Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN DAN PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2018 - 2020 Paulina; Rukismono, Martinus
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 6 No 1 (2022): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2022
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan bank dan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan perusahaan pertambangan sebagai contoh. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari idx.co.id yang meliputi data tahun 2018-2020. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diolah dengan SPSS 23.0 menggunakan model uji-t tidak berpasangan (Uji Beda) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil investasi. . Return On Assets, Return On Equity, dan Earning Per Share dapat secara signifikan meningkatkan kinerja keuangan bank dan perusahaan pertambangan.
GAMBARAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT TK. II KARTIKA HUSADA Nurul Alfhisyahri; Paulina; Yulia
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 1 No 2 (2022): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v1i2.160

Abstract

Rumah Sakit TK. II Kartika Husada merupakan rumah sakit yang mempunyai program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit yang sesuai dengan PMK No.66 tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit TK. II Kartika Husada. Desain dalam penelitian ini adalah desktiptif untuk mengetahui gambaran program Keselamatan dan Kesehatan Kerja RS TK. II Kartika Husada. Penelitian dilakukan pada Februari – Juli 2022. Objek penelitian adalah petugas Bagian K3RS TK. II Kartika Husada. Hasil penelitian Program Keselamatan dan Keamanan Kerja di Rumah Sakit TK. II Kartika Husada temasuk kategori baik telah memenuhi semua kegiatan yang terdapat dalam pertanyaan pada kuesioner, dengan nilai 100%. Pelaksanaan Yankesja di Rumah Sakit TK. II Kartika Husada termasuk kategori baik telah memenuhi 11 kegiatan yang terdapat 14 pertanyaan pada kuesioner yang ada, dengan nilai 77%. Secara keseluruhan program K3RS TK. II Kartika Husada termasuk kategori baik (<70). Sebaiknya pihak rumah sakit melakukan pemeriksaan kesehatan khusus, serta melakukan tindaklanjut hasil pemeriksaan kesehatan, dan menetapkan secara jelas Standar Operasional Prosedur (SOP).
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) OLEH PETANI PENYEMPROT PADI DI DESA SUAH API KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS Nina Julianti; Paulina; Salbiah
Journal of Environmental Health and Sanitation Technology Vol 2 No 1 (2023): Journal of Environmental Health and Sanitation Techology
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jehast.v2i1.242

Abstract

Pestisida merupakan sarana penting bagi petani guna melindungi tanaman dan hasil tanaman dari gangguan hama dan penyakit yang dapat merugikan petani. Oleh karena itu petani harus memiliki perlengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai dengan resiko pekerja yang berfungsi untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang sekitarnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh petani penyemprot padi di Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Jenis penelitianini adalah deskriptif observasional, dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 74 petani yang aktif dalam penyemprotan hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan petani pada penggunaan APD kategori cukup (36,49%), sikap kategori baik (8,1%), perilaku kategori baik (82,4%) dan penggunaan APD kategori tidak lengkap (100%). Dapat disimpulkan bahwa petani penyemprot padi masih memiliki pengetahuan rendah, sikap cukup dan perilaku baik dalam penggunaan alat pelindung diri. Saran bagi Dinas Pertanian khususnya pihak penyuluh pertanian agar melakukan kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan APD secara lengkap saat melakukan penyemprotan pestisida serta tidak melawan arah angin.
Fiscal Transfers and the Persistence of Regional Inequality: A Critical Review of Indonesia's Intergovernmental Funding System Paulina; Adiawaty, Susi
Moneta : Journal of Economics and Finance Vol. 3 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/moneta.v3i4.822

Abstract

This study critically examines the effectiveness of Indonesia’s intergovernmental fiscal transfer mechanisms primarily the General Allocation Fund (DAU) and the Special Allocation Fund (DAK) in addressing persistent regional inequality since the implementation of the post Otonomi Daerah decentralization reforms. The research aims to assess whether these fiscal instruments have fulfilled their redistributive mandate and to identify structural and governance related barriers that limit their impact. Employing a mixed-method approach with secondary data, the study analyzes fiscal gaps, transfer effectiveness, and regional disparities. The analysis combines statistical indices (Gini coefficient, Theil index) with case studies from West Sumatra, East Java, and Eastern Indonesia, complemented by international comparisons and policy evaluations. The findings show that DAU and DAK have expanded fiscal flows to poorer regions but remain constrained by formulaic designs that overlook socio-economic diversity. Administrative inefficiencies, weak planning capacity, and limited accountability reduce fund utilization. Comparative international models suggest alternatives through performance-based and needs-responsive allocation formulas. In conclusion, Indonesia's fiscal transfer framework must evolve from a volume based to an outcome driven model. By incorporating equity sensitive criteria, decentralizing planning autonomy, and strengthening transparency, fiscal transfers can transition from redistributive tools to transformative instruments that narrow regional inequality and foster inclusive national development.
Addressing Global Inequality through Modern Macroeconomic Approaches Paulina; Adiawaty, Susi
Moneta : Journal of Economics and Finance Vol. 2 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/moneta.v2i1.883

Abstract

This narrative review examines the theoretical and empirical developments in macroeconomic thought, focusing on the limitations of conventional models and the emergence of more inclusive and adaptive approaches. The study aims to explore how contemporary macroeconomic theory can better address global inequality, economic volatility, and institutional transformation. Using a structured literature search across Scopus, Google Scholar, and PubMed, the review employed specific keywords such as "macroeconomic theory," "Keynesianism," "policy implications," and "regulatory economics." Inclusion criteria prioritized peer-reviewed articles published within the last 15 years, focusing on diverse macroeconomic schools of thought and their real-world applications. Findings reveal the sustained relevance of Keynesian models, especially during economic crises such as the COVID-19 pandemic, where fiscal interventions played a pivotal role. Criticism of Dynamic Stochastic General Equilibrium (DSGE) models is validated by their inability to reflect social complexities and economic uncertainties. In contrast, agent-based modeling (ABM) offers a more nuanced understanding of economic dynamics. Furthermore, the role of institutional reform in shaping inclusive and sustainable macroeconomic policies is emphasized, particularly in the context of developing countries. The integration of economic, ecological, and ethical dimensions in the "beyond-GDP" framework signals a shift toward a more holistic economic paradigm. These insights underscore the need for continued innovation in macroeconomic modeling and policy design. By adopting interdisciplinary and context-sensitive approaches, policymakers and researchers can better address the structural and systemic challenges of the 21st century.