Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Interaction Study of BCN OH ( Bicyclononyn ) and Pertuzumab in the Development of ADC ( Antibody Drug Conjugation ) Through Virtual Screening Alwia, Nisa; Aden Dhana Rizkita1; Tris Ella Julita Gulo; Nisa Sri Wahyuni; Risma Eka Putri Selay; Ayu Andini Rizki Lestari Rohman; Efriyana Oksal; Kumam Pinky Chanu; Asaduzzaman; Taufik Muhammad Faqih5
Indonesian Journal of Chemical Science Vol. 13 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Chemical Science
Publisher : Prodi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADC (Antibody Drug Conjugation) is a complex molecule consisting of antibodies designed as a targeted therapy to treat disease, or a biologically active cytotoxic drug. Docking simulations of the pertuzumab antibody with the BCN OH ligand were carried out to see the interactions and stable conjugates between the antibody and the ligand as a form of ADC development using three software, consisting of Discovery Studio, pymol and pyrex. The pymol application is used for the preparation of pertuzumab, namely removing residues and water and is used to combine the ligand with the antibody, while the use of Pyrex Autodocx Vina is to determine the conformation of the ligand in binding with the macromolecule. Discovery studio is used to realize the bond between the linker and antibody and see the interactions that occur. This research aims to determine the interaction of pertuzumab with BCN OH as a starting point for selecting a suitable ligand for the ADC product so that later the ADC will be more stable until the target of the simulations carried out is obtained by the results of interactions that occur between pertuzumab and the BCN OH molecule. After being realized in two dimensions, it can be seen that there are amino acid compounds that bind to BCN OH on side B:103, there is lysine, side B:40 proline, side B:38 Arginine, side B:85 Threonine, and on side B:415 there is Air molecules. In the docking process, the presence of lysine bonds is an important factor in looking at the interaction of compounds with their macromolecules, considering that lysine is one of the residues that will bind to the functional groups on the linker to produce ADC products.
REVIEW JURNAL : PENERAPAN NANO EMULSI DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS TINGKAT TUBERKULOSIS Wahyuni, Nisa Sri; Baety, Shelly Siti Nour; Alwia, Nisa; Rizkita, Aden Dhana; Hafidz, Muhammad Rafi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.217

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme cepat korosif, tuberkulosis dapat ditularkan dengan adanya tetesan yang mengandung basil, dan bergantung pada jumlah tuberkel yang terhirup dan daya tahan tubuh seseorang yang terinfeksi tuberkulosis. Dengan adanya peningkatan penyakit TBC pasar farmasi mengembangkan pengobatan pada teknologi pembentukan formulasi dalam bentuk nano yang memiliki banyak keunggulan diantaranya dapat mengurangi degradasi enzimatik dan dapat mengontrol laju pelepasan obat. Akibatnya, aksesibilitas obat dapat dibuat menjadi nanoemulsi. Nanoemulsi adalah kerangka pembawa obat sebagai emulsi dan memiliki ukuran molekul 20-500 nm. Senyawa allicin dapat menghambat Mycobacterium tuberculosis, dan curcumin berhasil memberantas TB mikroorganisme. Tujuan review jurnal ini untuk memberikan informasi mengenai pembuatan nanoemulsi dari bahan alam ekstrak umbi daun bawang putih (Alliun sativum) dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) yang dapat menghambat dan memberantas penyakit tuberkulosis. Pembuatan nanoemulsi menggunakan beberapa metode antara lain ekstraksi, homogenisasi, dan maserasi. Bahan yang digunakan pada ekstrak daun kelor adalah propilen glikol, etanol 96%, VCO, tahap air pendukung fosfat. Sedangkan pada ekstrak umbi bawang putih adalah PEG 400, Virgin Coconut Oil (VCO), Tween 80, etanol 96%, dan aquadest. Surfaktan dan pelarut yang digunakan untuk kedua ekstrak tersebut adalah tween 80 dan 96% etanol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nanoemulsi pada ekstrak umbi bawang putih (Allium sativum) dengan menggunakan hasil konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) 8%. Dari ketiga susunan formulasi pada pengujian stabilitas nanoemulsi, tidak ada perubahan pada pengujian organoleptik, pada uji pH formulasi I dan II tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil yang ditunjukkan pada nilai p-Value 1.000 dan 0,225 (>0,05). Pada formulasi III menghasilkan perbedaan secara signifikan yang ditunjukkan pada nilai p-Value 0,038 (0,05). Sedangkan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk) sebanyak 20% menghasilkan nanoemulsi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 30%, pada perlakuan campuran antara kecepatan 30.000 rpm, dengan suhu ruang sekitar (27-30°C) dan waktu pengadukan selama 20 menit. Pada uji coba kedua ekstrak tersebut, setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil nanoemulsi yang stabil dan memiliki kelarutan yang baik.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Terapi Non Farmakologis Untuk Pengendalian Hipertensi Di Kampung Situhiang, Desa Puraseda Rodhiah, Widi Siti; Saldaw, Antan; Aqila F, Azahra; Yohanes, Kon; Karlina, Lisda; Meri, Meri; Wahyuni, Nisa Sri; Shapira, Shari Bella; Ismiati, Silfia
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 3 (2025): Renata - Desember 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.258

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang memerlukan pengendalian melalui terapi farmakologis dan non farmakologis. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) seperti jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma domestica), dan serai (Cymbopogon nardus) sebagai minuman herbal dapat menjadi alternatif dalam menurunkan tekanan darah secara alami. Jahe berperan melalui mekanisme vasodilatasi dan penghambatan Angiotensin-Converting Enzyme (ACE), kunyit sebagai antiinflamasi dan antioksidan, serta serai sebagai diuretik ringan, memberikan efek sinergis untuk menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Situhiang, Desa Puraseda, Kabupaten Bogor, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan TOGA untuk pencegahan hipertensi. Metode yang digunakan adalah edukasi dan demonstrasi pembuatan minuman herbal. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dengan antusiasme tinggi. Evaluasi menggunakan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 79,66 (pre-test) menjadi 97,24 (post-test). Hasil uji beda (Wilcoxon) menunjukkan peningkatan ini signifikan secara statistik (p < 0,001). Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pengendalian hipertensi secara alami dan mempromosikan pemanfaatan tanaman lokal