Rokhmatika, Nailu
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effectiveness of The Simakan Application Model (Android-Based Counselor Management System) In Improving Guidance and Counseling Management Planning in Mgbk Vocational Schools in The City of Semarang Awalya, Awalya; Khiyarusholeh, Ujang; Muslikah, Muslikah; Rokhmatika, Nailu; Adytia Oktava, Muhammad; Khafidhotul Labibah, Azmia; Indah Fajrianti, Dian Safitri
Jurnal Bimbingan Konseling Vol 12 No 3 (2023): Special Issue
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jubk.v12i3.75511

Abstract

Guidance and counseling service activities in schools can now be assisted by technological advances, one of which is online based. The successful performance of counselors as part of the education system is influenced by many factors such as the ability to master the use of technology and the implementation of management. Objective: The aim of this research is to test whether the SIMAKAN Application Model (Android Based Counselor Management System) is effective in improving MGBK Guidance and Counseling Management Planning throughout the City of Semarang. Methods: this research is quantitative research with a quasi-experiment research design with a true experiment approach with the research population, namely guidance and counseling teachers, members of the Semarang City Vocational School MGBK. This research uses a pretest-posttest control group design. Findings: The research results showed that there was an increase after being given training with a range of 5.32 with a significance value > 0.05. Conclusion: The research results show that the SIMAKAN application training has proven to be effective in increasing the competency of Guidance and Guidance Teachers in Semarang City Vocational Schools.
Implementasi Model Konseling Komprehensif Berbasis Pesantren Kibtiyah, Maryatul; Rokhmatika, Nailu; Komarudin, Komarudin; Algifahmy, Ayu Faiza; Khasanah, Rosa Maulida
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 5 No. 1 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i1.1811

Abstract

Pesantren merupakan lembaga Pendidikan yang memberikan pembelajaran full 24 jam. Pesantren menjadi wadah pembentukan karakter bagi para santri dengan penanaman nilainilai agama yang luhur. Pembelajaran full 24 jam mengharuskan santri mampu membagi waktu dengan baik, namun tak jarang hal ini menjadi salah satu problematika bagi para santri, terutama santri baru dalam proses penyesuaian diri. Aktivitas dan kegiatan yang padat sering menjadikan santi mengalami beberapa problematika yang mengakibatkan santri memilih untuk meninggalkan pesantren. Penyesuaian diri menjadi problematika tertinggi dengan prosentase 43%. Data ini diperoleh melalui need assessment pada 300 santri yang digunakan sebagai sampel. Problematika penyesuaian diri menjadi penting dalam pengentasan masalah pada santri. Salah satunya melalui pemberian bantuan layanan konseling secara komprehensif yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya pesantren. Bantuan layanan konseling bertujuan sebagai penanganan problematika santri berkaitan dengan penyesuaian diri baik pada aspek akademik maupun social. Layanan konseling komprehensif memberikan bantuan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen pondok pesantren seperti kyai, asatid dan astaidzah, orang tua dan teman-teman disekitar tempat tinggal santri dan menggunakan nilainilai budaya pesantren agar santri dapat mengadaptasi secara cepat dan tepat. Konseling secara komprehensif pada santri mengintegrasikan budaya pesantren yang mengamalkan nilai-nilai agama Islam yang diajarkan dipondok pesantren melalui integrasi ayat dan hadis yang disederhanakan dengan kehidupan sehari-hari secara sederhana. Pengintegrasian dilakukan untuk mengentaskan permasalahan yang sering dialami dalam pondok pesantren diantaranya; Bullying, penyesuaian diri, ekonomi dan akademik. Penggunaan layanan konseling komprehensif berbasis budaya pesantren memungkinkan konselor dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh pada santri dengan melibatkan seluruh steakholder yang ada di lingkungan pondok pesantren, sehingga mampu membantu santri lebih berkembang secara akademik dan mampu menyelesaikan masalah yang dialami secara mandiri dengan integrasi nilai-nilai budaya pesantren yang adaptif.
Model Konseling sebaya Berbasis Budaya Pesantren Untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Rokhmatika, Nailu; Roikhatul Janah
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i2.658

