Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Oksidatoor Pada Proses Pelindian Oksidatif Konsentrat Galena Suryana; Milandia, Anistasia; Elwadi, Amreza
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Jejaring Matematika dan Sains
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.799 KB)

Abstract

Kebutuhan logam timbal di dalam negeri saat ini masih cukup besar, namun tidak diimbangi dengan kemampuan industri pemurnian timbal domestik. Sumber daya bijih timbal yang tersedia di Indonesia cukup besar sehingga memberikan peluang untuk pembangunan proses pengolahan timbal. Proses pemurnian timbal baik dari sumber mineral maupun daur ulang dari komponen aki bekas hingga saat ini umumnya menggunakan jalur pirometalurgi yang memberikan dampak buruk pada lingkungan, sehingga jalur hidro-elektro metalurgi menjadi solusi. Penelitian ini mencakup pemurnian timbal melalui proses hidrometalurgi dengan melakukan pelindian oksidatif konsentrat galena dalam media asam flosilikat dengan menggunakan oksidator berupa hidrogen peroksida dan timbal oksida (PbO2) dari katoda aki bekas. Penentuan parameter operasi pelindian seperti fraksi ukuran partikel konsentrat galena, jumlah penambahan oksidator PbO2 dari katoda aki bekas, kecepatan agitasi, temperatur pelindian, dan persentase padatan operasi pelindian dilakukan untuk menekan konsumsi reagen sehingga dicapai proses pelindian yang efisien. Pada penelitian ini dilakukan proses pelindian dengan memvariasikan penambahan Oksidator PbO2 dari katoda aki bekas sedangkan parameter lain pada kondisi konstan. Hasil pelindian menunjukkan bahwa persen ekstraksi timbal tertinggi diperoleh dengan melakukan pelindian pada penambahan oksidator PbO2 sebanyak 1,5 kali basis stoikiometri.
Pengaruh Penambahan Oksidatoor Pada Proses Pelindian Oksidatif Konsentrat Galena Suryana; Milandia, Anistasia; Elwadi, Amreza
Jurnal Jejaring Matematika dan Sains Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jjms.v1i1.132

Abstract

Kebutuhan logam timbal di dalam negeri saat ini masih cukup besar, namun tidak diimbangi dengan kemampuan industri pemurnian timbal domestik. Sumber daya bijih timbal yang tersedia di Indonesia cukup besar sehingga memberikan peluang untuk pembangunan proses pengolahan timbal. Proses pemurnian timbal baik dari sumber mineral maupun daur ulang dari komponen aki bekas hingga saat ini umumnya menggunakan jalur pirometalurgi yang memberikan dampak buruk pada lingkungan, sehingga jalur hidro-elektro metalurgi menjadi solusi. Penelitian ini mencakup pemurnian timbal melalui proses hidrometalurgi dengan melakukan pelindian oksidatif konsentrat galena dalam media asam flosilikat dengan menggunakan oksidator berupa hidrogen peroksida dan timbal oksida (PbO2) dari katoda aki bekas. Penentuan parameter operasi pelindian seperti fraksi ukuran partikel konsentrat galena, jumlah penambahan oksidator PbO2 dari katoda aki bekas, kecepatan agitasi, temperatur pelindian, dan persentase padatan operasi pelindian dilakukan untuk menekan konsumsi reagen sehingga dicapai proses pelindian yang efisien. Pada penelitian ini dilakukan proses pelindian dengan memvariasikan penambahan Oksidator PbO2 dari katoda aki bekas sedangkan parameter lain pada kondisi konstan. Hasil pelindian menunjukkan bahwa persen ekstraksi timbal tertinggi diperoleh dengan melakukan pelindian pada penambahan oksidator PbO2 sebanyak 1,5 kali basis stoikiometri.
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Pemahaman dan Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Suryana; Hamengkubuwono; Fathurahman, Irwan
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2024): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v7i2.1381

