitas umum yang memadukan unsur edukasi sekaligus rekreasi serta memotivasi masyarakat untuk bisa berkreasi pada lahan-lahan sempit yang terdapat di perkotaan.
PERANCANGAN ARENA E-SPORTS DI KOTA PALANGAKA RAYA Amon Jon Seiber Elvinokio; Ngini, Giris; Harysakti, Ave
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i2.10136

Abstract

Palangka Raya City is a province in Central Kalimantan, has a large area and has experienced significant development in various fields. One of the important developments today is the popularity of online games or what are known as online games. Esports is a form of electronic sports that uses games as the main competition arena. In game competition, it is important to have a place to compete called Arena Esports. In Indonesia, the Esports industry is starting to develop and IeSPA is an Esports community that was just inaugurated by MENPORA. Indonesia has many talented young people in the field of Esports, and the government supports the development of Esports in this country. The Indonesian Esports (ESI) branch is still relatively new in Palangka Raya City, but has many fans, especially among young people. Therefore, the design of Arena Esports is expected to provide good playing and competition facilities, taking into account comfort, function, spatial planning, tournament facilities for participants and spectators, and using inspiration from living organisms with a Biomorphic Architecture approach.