Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

TANGGUNG JAWAB GEMBALA SIDANG DALAM MEMBIMBING KERUKUNAN HIDUP JEMAAT DI GSJA ANUGERAH SP IV JANGKANG KABUPATEN SANGGAU Veronika Pina; Henni Somantik; Markus Amid; Eliantri Putralin
Jurnal DIKMAS Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal DIKMAS
Publisher : Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/dikmas.v4i1.53

Abstract

Tanggung jawab gembala sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang sangat dibutuhkan dalam hidup berjemaat, karena jemaat merupakan bagian dari masyarakat luas yang harus hidup rukun. Tujuan penelitian untuk mendorong gembala Sidang dalam membimbing kerukunan hidup jemaat di GSJA Anugerah SP IV Jangkang supaya jemaat tetap hidup dalam kerukunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data dan informasi yang diperoleh kata atau narasi kemudian dapat dideskripsikan, dinarasikan, dan dijelaskan agar maknanya semakin jelas. Sumber data berasal dari para informan yaitu gembala sidang, majelis jemaat, dan anggota jemaat GSJA dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan data dari penelitian ini adalah: (1) Gembala sidang memotivasi jemaat agar hidup rukun; (2) gembala sidang dapat mengunjungi Jemaat GSJA Anugerah SP IV Jangkang; (3) gembala sidang mengajar jemaat agar hidup percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; (4) harapan gembala sidang agar seluruh anggota jemaat dapat menguasai diri dari dosa, selalu berdoa, dan mendukung gembala dalam pelayanan. Kesimpulan: gembala sidang GSJA Anugerah SP IV Jangkang telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik dalam membimbing dan mengarahkan jemaat berdasarkan pengajaran Yesus Kristus.
Peranan Gembala Sidang Dalam Pengembangan Ekonomi Warga Jemaat Di GBI Jemaat Kairos Desa Kampet Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak Tegar Proskunatas Musaputra; Markus Amid; Henni Somantik; Marthen Mau
Jurnal DIKMAS Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal DIKMAS
Publisher : Biro Pengelolaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarat SETIA Ngabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/dikmas.v4i2.61

Abstract

Gembala sidang memiliki peranan penting di dalam suatu jemaat. Karena gembala sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas hidup jemaat di dalam mengarahkan, mengatur dan memimpin jemaat kepada pengenalan yang baik dan benar tentang Firman Tuhan. Gembala juga memberi perhatian perekonomian kepada jemaat yang dilayani. Gembala sebagai penggagas dan inspirator bagi jemaat dalam pengembangan ekonomi agar perekonomian jemaat semakin menjadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan gembala sidang dalam pengembangan ekonomi warga jemaat di GBI Jemaat Kairos Desa Kampet. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ialah gembala memberikan pemahaman dan memimpin kepada jemaat untuk mencapai tujuan yang benar tentang pengenalan akan Firman Tuhan sekaligus memberikan teladan sesuai perkataan Firman Tuhan. Kesimpulan; warga jemaat di GBI Jemaat Kairos Kampet perlu mengembangkan perekonomian oleh karena dimotivasi baik dari gembala sidang karena gembala siding berperanan penting dalam memberikan pengarahan, pemahaman, dan memberikan motivasi bagi jemaat untuk terpacu dalam kegiatan pengembangan ekonomi.
Makna Teologis-Tekstual Tujuh Perkataan Yesus di Kayu Salib dan Implikasinya Terhadap Spiritualitas Pelayanan Kristiani Marthen Mau; Henni Somantik
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v3i4.2617

Abstract

The statements of Jesus on the cross represent a deeply theological aspect that must continue to be studied, understood, and applied in today’s Christian ministry. Christian ministry must not ignore the meaning of Jesus’ holy suffering as an expression of His sacrifice to redeem sinful humanity. Unfortunately, there are still some who question the authenticity of this suffering, even believing that the one who was crucified was not Jesus, but one of His disciples or another person. This perspective stands in opposition to the core teachings of the Christian faith.This study aims to narrate the peak quality of Jesus’ holy suffering through His seven last sayings on the cross. The research uses a qualitative method with a library research approach and grammatical analysis of biblical texts. Data were collected from theological literature and analyzed in light of biblical implications concerning the idea of Jesus’ suffering.The findings show that each statement of Jesus on the cross holds profound theological meaning and reflects God’s eternal plan for the redemption of human sin. A grammatical analysis of these texts strengthens the understanding that Jesus’ suffering is not only a historical event but also bears a deep spiritual significance essential for human salvation. Therefore, the teaching of Jesus’ words on the cross must become an integral part of church ministry today to strengthen the faith of believers in the truth of the Gospel.
Intensitas Perkataan Yesus Kristus di Kayu Salib dan Implikasinya bagi Pelayan Kristus Marthen Mau; Henni Somantik
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v3i3.2681

Abstract

The intensity of Jesus Christ's statement when he was crucified is very urgent to continue to be studied, understood, and implied for today's servants of Jesus Christ. Servants of Jesus Christ must not stop teaching and preaching the statements of Jesus Christ when he was crucified to church members. Some people do not recognize the quality of the holy suffering experienced by Jesus Christ to save sinful humans, so they think that the one who was crucified on the cross was not Jesus Christ, but one of His disciples or someone else. This study aims to narrate the peak quality of the holy suffering of Jesus Christ through His words on the cross. Using a qualitative research method with a library research approach and grammatical studies to obtain research results, then analyzed based on biblical implications regarding the idea of ​​Jesus Christ experiencing suffering. In conclusion, through a grammatical analysis of biblical phenomena, the intensity of Jesus Christ's words on the cross must be understood from God's eternal plan for sinful humans.
The Efforts of the Pastor as a Christian Educator in Preventing Interreligious Marriages for Young Christian Youth Siliwarti; Henni Somantik; Markus Amid; Marthen Mau
International Journal of Integrative Sciences Vol. 3 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijis.v3i4.8938

Abstract

Humans live in various tribes, nations, cultures, customs and religions, because diversity cannot be denied so that marriages of different beliefs can occur in society. The occurrence of inter-faith marriages is caused by a lack of awareness among young people regarding the impacts that occur when entering into inter-faith marriages. Based on the current prevalence of interfaith marriages, it is necessary for pastors as Christian educators to make efforts to prevent interfaith marriages from continuing to occur. Through this research, the aim is to explain precisely the efforts of pastors as Christian educators in preventing interfaith marriages for young people in GKII Jerusalem Sebelantau, Sekadau Regency. Researchers used descriptive qualitative research methods through observation, interviews and literature techniques. The results of the research obtained are that if the pastor as a Christian educator continuously educates, teaches, guides, and directs Christian young people to the right path through the word of God, then young people will not enter into interfaith marriages even if there is an interfaith marriage. religion, then through God's help can win for the glory of Christ