Abstract

SMA Negeri 1 Rejang Lebong is currently experiencing a significant educational transformation with the introduction of the Independent Learning Curriculum. Educational supervision at SMA Negeri 1 Rejang Lebong is a key instrument in ensuring teacher understanding and conformity of teaching methods with the Independent Learning Curriculum. The author uses a quantitative research approach, a type of research that collects data through questions in the form of questionnaires with a sample of 65 teachers at SMA Negeri 1 Rejang Lebong. The data analysis technique used can determine the measurement scale of each variable, so that hypothesis testing can be carried out appropriately. The aim of this research is to find out whether there is a significant influence between the principal's supervision on the understanding and implementation of the independent learning curriculum at SMA Negeri 1 Rejang Lebong. The conclusions obtained are (1) Principal supervision influences the understanding of the independent learning curriculum at SMA Negeri 1 Rejang Lebong, this can be seen from the significance of principal supervision of 0.917, which means it is greater than the significance level used, namely 0.05; (2) The principal's supervision influences the implementation of the independent learning curriculum at SMA Negeri 1 Rejang Lebong. This can be seen from the significance of the principal's supervision of 0.829, which means it is greater than the significance level used, namely 0.05. It can also be seen from the coefficient of determination of principal supervision of 0.687, that Ha is accepted and H0 is rejected; (3) There is an influence between the principal's supervision on the understanding and application of the independent learning curriculum at SMAN 1 Rejang Lebong, the principal's supervision has an effect of 84.1% on the teacher's understanding of the independent learning curriculum and the teacher's application of the independent learning curriculum by 68.7 %.
Effect of cogongrass biochar enriched with nitrogen fertilizer dissolved in seaweed liquid extract on soil water content of Ultisol Kilowasid, Laode Muhammad Harjoni; Alam, Syamsu; Rakian, Tresjia Corina; Ansar, Nurul Awalia; Nurfadillah; Ramdan, Nurfatihah Hijrah; Jaya, Irfan; Suryana; Agustin, Widia; Rahni, Nini Mila; Mashuni; Safuan, La Ode
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.113.5585

Abstract

Ultisol dry land is characterized by significantly low organic carbon content, an important factor influencing soil water content and physico-chemical dynamics. The addition of N fertilizer dissolved in seaweed liquid extract as an enrichment solution can change the character of biochar. Therefore, this study aimed to analyze the characteristics of cogongrass biochar enriched with dissolved N fertilizer in seaweed extract of different species and assess its impact on soil water content in Ultisol. Urea was used as a nitrogen source, and biochar enriched with N fertilizer dissolved in seaweed liquid extract from Kappapychus alvarezii, Sargassum sp., and Ulva lactuca was tested. Biochar dose used was 20% of soil weight with a 10% extract concentration for each type. Furthermore, five-level treatments were tested in a pot experiment, namely (i) without biochar, (ii) biochar unenriched, (iii) enriched with N fertilizer dissolved in K. alvarezii extract, (iv) enriched with N fertilizer dissolved in Sargassum sp. extract, and (v) biochar enriched with N fertilizer dissolved in U. lactuca extract. Each treatment was repeated three times, following a randomized block design. The results showed that cogongrass biochar enriched with N fertilizer dissolved in seaweed extract had a more amorphous surface morphology structure. The proportion of elements and functional groups in cogongrass biochar changed. Enriched biochar increased Ultisol moisture levels, but water holding capacity and retention were lower than the unenriched sample.
Unraveling Crime Dynamics in Indonesia: Exploring the Impact of Population Density, Poverty, Average Years of Schooling (RLS), and Open Unemployment Rate (TPT) in Java in 2020 Anggaresa, Fathanya Puja; Suryana
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 1 (2023): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2023.121-03

