Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGROSCIENCE

UJI EFEKTIVITAS WAKTU APLIKASI Trichoderma sp. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI (Capsicum Frutescens L) Febriana, Dela; Sunar, Sunar; Kusuma Tuti, Harlina
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i2.4249

Abstract

Cabai rawit ( Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Cabai memiliki banyak manfaat bagi manusia karena cabai kaya akan protein, lipid, karbohidrat, serat, garam mineral (Ca, P, Fe) dan vitamin A, D3, E, C, K, B2, B12 serta berfungsi sebagai antioksidan. Namun terjadi penurunan produktivitas tanaman cabai disebabkan adanya serangan penyakit tanaman berupa Layu Fusarium. Penanganan penyakit lay fusarium dapat dilakukan dengan menggunakan Trichoderama sp., namun masih kurang efektif karena beberapa hal salah satunya adalah waktu yang tepat untuk pengaplikasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu aplikasi Trichoderma sp. untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai. Penelitian dilakukan dengan membandingkan waktu aplikasi pada 7 hari sebelum tanam, saat tanam, dan 7 hari setelah tanam, aplikasi dilakukan pada tanaman yang telah terinfeksi patogen Fusarium oxysporum dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Hasil penelitian berupa adanya interaksi antara waktu aplikasi Trichoderma sp. dengan jamur patogen Fusarium oxyporum pada tanaman cabai, waktu aplikasi Trichoderma sp. terbaik untuk mengendalikan patogen Fusarium oxysporum terdapat pada saat 7 hari sebelum tanam dengan persentase kelayuan 5.98% dan pada saat tanam dengan persentase kelayuan 6.96%. Waktu aplikasi Trichoderma sp. mempengaruhi pertumbuhan tanaman serta produktivitas tanaman cabai.
PENGARUH KERAGAMAN JENIS ORGANISME TERHADAP KESUBURAN TANAH Febriana, Dela; Susilastuti, Darwati
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i1.4055

Abstract

Sifat-sifat alami tanah berbeda-beda karena pengaruh berbagai faktor dan proses yang terlibat dalam pembentukan tanah dari berbagai jenis bahan induk pada kondisi lingkungan yang berbeda-beda. Organisme berperan sebagai agen hayati yang dapat mempengaruhi sifat kimia, fisik, dan biologi tanah. Organisme tanah dapat digunakan sebagai bioindikator kesuburan tanah, sehingga penting untuk memahami jenis organisme dalam tanah dan peranannya terhadap kesuburan tanah. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi literatur atau studi kepustakaan. Studi literatur melibatkan pengumpulan data dan informasi dengan menggali pengetahuan dan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber seperti buku, tulisan, dan sumber lain yang relevan. Organisme tanah telah diklasifikasikan berdasarkan ukuran tubuhnya menjadi mikroflora (1-100µm, misalnya bakteri dan jamur), mikrofauna (3-120 µm, misalnya protozoa dan nematoda), mesofauna (80 µm - 2 mm, misalnya springtail dan tungau), makrofauna (500 µm-50 mm, misalnya cacing tanah dan rayap), dan tumbuhan berbuluh. Organisme tanah sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah, fungsi ekologi, dan jasa ekosistem karena mereka memediasi proses biologi yang berguna seperti siklus unsur hara dan fiksasi nitrogen, pengendalian hama dan penyakit secara biologi, dekomposisi bahan organik dan penyerapan karbon, pemeliharaan struktur tanah yang baik untuk tanaman, pertumbuhan dan infiltrasi air hujan, dan detoksifikasi kontaminan. Oleh karena itu, proses yang mendukung pemeliharaan kesuburan tanah, fungsi ekologi, dan jasa ekosistem harus didorong dengan penerapan praktik pengelolaan tanah dan tanaman yang mendorong pengembangan komunitas organisme hidup yang sehat dan beragam.