Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of cogongrass biochar enriched with nitrogen fertilizer dissolved in seaweed liquid extract on soil water content of Ultisol Kilowasid, Laode Muhammad Harjoni; Alam, Syamsu; Rakian, Tresjia Corina; Ansar, Nurul Awalia; Nurfadillah; Ramdan, Nurfatihah Hijrah; Jaya, Irfan; Suryana; Agustin, Widia; Rahni, Nini Mila; Mashuni; Safuan, La Ode
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.113.5585

Abstract

Ultisol dry land is characterized by significantly low organic carbon content, an important factor influencing soil water content and physico-chemical dynamics. The addition of N fertilizer dissolved in seaweed liquid extract as an enrichment solution can change the character of biochar. Therefore, this study aimed to analyze the characteristics of cogongrass biochar enriched with dissolved N fertilizer in seaweed extract of different species and assess its impact on soil water content in Ultisol. Urea was used as a nitrogen source, and biochar enriched with N fertilizer dissolved in seaweed liquid extract from Kappapychus alvarezii, Sargassum sp., and Ulva lactuca was tested. Biochar dose used was 20% of soil weight with a 10% extract concentration for each type. Furthermore, five-level treatments were tested in a pot experiment, namely (i) without biochar, (ii) biochar unenriched, (iii) enriched with N fertilizer dissolved in K. alvarezii extract, (iv) enriched with N fertilizer dissolved in Sargassum sp. extract, and (v) biochar enriched with N fertilizer dissolved in U. lactuca extract. Each treatment was repeated three times, following a randomized block design. The results showed that cogongrass biochar enriched with N fertilizer dissolved in seaweed extract had a more amorphous surface morphology structure. The proportion of elements and functional groups in cogongrass biochar changed. Enriched biochar increased Ultisol moisture levels, but water holding capacity and retention were lower than the unenriched sample.
Peningkatan Keterampilan Menulis Ringkasan Teks Eksplanasi Menggunakan Model SQ3R Berbantuan Mind Mapping pada Siswa Kelas IX-I SMP Negeri 13 Surabaya Agustin, Widia; Pranoto, Agung
Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jep.v2i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis ringkasan teks eksplanasi menggunakan model SQ3R berbantuan mind mapping. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus Arikunto yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX-I SMPN 13 Surabaya. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, tes, dokumentasi, dan catatan lapangan dengan instrumen observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis ringkasan. Pada siklus I, persentase keterampilan siswa sebesar 73,35 persen, meningkat menjadi 90,1 persen pada siklus II. Pada siklus I, siswa masih mengalami kesulitan dalam meringkas teks dan cenderung menuliskan ulang keseluruhan isi teks. Namun, pada siklus II, siswa mulai memahami konsep meringkas dengan baik dan dapat menuliskan poin-poin penting dalam teks eksplanasi secara lebih sistematis. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model SQ3R berbantuan mind mapping efektif dalam membantu siswa memahami struktur teks eksplanasi serta meningkatkan kemampuan menulis ringkasan dengan lebih ringkas dan tepat.
PENGARUH PERLAKUAN PINCHING DAN MATERI PEMECAH DORMANSI (KNO3 Dan BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) ‘KRISTAL’ Widyastuti, RA Diana; Utomo, Setyo Dwi; Pangaribuan, Darwin H; Sanjaya, Purba; Agustin, Widia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9932