Abstract

Self-adjustment is a crucial ability for new students (santri) in adapting to the pesantren environment, which is characterized by its unique culture and strict regulations. Many santri face adaptation challenges that can negatively impact their comfort and academic performance. This study aims to develop a peer counseling model based on pesantren culture as a strategy to enhance the self-adjustment of new santri. Using a Research and Development (R&D) approach, this study follows three main stages: initial information gathering, planning, and model development. The outcome of these stages is the formulation of a peer counseling model contextualized with pesantren values such as solidarity, simplicity, and obedience to religious teachings. This model is expected to serve as a practical guide for counselors and educators in assisting new santri to overcome adaptation difficulties effectively through trained peer support. The findings contribute theoretically to the development of culturally-based guidance and counseling, and offer practical benefits in improving the psychological well-being of students in the pesantren environment
Pengembangan Instrumen Self-Esteem Coopersmith (Citra Diri) Rokhmatika, Nailu; Muslikah , Muslikah
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-esteem (citra diri) merupakan komponen yang penting dalam kehidupan individu, self-esteem dapat membangkitkan rasa percaya diri, rasa yakin pada kemampuan diri, rasa berguna dan rasa bahwa kehadirannya diperlukan di dunia ini. Coppersmith mendefinisikan self-esteem sebagai evaluasi individu dalam memandang dirinya, terutama berkaitan dengan sikap menerima dan menolak. Menurut Coopersmith (Coopersmith, 1967) pembentukan self-esteem dipengaruhi oleh beberapa aspek yaitu keberatian individu (significance), kebajikan (virtue), kekuatan individu (power) dan kompetensi (competences). Pengembangan instrument self-esteem pada siswa beradsarkan pada definisi operasional self-esteem yang dikembangkan oleh Coopersmith pada bukunya yang berjudul The Antecedents of Self-Esteem pada tahun 1967 dengan aspek-aspek yang diambil dari Coopersmith Self-esteem Inventory (CSEI). Pengembangan instrument self-esteem coopersmith ini dilakukan dengan menggunakan skala likret dengan empat skala pengukuran yang diawali dengan angka positif menuju negatife. Instrumen pengembangan self-esteem ini dapat digunakan karena memperoleh nilai validitas instrument dengan nilai 0,05 dan nilai reliabilitas diatas 0,7
Konsep Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Kitab 'Uqud Al-Lujjayn Dan Relevansinya Terhadap Konseling Keluarga Berbasis Gender Umriana , Anila; Rokhmatika, Nailu
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak merupakan kebenaran dan kewenangan melakukan sesuatu. Sedangkan kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Hak dan kewajiban merupakan dua unsur yang harus berjalan beriringan dalam kehidupan. Salah satunya dalam konteks kehidupan berumah tangga, kedua komponen ini harus dipenuhi secara seimbang. Konsep hak dan kewajiban suami istri dalam relasi rumah tangga merupakan hal yang sangat penting diketahui. Hal ini agar terciptanya keseimbangan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam masalah keadilan gender dalam rumah tangga. Keseimbangan dalam kehidupan berkeluarga akan menjadikan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Penelitain ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (Library Research) dengan menggunakan metode analisis deskriptif, ekstrapolasi dan heuristik. Penulis melakukan penelitian dengan mengumpulkan data-data melalui sumber-sumber tertulis baik buku maupun jurnal berkaitan dengan konsep hak dan kewajiban menurut Imam Nawawi al-bantani dalam kitab 'Uqud al-Lujjayn, serta mengenai konseling keluarga berbasis gender atau yang dikenal dengan istilah GAC (gender aware counseling). Penelitian ini menjadikan kitab ‘uqudulujaiyn sebagai objek material secara kongkrit dengan menggunakan analisis hermenetik.