Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Metode Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS) Berbasis Web dan Management By Objective (MBO) Pada Penilaian Kinerja Karyawan Bagian Produksi CV. Bentala Java Industri Apriliani Hia, Yayu Clara; Hunusalela, Zeny Fatimah; Sinambela, Sahat
Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jitkom.v8i1.001

Abstract

Sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat vital bagi sebuah perusahaan. Salah satu kegiatan penting dari manajemen sumber daya manusia adalah penilaian kinerja karyawan (performance appraisal). Dengan dilakukannya penilaian kinerja terhadap karyawan maka akan memberikan gambaran pada perusahaan seperti apa perilaku karyawan berkaitan dengan pekerjaannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah merancang sistem penilaian kinerja karyawan agar penilaian tidak cenderung subjektif. Metode yang dapat digunakan dalam penilaian kinerja karyawan ini adalah Metode Behaviorally Anchor Rating Scale berbasis web dan Management By Objective (MBO). Metode BARS diterapkan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan. Selanjutnya, sistem berbasis web diterapkan untuk membantu merekap data penilaian kinerja yang dilakukan berdasarkan metode BARS. Kemudian, metode MBO diterapkan untuk membuat target dan sasaran yang ingin dicapai perusahaan dan memberikan umpan balik terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis pada metode BARS yaitu penilaian didasarkan pada peristiwa kritis dimana peristiwa kritisnya terdiri atas 2 faktor yaitu perilaku kerja dan kepribadian. Untuk sistem BARS berbasis web hasil yang diperoleh adalah sistem format input data yang secara otomatis akan menyimpan data kedalam database. Sedangkan analisis yang diperoleh pada metode MBO adalah seorang penyelia sebagai pemimpin harus terlebih dahulu menentukan tujuan organisasi lalu menyusun beberapa tujuan departemen khususnya bagian produksi.
Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja di PT. Binangkit Baja Mulya Irvan, Muhammad; Manik, Martua; Thaufani, Argi; Sinambela, Sahat
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v7i6.25122

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal penting yang harus diperhatikan untuk menghindari terjadinya risiko dan kecelakaan kerja. Penyebab utama kecelakaan kerja terjadi karena faktor manusia dan lingkungan kerja. Faktor manusia lebih banyak ditemukan, hal ini disebabkan ketidakdisplinan dan kurangnya pemahaman penerapan K3 sesuai SOP yang berlaku selama melakukan aktifitas kerja. Tingginya angka kecelakaan kerja akibat kelalaian penggunaan atribut keselamatan juga menjadi faktor penyebab. Oleh sebab itu, perlu adanya edukasi dan pemahaman penerapan kedisiplinan terhadap K3 sesuai SOP yang baik dan benar. Pelatihan pemahaman penerapan K3 sesuai SOP memberikan dampat positif bagi peserta. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil nilai soal Pre-Test dan Post-Test, dimana sebelumnya hanya 1 dari 7 peserta mendapat nilai 80 dan setelah mendapat materi pelatihan menjadi 5 peserta dengan nilai 90. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif dari peserta pelatihan akan pentingnya arti dari keselamatan kerja, sehingga dapat meningkatkan image perusahaan, peningkatan sense of belonging, efisiensi dan mengurangi waste sebagai tujuan abdimas ini.
Optimalisasi Jumlah Produksi Genteng Berdasarkan Peramalan Penjualan 2024 dengan ARIMA dan Simpleks Sutrisno, Sutrisno; Rahman, Arif; Sinambela, Sahat
Semnas Ristek (Seminar Nasional Riset dan Inovasi Teknologi) Vol 9, No 1 (2025): SEMNAS RISTEK 2025
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/semnasristek.v9i1.7515

Abstract

Berlian Beton merupakan pabrik yang memproduksi genteng beton dengan tiga varian, yaitu garuda, multiline dan stone yang mulai beroperasi pada tahun 2018. Pada tahun 2020 Berlian Beton memulai penjualan terbuka melalui digital marketing seperti ecommerce, mesin pencari dan media sosial. Dengan penjualan terbuka muncul permasalahan dalam memproyeksikan kebutuhan jumlah produksi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menentukan perencanaan jumlah produksi yang optimal sesuai dengan batasan-batasan atau kemampuan berdasarkan peramalan permintaan penjualan. Pada penentuan jumlah permintaan penjualan untuk tahun 2024 digunakan metode ARIMA dalam melakukan peramalan berdasarkan data permintaan penjualan tahun 2023 untuk garuda sejumlah 425.400, multiline 210.200, dan stone 125.600. Dengan menggunakan ARIMA diperoleh proyeksi permintaan penjualan tahun 2024 untuk garuda 677.952, multiline 465.612, dan stone 358.568. Dari data proyeksi permintaan penjualan tahun 2024 tersebut digunakan untuk memperoleh jumlah produksi yang optimal dengan batasan-batasan atau kemampuan Berlian Beton yang dijadikan sebagai variabel diantaranya keuntungan dalam rasio garuda 54, multiline 80, dan stone 80, kemudian kapasitas penyimpanan 300.000, kapasitas produksi 80.000 dan modal kerja sebesar Rp. 300.000.000, sehingga diperoleh jumlah produksi yang optimal untuk garuda 198.517, multiline 465.610, dan stone 295.873, dimana terdapat gap (stockout) garuda 426.392, multiline 5.536, dan stone 32.617.
Edukasi Penerapan Prinsip Ergonomi Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Pada Rumah Hawwa Manik, Martua; Irvan, Muhammad; Sinambela, Sahat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9436