Abstract

Abstract: The fluctuating crime rate in Indonesia, particularly in the moderate category, highlights the intricate interplay of various factors influencing criminal activities. This research endeavors to uncover the correlations among different variables contributing to crime by utilizing a cross-sectional approach based on secondary data sourced from the 2021 BPS data. The study discerns a positive correlation between population density and the open unemployment rate (TPT) in relation to crime. Conversely, poverty and the average years of schooling (RLS) exhibit a relatively minor impact. During the examination of these relationships, it became evident that the population density variable exerts both direct and indirect influences on crime. The indirect connection is established through the impact of population density on the poverty rate, which subsequently exerts a positive and direct influence on crime. Consequently, it is apparent that population density stands out as the predominant factor influencing the crime rate on Java Island. To address this, interventions targeting the decomposition of population density are essential, particularly through initiatives aimed at fostering increased solidarity. This is imperative because the correlation between population density and poverty, contributing to an escalation in crime, results in a decline in individual trust levels, fostering competition for resource access. This heightened competition, in turn, precipitates struggles that contribute to the emergence of criminal activities. Keyword; socio-economy factors, path analysis, direct effect, indirect effect Abstrak: Penurunan tingkat kriminalitas di Indonesia yang fluktuatif dengan jumlah kriminalitas dalam kategori sedang mencerminkan keragaman faktor yang mendeterminasi tindakan kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antar varibel yang mempengaruhi tindakan kriminalitas dengan menggunakan cross sectional terhadap sumber data sekunder yang diperoleh dari data BPS 2021. Penelitian ini menemukan hubungan positif antara kepadatan penduduk dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terhadap kriminalitas. Sedangkan kemiskinan dan rata-rata lama sekolah (RLS) berpengaruh kecil. Dalam proses pengujian hubungan ditemukan variabel kepadatan penduduk memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kriminalitas. Hubungan tidak langsung ditemukan melalui pengaruh kepadatan penduduk terhadap tingkat kemiskinan yang berpengaruh positif dan langsung terhadap kriminalitas, sehingga varibel dominan yang mempengaruhi tingkat kejahatan di Pulau Jawa bersumber dari kepadatan penduduk. Intervensi yang dibutuhkan dalam penguraian kepadatan penduduk diperlukan melalui peningkatan solidaritas. Hal ini disebabkan hubungan kepadatan penduduk terhadap kemiskinan yang menyebabkan peningkatan kejahatan berdampak pada pengurangan tingkat kepercayaan individu yang menjadi pendorong persaingan terhadap akses sumber daya. Persaingan ini pada akhirnya memunculkan perebutan yang memunculkan beragama tindakan kriminalitas. Kata Kunci: faktor sosial ekonomi, analisis jalur, pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung
CLUSTERING DENGAN ALGORITMA K-MEANS UNTUK PENGADAAN PERSEDIAAN BARANG PADA PT. PRO EMERGENCY Suryana; Sita Anggraeni, Cicisita
Jurnal Informatika Kaputama (JIK) Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59697/jik.v8i2.693

Abstract

PT. Pro Emergency merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan pelatihan kegawatdarutan dan bencana. Dalam pelaksanaannya kegiatannya didukung oleh bagian logistik untuk mempersiapkan peralatan pelatihan dan barang persediaan. Kurangnya stok persediaan, kapasitas gudang tidak memadai dan sumber daya manusia kurang akan menghambat pelaksanaan kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem logistik terutama dalam penggunaan barang persediaan untuk dijadikan dasar dalam menentukan pengadaan barang persediaan sehingga dapat mengatasi permasalah yang ada di perusahaan. Penelitian ini dengan pengumpulan data produk di bagian logistik PT. Pro Emergency, termasuk informasi terkait persediaan, distribusi dan pencatatan barang masuk keluar. Dengan menerapkan metode clustering algoritma k-means untuk mempartisi data ke dalam kelompok sehingga data memiliki karakteristik yang sama dikelompokan ke dalam satu kelompok yang sama dan data yang mempunyai karakteristik yang berbeda dikelompokan ke dalam kelompok yang lain. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik tentang penanganan kondisi dibagian logistik. Dengan diketahuinya produk pada setiap cluster, maka dapat menyusun strategi dalam pengadaan barang persediaan yang efektif dan efisien. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan logistik di masa yang akan datang
Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Cahaya dan Alat Optik Peserta Didik Kelas VIII MTs Negeri 1 Sidrap Melalui Metode Pembelajaran Index Card Match (ICM) Eka sriwahyuni, Eka; Suryana; Fajriyani, F; Sartika
Edukimbiosis: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2023): Edukimbiosis: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Program Studi Tadris IPA IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/edukimbiosis.v2i1.7550

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII G MTsN 1 Sidrap menjadi permasalahan utama penelitian ini. Akar permasalahan ini berasal dari beberapa faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran yang tidak bervariasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik atau metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi akademik dan aktivitas belajar peserta didik. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik adalah penggunaan metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik. Metode Pembelajaran Index Card Match merupakan salah satu metode yang dapat digunakan. Peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII G MTsN 1 Sidrap yang berjumlah 24 orang. Dua siklus digunakan oleh peneliti siklus I dan II masing-masing memiliki tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dan kedua digunakan metode ICM, serta tes evaluasi pembelajaran pertemuan ketiga. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, dokumentasi, dan hasil tes. Hasil yang didapatkan oleh peneliti membuktikan bahwasannya penggunaan metode pembelajaran ICM materi IPA (Cahaya dan Alat Optik) dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar peserta didik. Dapat dibuktikan dari hasil yang didapatkan peneliti pada siklus I total persentase hasil observasi 60,84% sedangkan pada siklus II terdapat peningkatan total persentase hasil observasi 82,21%. Sedangkan hasil belajar peserta didik pada siklus I dicapai 45,45% yang dinyatakan lulus dan 54,54% tidak lulus. Pada siklus II mencapai 86,36% peserta didik yang dinyatakan mencapai nilai KKM dan 13,63% yang dinyatakan belum mencapai nilai KKM. Berdasarkan data tersebut dinyatakan adanya peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar atau lembar observasi peserta didik.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SECARA SOSIAL STUDENTS’ DEVELOPMENT ON SOCIAL ASPECT Ekowati; Suryana
EDU RESEARCH Vol 5 No 4 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i4.417

