Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Sosial untuk Mengendalikan Kenakalan Anak di TK Rinaldi, Kasmanto; Wahyudi, Muhammad; Indriani, Nazhara; Bar'i, Ragil Naufal Amjad; Madani, Raudho; Shabila, Rezi Aznan; Arrahman, Sandi Noval; Amaya, Sari Nabita; Rohimah, Siti Rodiyatul; Putri, Syahrani Rahma; Tasya, Syifa; Putri, Widya Eka
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i1.169

Abstract

Sampah merupakan sumber dari permasalahan yang tidak terpisahkan dari kondisi alam yang semakin menurun. Jenis sampah yang dihasilkan biasanya organik, seperti sisa makanan atau sampah yang bersifat basah, kering, abu plastik. Sampah dari tempat umum yang dimungkinkan banyaknya orang berkumpul dan melakukan kegiatan serta mempunyai potensi yang cukup besar dalam memproduksi sampah termasuk tempat perdagangan seperti pertokoan dan pasar. Kompos merupakan pupuk organik yang terbuat dari limbah padat, seperti daun kering, daun hijau, sisa sayuran, limbah rumah tangga dan kotoran hewan yang telah melalui proses pengomposan dengan cara penguraian atau pembusukan dengan memanfaatkan mikroorganisme hidup seperti bakteri, fungi, dan sejenisnya. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan mengompos, diantaranya mengurangi jejak karbon dari kendaraan pengangkut sampah, menutrisi tanah dan makhluk didalamnya, mengurangi resiko bencana alam, menjaga kualitas air dan tanah, hingga menghasilkan tanaman yang lebih subur. Terdapat berbagai jenis komposter, tumpuk, drum, gerabah, worm bin, biopori. Jenis-jenis komposter dibedakan dari tempat pembuatannya, jenis pengurainya, dan jenis sampah organik yang akan diuraikan. Dalam pemanfaatan sampah organik, pelatihan komposter telah berjalan sesuai rencana dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Sehingga, masyarakat mau mencoba untuk melakukan di setiap rumah masing-masing untuk mengurangi sampah rumah tangga dan juga dapat menjaga lingkungan sekitar.
Digital Era as a New Challenge: The Role of Schools in Preventing Juvenile Delinquency at SMA Negeri 14 Pekanbaru Ramailis, Neri Widya; Sasmi, Dini Tiara; Sundari, Rio; Setiawan, Yuda; Rohimah, Siti Rodiyatul
PUBLIKA : Jurnal Ilmu Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2026): Publika : Jurnal Ilmu Administrasi Publik
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jiap.2026.27788

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly influenced adolescent behavior, including the emergence of various forms of misconduct in school settings. The increasing accessibility of the internet and social media has created new challenges in supervising student behavior. This study aims to analyze the role of schools in preventing juvenile delinquency in the digital era, with a focus on SMA Negeri 14 Pekanbaru. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews with school personnel and observations of student discipline and the implementation of school regulations. The analysis focuses on identifying forms of student misconduct, examining the influence of digital technology on adolescent behavior, and analyzing the strategies schools implement to control student behavior. The results show that several forms of student misconduct still occur, including tardiness, truancy, inappropriate use of mobile phones, and disrespectful behavior toward teachers and peers. Social media and peer influence were also found to affect student behavior. To address these issues, the school implements various measures such as enforcing school regulations, monitoring gadget use, providing counseling services, and strengthening cooperation between teachers and parents. The findings indicate that strengthening social bonds within the school environment plays an important role in preventing juvenile delinquency in the digital era.