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional di Indonesia. Namun, sebagian besar masih mengandalkan kerja manual dengan peralatan sederhana, penataan ruang kerja yang kurang optimal, dan minim perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan pekerja, sehingga sering menimbulkan keluhan fisik yang berdampak pada penurunan produktivitas yang saat ini dirasakan oleh UMKM Rumah Hawwa sebagai mitra kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang fashion muslimah dan aksesori. Penerapan ergonomi menjadi langkah strategis dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, diharapkan prinsip ergonomi dapat diterapkan untuk meningkatkan kesehatan, kenyamanan dan efisiensi kerja. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, penyuluhan, pembekalan materi, pelatihan, pendampingan penerapan ergonomi saat bekerja, serta evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Depok pada Mei–Juli 2025 dengan melibatkan empat orang karyawan Rumah Hawwa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja sebesar 32,1% setelah dilakukan penyuluhan dan pendalaman materi. Implementasi prinsip ergonomi juga memberikan dampak positif yang signifikan, ditunjukkan melalui perubahan nyata dalam penataan area kerja, perbaikan postur tubuh saat bekerja, serta pengaturan penggunaan peralatan produksi. Perubahan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan dan efisiensi kerja, sekaligus mengurangi keluhan fisik seperti kelelahan dan nyeri otot yang sebelumnya dialami pekerja. Secara keseluruhan, penerapan ergonomi pada mitra Rumah Hawwa terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung keberlanjutan usaha UMKM melalui kondisi kerja yang lebih sehat dan optimal
Perancangan Ulang Fasilitas Kereta Galon Dengan Pendekatan Konsep Ergonomi di PT.XYZ Sinambela, Sahat
Journal of Academia Perspectives Vol 2, No 2 (2022): Journal of Academia Perspectives
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jap.v2i2.1123

Abstract

Gallon Stroller (Troly) used in PT. XYZ to transport gallons of packaged drinks between work stations, initial data was obtained from research at the workplace of the operator experiencing complaints of MSDs Musculoskeletal Disorders, then after conducting research on the assessment of the Nurdic Body Mapping (NBM) score, the average was above 48% and 43%, the results analysis of work postures and with Rapid Upper Limb Assessment REBA all work systems have high complaints scores so they must be repaired immediately, using anthropometric size considerations it is also found that the size of the operator and the size of the tool experience significant differences, after an analysis of work postures is not ideal and needs to be improved immediately, to achieve the ideal working posture by redesigning the stroller, taking into account the previous anthropometric data of height, 296 cm, and length. 359 cm, changed to 370.6 cm and the addition of assistive devices as a footstool to overcome MSDs Musculoskeletal Disorders, and changing the method to work, a stroller is proposed from a manual drive using an electric motor and a new grip design, with anthropometric concepts, and REBA analysis. after the use of the new design was analyzed with the concept of percentile and REBA, all work postures decreased from very high complaints level reaching 13 on a risk scale to 4 low
Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke: Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke Azizah, Tania Nur; Hunusalela, Zeny Fatimah; Sinambela, Sahat
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art2

Abstract

Masalah yang terjadi pada Pabrik Tahu XYZ adalah banyaknya produk tahu yang mengalami kecacatan saat proses produksi. Penelitian ini menggunakan konsep Six Sigma dengan usulan perbaikan menggunakan Poka Yoke sehingga dapat mengurangi terjadinya kecacatan. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai sigma yang telah dicapai sebesar 3.49 yang berarti perusahaan dalam kondisi yang cukup baik. Penyebab kecacatan dominan pada defect potongan tidak rata dengan persentase sebesar 21,5%. Adapun 4 faktor penyebabnya yaitu komposisi bahan baku kurang sesuai, alat ukur dilakukan secara manual, kadar air yang terlalu tinggi, dan alat potong konvensional. Nilai RPN tertinggi dari hasil fuzzy FMEA  208 yaitu pada alat potong konvensional yang menyebabkan potongan tahu tidak merata. Usulan perbaikan pada penelitian ini dengan metode Poka Yoke berupa usulan alat potong tahu yang memiliki plat potong pisau tahu dengan ukuran 7 x 7 cm serta ketebalan pisau 3 mm. Dapat disimpulkan bahwa usulan yang dapat diberikan berupa alat pemotong tahu otomatis dengan plat potong yang sudah disesuaikan dengan standar ukuran tahu pada Pabrik Tahu XYZ. Pabrik tahu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecacatan pada defect potongan tidak rata.