Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERAJINAN ANYAMAN SERAT AGEL PADA MAHASISWA JURUSAN TRADISI LISAN DI DEKRANASDA SULTRA La Ode Marhini; Rahmat Sewa Suraya; Agus Rihu; Mursin; Irawati Tapasi; Kiki Reski Wulandari
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3794

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan sekaligus mewariskan pembuatan kerajinan tangan dalam bentuk anyaman berbahan agel yang dapat menciptakan peluang usaha bagi mahasiswa untuk menciptakan lapangan kerja baru. Metode pelaksanaaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa antusias mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan sangat tinggi dan mampu meransang keingintahuan mahasiswa dalam membuat kerajinan anyaman berbahan agel yang dibuktikan dengan hasil praktek mahasiswa yang menghasilkan salah satu produk anyaman serat agel dalam bentuk tas. Hasil praktik mahasiswa tersebut menghasilkan produk anyaman tas yang memiliki struktur dengan kerapian yang baik berdasarkan hasil penilaian dari instruktur.
ANALISIS NARASI LISAN MASYARAKAT NAMBO TENTANG PENYAKIT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT Hasdairta Laniampe; Bainudin; Irawati Tapasi; Taufiq Said
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narasi lisan masyarakat Nambo tentang penyakit terhadap perilaku mereka dalam mencari pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat, dukun/tradisional healer, serta tenaga medis di Desa Nambo, Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan pengobatan didorong oleh Explanatory Model of Illness yang mengklasifikasikan penyakit ke dalam ranah medis-biologis dan spiritual-nonmedis. Narasi lokal mengaitkan penyakit spiritual dengan etiologi personalistik yang dipandang berada di luar jangkauan layanan medis formal. Selain itu, protokol budaya bersyarat sering kali mewajibkan pelaksanaan ritual tradisional sebelum intervensi medis diperbolehkan. Akibatnya, layanan kesehatan formal kerap diposisikan sebagai pilihan terakhir atau alternatif sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakpatuhan dan keterlambatan dalam pengobatan medis bersumber dari konflik antara etiologi budaya dan protokol medis formal. Oleh karena itu, disarankan agar Puskesmas menerapkan pendekatan Culturally Sensitive Care (pelayanan yang peka terhadap budaya) guna menjembatani kesenjangan antara narasi medis dan narasi lokal, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta efektivitas pelayanan kesehatan di masyarakat yang bersifat pluralistik.