Abstract

Perbaikan keragaan bibit tanaman jambu biji Kristal dapat diperbaiki dengan aplikasi pinching dan pemberian materi pemecah dormansi (KNO3 dan BAP). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh pinching terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(2)Mengetahui pengaruh perlakuan KNO3 dan BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.(3)Mengetahui interaksi antara pinching dan materi pemecah dormansi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman buah jambu biji ‘Kristal’.  Penelitian ini dilaksanakan di lahan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Maret 2021 hingga Juli 2021.  Perlakuan disusun secara faktorial (2x3) dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak 4 kali.  Faktor pertama (P) pinching yang terdiri atas dua taraf , (P1) dengan pinching dan (P2) tanpa pinching.  Faktor kedua Materi Pemecah Dormansi (MPD) (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu (M1) tanpa zat pemecah dormansi, (M2) MPD KNO3, dan  (M3) MPD BAP.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih banyak dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 0,31.  Panjang tunas baru dipengaruhi oleh pinching lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pinching dengan selisih 3,22 cm. (2)Jumlah cabang dipengaruhi oleh BAP lebih banyak dibandingkan dengan tanpa materi pemecah dormansi dengan selisih 0,28 cabang. (3)Jumlah tunas baru dipengaruhi oleh pinching dan materi pemecah dormansi BAP.  Jumlah tunas baru terbanyak ditunjukkan oleh perlakuan pinching + BAP dengan jumlah 5,41, sedangkan kontrol 4,67 (selisih 0,74).
Kuy Murojaah and Ngafal Ngefeel Communities: A Phenomenological Study of The Quran Community among Generation Z Yudelnilastia, Yudelnilastia; Agustin, Widia
Modern Islamic Studies and Sharia Research Vol. 1 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/missr.v1i1.10011

Abstract

In the midst of the increasingly massive flow of digitalization, Generation Z is showing a new way of caring for spirituality and building a religious community. This research explores in depth the spiritual and social experiences of members of the digital Qur'an community such as Kuy Murojaah and Ngafal Ngefeel, who grow and develop through social media platforms. With a phenomenological approach within the framework of qualitative research, this study traces the meaning of their involvement in murojaah activities and memorization of the Qur'an, not just as a worship routine, but as an expression of religious identity, solidarity, and creativity. The findings of the study reveal that this digital Qur'an community functions as an inclusive and transformative da'wah space, where spiritual values are packaged in a relatable, aesthetic, and emotionally resonant narrative. Religious activities that were once private are now performative and communal, forming a dynamic and contextual religious ecosystem. Generation Z is not only a consumer of da'wah content, but also a producer of meaning that reshapes the relationship between technology, faith, and self-expression. Furthermore, this community becomes a social laboratory where fluid but rooted religious identity negotiations take place, where Qur'anic values are internalized through creative and participatory digital practices. This study recommends strengthening the digital da'wah approach based on experience and affection, as well as the development of a religious curriculum that is able to bridge classical spirituality with the dynamics of contemporary digital culture.   Di tengah arus digitalisasi yang kian masif, Generasi Z menunjukkan cara baru dalam merawat spiritualitas dan membangun komunitas religius. Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam pengalaman spiritual dan sosial anggota komunitas Qur’an digital seperti Kuy Murojaah dan Ngafal Ngefeel, yang tumbuh dan berkembang melalui platform media sosial. Dengan pendekatan fenomenologis dalam kerangka penelitian kualitatif, studi ini menelusuri makna keterlibatan mereka dalam aktivitas murojaah dan hafalan Al-Qur’an, bukan sekadar sebagai rutinitas ibadah, melainkan sebagai ekspresi identitas, solidaritas, dan kreativitas religius.Temuan penelitian mengungkap bahwa komunitas Qur’an digital ini berfungsi sebagai ruang dakwah yang inklusif dan transformatif, di mana nilai-nilai spiritual dikemas dalam narasi yang relatable, estetik, dan penuh resonansi emosional. Aktivitas keagamaan yang dahulu bersifat privat kini menjadi performatif dan komunal, membentuk ekosistem religius yang dinamis dan kontekstual. Generasi Z tidak hanya menjadi konsumen konten dakwah, tetapi juga produsen makna yang membentuk ulang relasi antara teknologi, iman, dan ekspresi diri. Lebih jauh, komunitas ini menjadi laboratorium sosial tempat berlangsungnya negosiasi identitas religius yang cair namun berakar, di mana nilai-nilai Qur’ani diinternalisasi melalui praktik digital yang kreatif dan partisipatif. Studi ini merekomendasikan penguatan pendekatan dakwah digital yang berbasis pengalaman dan afeksi, serta pengembangan kurikulum keagamaan yang mampu menjembatani spiritualitas klasik dengan dinamika budaya digital kontemporer.