Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PERLINDUNGAN EKOSISTEM PESISIR DI PANTAI CERMIN Meilinda Suriani Harefa; Helen Sinuraya; Muhammad Fadli; Tri Wandani Lase
Bagimu Negeri Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v6i2.1868

Abstract

Pantai Cermin terletak di Desa Pantai atau biasa disebut Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Situs ini terletak pada koordinat 3039'04.77"LU dan 98059'18.05"BT dan berjarak sekitar 60 km sebelah selatan pusat kota Medan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.Pantai Cermin merupakan pantai yang banyak dikunjungi oleh pengunjung karena lingkungannya yang bersih dan lautnya yang putih. Namun dibalik keindahan pantainya, menurut penelitian lapangan banyak terdapat sampah seperti sampah plastik dan sampah organik di sekitar Pantai Cermin, permasalahan lain yang ditemukan di lapangan adalah tidak adanya mangrove yang melindunginya. pantai untuk mencegah tsunami/banjir Berdasarkan permasalahan di atas, perlunya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Dalam penelitian ini, kami menggunakan analisis data kualitatif. Ketika dalam proses analisis data, analisis dan klasifikasi data diperoleh dari wawancara dan dokumen dari observasi, kesimpulan disajikan agar mudah dipahami.
Mengubah Limbah Menjadi Eco-Enzim: Strategi Efektif Menghadapi Limbah Sayur Dan Buah Di Pasar Raya MMTC Medan Ellma Aggresia Br Purba; Dhea Zuhrika; Fadila Khoiri; M. Hayqal Adibya; Meilinda Suriani Harefa
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i1.844

Abstract

People throw away rubbish every day without stopping. Garbage disposal increases the amount of organic and inorganic waste. Organic waste comes from plants such as vegetables and fruit. Currently inorganic waste comes from plastic, bottles and household furniture. Until now, waste processing has not been optimal, but there is waste that can be processed into something useful and of economic value. Limited knowledge and lack of skills are obstacles in waste disposal. Therefore, waste processing efforts are needed, such as processing organic waste into eco-enzymes. This research uses a literature review method.
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE YANG BERKELANJUTAN DI PANTAI PALUH GETAH Meilinda Suriani Harefa; Alvin Pratama; Erlina Teresia Sihombing; Iqbal Ilvaldo; Nindy Asyifa Putri; Yolanda Pratiwi Sembiring; Yunda Fitri Ramadani
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 8 No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v8i1.7457

Abstract

Ekowisata mangrove berkelanjutan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ekowisata mangrove berkelanjutan tidak hanya melibatkan wisatawan dalam aktivitas pengamatan dan penelusuran keindahan alam, tetapi juga menyediakan pendidikan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove, termasuk di Pantai Paluh Getah yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove yang berkelanjutan di Pantai Paluh Getah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Paluh Getah dengan ekosistem mangrove yang kaya dan panorama alam yang memukau, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata yang berkelanjutan. Ekowisata mangrove di Pantai Paluh Getah tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Ekowisata mangrove dapat membantu menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi pencemaran serta meningkatkan citra daerah sebagai daerah yang peduli terhadap lingkungan. Untuk mencapai SDGs di Pantai Mangrove Paluh Getah, optimasi pengelolaan ekowisata mangrove harus dilakukan dengan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak. Pemerintah perlu memperkuat regulasi dan kebijakan terkait pengelolaan ekowisata mangrove untuk memastikan kelestarian ekosistem dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
Analysis of Survival and Growth Rates of Young Mangroves Sabila Martin Dalimunte; M. Taufik Rahmadi; Meilinda Suriani Harefa; Eni Yuniastuti; Zulfajri Zulfajri; Eka Suci Anja Kusumawati; Dewi Permata Sari; Bagus Setiawan
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 7, No 1 (2026): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v7i1.18702

Abstract

Mangrove ecosystems in Indonesia play an important role in coastal protection and biodiversity conservation. However, degradation caused by land-use change and past extreme events has increased the need for effective rehabilitation. Analysis of mangrove growth at an early stage is important because this phase determines the success of long-term restoration. This study aimed to analyze the survival rate and vegetative growth of young mangroves across six coastal villages in Simeulue Regency, Aceh Province, using a comparative site-based approach. Field surveys were conducted in October 2023 using purposive sampling and 1 × 1 m quadrat plots. Observed parameters included survival rate, plant height, stem diameter, species composition, and basic environmental conditions. Results showed significant variation among locations. Tanjung Raya (96.25%), Sambay (93.88%), and Ganting (92.88%) were categorized as highly successful (>80%). Labuan Bakti (68.68%) was moderate, while Pulau Bengkalak (42.15%) and Luan Balu (55.86%) were low. Vegetative growth did not always align with survival rate. Tanjung Raya showed both high survival and strong growth, while Luan Balu exhibited relatively high growth despite lower survival, indicating possible selective environmental pressure. Pulau Bengkalak had both low survival and moderate growth, reflecting ecological constraints. Biotic (crabs, snails), abiotic (tidal dynamics), and anthropogenic (livestock disturbance) factors influenced early mortality. Overall, successful mangrove rehabilitation depends not only on planting efforts but also on site suitability and adaptive local management.