Abstract

At the beginning of mankind has not been born a social nature, in the sense of not having the ability to interact with others. Child's social ability is obtained from a variety of opportunities and experiences people associate with their environment. The need to interact with other people has been felt since the age of six months, when they have been able to get to know another human being, especially the mother and her family members. Children begin to distinguish the meaning of a smile and other social behaviors, such as anger (not happy to hear loud noises) and affection. Social development in adolescence develops the ability to understand another person as a unique individual. Both related to personal traits, interests, values or feelings that encourage teens to socialize more familiar with the peer environment or society either through friendship or romance. At this time berkembangan attitudes tend to give up or to follow the opinion, opinions, value, habits, interests, desires of others. There adolescent social environment (peers) that displays an attitude and behavior that can be justified, for example: pious, noble character, and others. Teens are expected to have appropriate social adjustment in terms of the ability to react appropriately to social reality, situations and relationships both within the family, school and community
Efisiensi air di gas conditioning tower untuk mengurangi kadar SO2 pada emisi industri semen Sitohang, Osvaldo Zulbedia; Suryana; Listianingrum, Erna; Marbelia, Lisendra
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 1 (2023): Volume 17, Number 1, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.78193

Abstract

Industri kimia dan juga termasuk di dalamnya, industri semen, menghadapi tantangan untuk dapat terus melakukan perbaikan proses untuk melakukan efisiensi sumber daya dan meminimalkan beban pencemaran ke lingkungan. Salah satu hal yang penting di industri semen adalah kandungan SO2 pada emisinya. Kandungan emisi ditentukan oleh proses pengolahan gas, yang dilakukan dengan penyemprotan air di gas conditioning tower (GCT) dan bag filter sebelum dikeluarkan ke lingkungan melalui cerobong. Di sisi lain, konsumsi air di GCT merupakan salah satu titik penggunaan air yang tertinggi di industri semen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan air di GCT dengan menggunakan seven tools mulai dari analisis masalah hingga pembuatan usulan standard operating procedure (SOP) baru. Dari analisis ini didapatkan bahwa tergantung pada kadar SO2 dan SO3 di emisi dan bahan baku, maka dapat dilakukan pengendalian temperatur inlet bag filter yang selanjutnya akan mengendalikan volum air di GCT. Hasil pengembangan/inovasi ini menunjukkan bahwa SOP baru dapat menghemat air di GCT secara signifikan.
HUBUNGAN SPASIAL ANTARA C-ORGANIK DAN TUTUPAN LAHAN DI LANSKAP DATARAN ALUVIAL TROPIKA LEMBAB KALIMANTAN TIMUR Setianingsih, Titin Eka; Prasetyo, Rahadian Adi; Suryana; Romadhan, Panji; Nugroho, Bagus Adi
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2025.012.2.17

Abstract

Alluvial soils play an important role in lowland ecosystems and agriculture due to their capacity to store organic carbon.  This study aimed to analyze land cover characteristics and spatial relationships between C-organic and land cover changes in the humid tropical alluvial landscape of East Kalimantan. The methods used in this study included spatial and statistical analyses to determine the relationship between C-organic and land cover. The results showed that land cover in the study area consisted of several main classes, dominated by Shrubland (29.56%), Mixed Dryland Agriculture and Shrubs (24.51%), and Plantation Areas (23.12%). The analysis of C-organic content revealed variation across different land cover types, with open land showing the highest C-organic content (2.30%). Pearson correlation analysis indicated a moderate negative correlation between C-organic and Shrubland(r = 0,4; p = 0,001), and a strong  positive correlation between C-organic and plantation forests (r = 0,9; p = 0,001), suggesting that land cover changes due to anthropogenic activities can affect soil C-organic content. This study indicates that land cover dynamics contribute to changes in soil C-organic content.