Manurung, Ade Irma
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ali Aksara Teks Manuskrib Salinan Tarjuman Al Mustafid Dalam Makna Surah Al Fatihah Sinaga, Sania Arisa; Hidayat, Muhammad; Manurung, Ade Irma; Harahap, Rida Wahyuni; Br Sembiring, Fitri Handayani; Damanik, Nia Syahfitri
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol 23 No 1 (2024): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Nasional Laa Roiba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v23i1.3211

Abstract

Tarjuman Tafsir al-Mustafid is one of the Quran interpretations written in Arab Jawi (an old Malay-style writing) which is considered as the earliest and the most complete Quran interpretation in Indonesia. This interpretation was written by Sheikh Abdur Rauf al-Singkili, during the reign of Queen Safiyatuddin. There are two views about the writing source of this interpretation, first as the translation of a Baidhawi interpretation and second as the translation of Jalalain and Al-Khazin books. The method applied in the writing of this interpretation can be analyzed from its interpretation and meaning. In term of its interpretation, this book used tahlili (analysis) as it explains the verses in sequence and their content from various aspects, while in term of its meaning it used ijmali (global) as its explanation is in accordance with the meaning of the verses it describes. Keywords: Ali Aksara, Tarjuman Al-Mufasid
Inovasi E-Modul Interaktif Pada Materi Umrah Untuk Siswa MI Izzatussyakira, Izzatussyakira; Sari, Devi Indah; Manurung, Ade Irma; Tanjung, Muaz
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1906

Abstract

Inovasi pengembangan e-modul interaktif materi umrah dilatarbelakangi oleh minimnya ketersedian bahan ajar berbasis elektronik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Hingga saat ini pembelajaran masih didominasi dengan penggunaan bahan ajar cetak, hal ini menunjukkan kurangnya inovasi dan variasi pembelajaran di tengah perkembangan teknologi. Salah satu upaya dalam menjawab tantangan tersebut adalah dengan mengembangangkan e-modul interaktif sebagai alternatif media pembelajaran yang lebih menarik, inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menghasilkan e-modul interaktif materi umrah serta menguji tingkat kelayakan e-modul berdasarkan hasil uji validitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan metode R&D dan menerapkan model pengembangan Alessi dan Trollip yang mencakup 3 tahapan, yaitu berupa planning, design dan development. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan angket. Teknik analisis data berupa analisis kritis terhadap hasil wawancara guru, angket kebutuhan siswa serta uji validitas para ahli bidang media, materi dan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan e-modul interaktif materi umrah layak digunakan sebagai bahan ajar di kelas maupun mandiri untuk siswa MI, hal ini berdasarkan hasil validasi bidang media sebesar 95% (sangat layak), bidang materi sebesar 96% (sangat layak) dan bidang bahasa sebesar 77% (layak).
Etika Berkomunikasi Dalam Hadist Dan Tantangan Media Sosial Di Era Digital Hakim, Arif Rahman; Sundari, Krenniti; Pulungan, Nur Sa’adah; Manurung, Ade Irma; Sinaga, Ali Imran
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2417

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai etika komunikasi dalam hadist Nabi Muhammad SAW dan terkait relevensinya dengan berbagai tantangan komunikasi pada media sosial di era digital seperti zaman saat ini. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, terutama melalui media sosial yang memungkinkan interaksi berlangsung dengan cepat, luas, dan tanpa batas. Namun, kemudahan tersebut juga membawa berbagai persoalan dan tantangan seperti penyebaran informasi palsu, menganggu sosial hingga konflik sosial. Dengan menggunakan metode library research dan teknik analisis data terhadap hadist dan daftar pustaka dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etika komunikasi dalam hadist dan juga tantangan yang terkait dalam media sosial di era digital zaman sekarang. Hasil penelitian menegaskan bahwa penerapan etika komunikasi yang bersumber dari hadist dapat memperbaiki kualitas interaksi di dunia maya dan mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih etis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, pada hasil penelitian juga memaparkan bahwa tantangan media sosial di era digital sekarang dapat mengganggu sosial hingga dapat menyebabkan konflik sosial dsb. Kesimpulannya yaitu etika komunikasi menjadi landasan penting dalam menghadapi dan mencegah berbagai tantangan media sosial di era digital.
Konsep Ajaran Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dalam Membangun Toleransi Keagamaan Pada Generasi Z di Era Digital Hakim, Arif Rahman; Manurung, Ade Irma; Lubis, Maryam; Lubis, Zulfahmi; Basri, Muhammad
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2132

Abstract

Era digital informasi memberikan dampak besar terhadap pola keberagamaan Generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital. Akses terhadap informasi keagamaan menjadi semakin cepat dan tidak terbatas, terutama melalui media sosial, platform video, dan forum diskusi berani. Kondisi ini memberikan peluang bagi Generasi Z untuk memperdalam pemahaman keislaman, mengakses kajian para ulama, serta terhubung dengan komunitas keagamaan global. Namun di sisi lain, derasnya arus digital juga membawa risiko buruk berupa penyebaran paham kebencian, radikalisme, fanatisme sempit, dan fenomena informasi intoleransi berbasis agama. Informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, provokatif, dan bersifat hitam-putih seringkali mempengaruhi cara berpikir Generasi Z yang cenderung kritis tetapi emosional dan cepat bereaksi. Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) memiliki relevansi penting sebagai pedoman keberagamaan. Nilai tawassuth (moderasi), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan untuk memahami agama secara rahmatan lil ‘alamin. Internalisasi nilai-nilai Aswaja mampu mengarahkan Generasi Z untuk inklusif, menghargai perbedaan, dan menghindari pemahaman keagamaan yang ekstrem. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai Aswaja dapat membentuk toleransi keagamaan dalam kehidupan Generasi Z di tengah derasnya arus informasi digital. Metode penelitian menggunakan kajian literatur dari buku, artikel ilmiah, dan jurnal akademik yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Aswaja melalui pendidikan formal, nonformal, dan pemanfaatan media digital berkontribusi signifikan dalam memperkuat sikap toleransi keagamaan serta mencegah pengaruh radikalisme dan ekstremisme pada Generasi Z.