Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Sekolah sebagai Upaya Peningkatan Manajemen Pendidikan Moh. Nasir; Ady Alfan Mahmudinata; Hafidulloh; Miftah Ulya; Fauzan Akmal Firdaus
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/mbznza39

Abstract

Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan suatu negara, dan manajemen pendidikan yang efektif menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini mengeksplorasi strategi pemberdayaan sekolah sebagai upaya untuk meningkatkan manajemen pendidikan di Indonesia. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan analisis studi kasus untuk memahami implementasi strategi pemberdayaan di beberapa sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi sekolah dan pengembangan kepemimpinan adalah elemen kritis dalam meningkatkan manajemen pendidikan. Otonomi memberikan kebebasan kepada sekolah untuk merancang kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan lokal. Kepemimpinan yang efektif, terutama oleh kepala sekolah, menjadi katalisator untuk merangsang inovasi dan motivasi staf pendidik. Tantangan dalam manajemen pendidikan, seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan kurikulum yang dinamis, memerlukan solusi yang terpadu. Pemberdayaan sekolah, dengan fokus pada keterlibatan guru, orang tua, dan masyarakat, muncul sebagai solusi yang potensial. Melalui program pelatihan dan pengembangan, guru dapat mengatasi tantangan teknologi dan memperbarui keterampilan pedagogis mereka. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini mencakup perlunya dukungan pemerintah dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pemberdayaan sekolah, pelatihan kepemimpinan yang lebih baik, dan kolaborasi yang lebih erat antara lembaga pendidikan dan industri. Rancangan program pemberdayaan sekolah juga diusulkan sebagai landasan konkrit untuk implementasi strategi ini.
Peran Motivasi dan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan Di RSUD Dr. Soetomo Hafidulloh; Ratnaningtyas, Dyah
Improvement: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 September 2024
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/imp.v4i2.24370

Abstract

This study aims to analyze the influence of motivation, organizational culture, and work discipline on employee performance at Dr. Soetomo Hospital, using the Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) method to evaluate the relationship between variables. Data were obtained through questionnaires filled out by 50 hospital employees. The results show that motivation has a very significant and positive influence on employee performance, with a T-Statistic of 3.522 and a P-Value of 0.000. Organizational culture also shows a significant and positive influence, with a T-Statistic of 3.524 and a P-Value of 0.000. In addition, work discipline also has a significant effect on employee performance, with a T-Statistic of 2.004 and a P-Value of 0.046. However, the effect of motivation on work discipline is not significant at the 95% confidence level (T-Statistic = 1.800 and P-Value = 0.072), although it is close to being significant at the 90% confidence level. The influence of organizational culture on work discipline is also not significant (T-Statistic = 0.158 and P-Value = 0.875). This study concludes that motivation and organizational culture play an important role in improving employee performance, with work discipline also contributing significantly. Further research is recommended to expand the sample and explore additional variables. Keywords: Motivation, Organizational Culture, Work Discipline, Employee Performance, Hospital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di RSUD Dr. Soetomo, menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 50 karyawan rumah sakit. Hasil menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh sangat signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan, dengan nilai T-Statistic 3,522 dan P-Value 0,000. Budaya organisasi juga menunjukkan pengaruh signifikan dan positif, dengan T-Statistic 3,524 dan P-Value 0,000. Selain itu, disiplin kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan T-Statistic 2,004 dan P-Value 0,046. Namun, pengaruh motivasi terhadap disiplin kerja tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95% (T-Statistic = 1,800 dan P-Value = 0,072), meskipun mendekati signifikan pada tingkat kepercayaan 90%. Pengaruh budaya organisasi terhadap disiplin kerja juga tidak signifikan (T-Statistic = 0,158 dan P-Value = 0,875). Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi dan budaya organisasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan disiplin kerja turut memberikan kontribusi signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel dan mengeksplorasi variabel tambahan. Kata Kunci: Motivasi Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan, Rumah Sakit
Peran Motivasi dan Budaya Organisasi Dalam Meningkatkan Disiplin Kerja dan Kinerja Karyawan Di RSUD Dr. Soetomo Hafidulloh; Ratnaningtyas, Dyah
Improvement: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 September 2024
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/imp.v4i2.24370

Abstract

This study aims to analyze the influence of motivation, organizational culture, and work discipline on employee performance at Dr. Soetomo Hospital, using the Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) method to evaluate the relationship between variables. Data were obtained through questionnaires filled out by 50 hospital employees. The results show that motivation has a very significant and positive influence on employee performance, with a T-Statistic of 3.522 and a P-Value of 0.000. Organizational culture also shows a significant and positive influence, with a T-Statistic of 3.524 and a P-Value of 0.000. In addition, work discipline also has a significant effect on employee performance, with a T-Statistic of 2.004 and a P-Value of 0.046. However, the effect of motivation on work discipline is not significant at the 95% confidence level (T-Statistic = 1.800 and P-Value = 0.072), although it is close to being significant at the 90% confidence level. The influence of organizational culture on work discipline is also not significant (T-Statistic = 0.158 and P-Value = 0.875). This study concludes that motivation and organizational culture play an important role in improving employee performance, with work discipline also contributing significantly. Further research is recommended to expand the sample and explore additional variables. Keywords: Motivation, Organizational Culture, Work Discipline, Employee Performance, Hospital Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di RSUD Dr. Soetomo, menggunakan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Data diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 50 karyawan rumah sakit. Hasil menunjukkan bahwa motivasi memiliki pengaruh sangat signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan, dengan nilai T-Statistic 3,522 dan P-Value 0,000. Budaya organisasi juga menunjukkan pengaruh signifikan dan positif, dengan T-Statistic 3,524 dan P-Value 0,000. Selain itu, disiplin kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan T-Statistic 2,004 dan P-Value 0,046. Namun, pengaruh motivasi terhadap disiplin kerja tidak signifikan pada tingkat kepercayaan 95% (T-Statistic = 1,800 dan P-Value = 0,072), meskipun mendekati signifikan pada tingkat kepercayaan 90%. Pengaruh budaya organisasi terhadap disiplin kerja juga tidak signifikan (T-Statistic = 0,158 dan P-Value = 0,875). Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi dan budaya organisasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan disiplin kerja turut memberikan kontribusi signifikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas sampel dan mengeksplorasi variabel tambahan. Kata Kunci: Motivasi Budaya Organisasi, Disiplin Kerja, Kinerja Karyawan, Rumah Sakit
CREATIVE KPI MODEL: A BEHAVIORAL APPROACH TO EVALUATING THE PERFORMANCE OF VISUAL COMMUNICATION DESIGNERS Ferry Eldeni T; Gogi Kurniawan; Dani Rohmati; Hafidulloh
Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jmie.v3i1.3099

Abstract

This study aims to identify the work behavior patterns of visual communication designers and to develop appropriate Key Performance Indicators ( KPIs ) to support People Management at Ruang Creative Surabaya. Employing a qualitative approach with a case study design , data were collected through interviews , observations , and document analysis , then validated using triangulation and analyzed via thematic analysis . The study identified six main dimensions of work behavior : quality of work , timeliness , initiative , cooperation , personal qualities , and creativity . These dimensions were formulated into a KPI framework with proportional weighting , where quality of work (25%) and timeliness (20%) are prioritized , while the other dimensions complement qualitative aspects reflecting creativity , collaboration , and integrity . This research contributes in three ways : theoretically , by expanding performance management studies through the integration of behavior and creativity ; practically , by providing an evaluation framework that balances organizational discipline with artistic freedom ; and contextually , by enriching Indonesian creativity industry literature with empirical evidence from a local design agency