Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Usulan Perbaikan Pelayanan Pendidikan Menggunakan Metode QFD dengan Pendekatan Variabel SERVQUAL Hilmana Radhia Putera; Zulfa Fitri Ikatrinasari; Humiras Hardi Purba; Hernadewita Hernadewita
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 9, No 2 (2022): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.9.2.123-131

Abstract

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Kualitas manusia, yang diantaranya tergambarkan pada nilai Indeks Prestasi Manusia (IPM), dapat ditingkatkan melalui pendidikan. Di Indonesia, pendidikan dilakukan melalui tiga jalur: formal, nonformal, dan informal. Namun, pendidikan di Indonesia tidak terlepas dari kekurangan. Salah satu institusi pendidikan non formal yang terletak di Depok yang hanya mampu meraih akreditasi C adalah contohnya. Akreditasi C menggambarkan kualitas pendidikan yang masih rendah pada institusi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek perbaikan apa saja yang harus diprioritaskan pada guru untuk menghasilkan kualitas pendidikan dan akreditasi yang lebih baik pada institusi pendidikan tersebut. Metode QFD dengan pendekatan variabel SERVQUAL digunakan untuk merumuskan usulan perbaikan kualitas pendidikan pada institusi tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi responsiveness (indikator: kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi saat kegiatan belajar mengajar, kemampuan guru dalam mendiskusikan masalah mata pelajaran di kelas, kemampuan guru dalam membahas soal atau tugas yang diberikan dan kesediaan guru menyediakan waktu untuk berkonsultasi di luar jam mengajar) dengan skor 3,70 adalah dimensi dengan skor terendah sehingga dimensi ini harus diprioritaskan paling pertama. Adapun berdasarkan pendekatan parameter instrumen akreditasi BAN PAUD PNF, kompetensi guru dengan skor 26,18 merupakan parameter terpenting yang harus menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan.
Usulan Metode KPI Transmisi Tenaga Listrik pada Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) Berdasarkan Balanced Scorecard Putera, Hilmana Radhia; Fernando, Very
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) is an Indonesian electricity provider. In the midst of rapid global changes, PLN is required to always be ahead in terms of service quality, sustainable business models, and technological developments. PLN must always be ahead in terms of service quality, sustainable business models, and technological developments. To support PT. PLN, appropriate performance measurements, such as those for electricity transmission performance, are required. Electricity transmission performance can be measured using Key Performance Indicators (KPIs). PT. PLN's KPIs in 2019 show that two performance indicators, SAIDI and SAIFI, did not reach their targets. Additionally, the company's sustainability report only contains two performance indicators, but performance measurement could be expanded to include other indicators.   This research aims to identify the appropriate performance indicators for PT. PLN's electricity transmission system and to establish strategic goals for the company. PLN using the balanced scorecard method. Based on a literature review and analysis, this study identified the following performance indicators: SAIFI, SAIDI, CAIDI, AIT, OHLMCI, SMCIS, and the ratio of certified officers. Five strategic objectives were obtained, including increased ROA and ROI, increased customer satisfaction, increased opportunities for uninterrupted energy sales, increased equipment reliability, and increased employee competency in inspection and maintenance.
Understanding Material Allowance as a Systemic Issue in Garment Manufacturing: An Activity-on-Arrow Case Study Elvi Armadani; Ragil Alghifari Sendin; Chindy Elsanna Revadi; Arieviana Ayu Laksmi; Alek Topan Lubis; Hilmana Radhia Putera
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The garment manufacturing industry is required to maintain high production efficiency while meeting strict buyer specifications, particularly in make-to-order export-oriented operations. One recurring challenge in garment production is material allowance, which refers to excess material usage beyond planned requirements and may increase production costs while reducing resource efficiency. This study aims to analyze production business processes and identify factors contributing to material allowance in the manufacturing of Tommy Hilfiger products at PT XYZ, an export-oriented garment company in Indonesia. This research adopts a descriptive qualitative approach by applying the Activity-on-Arrow (AOA) method to map activity sequences and interdepartmental relationships across the production workflow. Primary data were collected through direct observation and semi-structured interviews, while secondary data were obtained from internal company documents and material usage records. Quantitative analysis of raw material consumption was conducted across three production seasons—Fall 2021, Pre-Spring 2022, and Spring 2022. A fishbone diagram was used to analyze the root causes of material allowance. The results show that material allowance consistently occurred at approximately 2% across all observed production seasons. AOA-based analysis identifies cutting and sewing processes as critical stages where rework and quality deviations frequently arise. Human-related factors and method-related issues were found to be the primary contributors to material allowance. These findings highlight the importance of improving process coordination, quality control, and operator management to reduce material allowance and enhance production efficiency.
Peningkatan Kompetensi Penggunaan APAR Melalui Pelatihan Teknik PASS di Lingkungan Fakultas Teknik. Nicky Yongkimandalan; Didi Harlianto; Hilmana Radhia Putera
Jurnal Abdimas Perbanas Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Perbanas
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/jap.v7i1.1174

Abstract

Aktivitas laboratorium dan penggunaan peralatan bertenaga tinggi di lingkungan Fakultas Teknik menimbulkan potensi kebakaran yang tidak dapat diabaikan. Walaupun alat pemadam api ringan tersedia di hampir seluruh gedung, sebagian besar dosen dan tenaga kependidikan belum memiliki keterampilan memadai untuk menggunakannya secara tepat pada kondisi darurat. Situasi tersebut menjadi alasan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kemampuan pemadaman awal. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai cara mengenali sumber penyalaan, memilih alat pemadam yang sesuai, serta mengoperasikannya melalui langkah yang benar. Pendekatan yang digunakan meliputi penyampaian materi secara langsung, demonstrasi pemadaman, dan latihan lapangan yang memungkinkan peserta mencoba sendiri empat tahap utama penggunaan alat, mulai dari membuka pengaman, mengarahkan semburan ke dasar api, menekan tuas, hingga menggerakkan pancaran secara menyapu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang nyata pada pemahaman dan keyakinan peserta dalam menangani api kecil, tercermin dari perbandingan nilai sebelum dan sesudah pelatihan serta ketepatan gerakan selama praktik. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa penanganan awal yang cepat dan benar dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkuat kesiapsiagaan warga fakultas dan menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman.
Studi Efisiensi Mesin Bignose 9 Melalui Analisis OEE dan Six Big Losses pada Sektor Kosmetik Muhammad Prasha Risfi Silitonga; Hasna Salwaellya; Nabila Yudisha; Hilmana Radhia Putera
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i2.842

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap tidak tercapainya target produksi Mesin Bignose 9 di PT X. Oleh karena itu, dilakukan analisis untuk mengevaluasi tingkat efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), serta untuk mengidentifikasi penyebab utama inefisiensi melalui pendekatan Six Big Losses. Hasil evaluasi dalam periode September 2022 hingga Agustus 2023 menunjukkan bahwa rata-rata nilai availability adalah 53,74%, performance sebesar 58,90%, dan quality rate mencapai 92,13%. Secara keseluruhan, nilai OEE rata-rata tercatat sebesar 29,56%, dengan nilai tertinggi pada Juni 2023 sebesar 49,85% dan terendah pada Desember 2022 yaitu 17,71%. Berdasarkan metode Six Big Losses, penyumbang terbesar rendahnya nilai OEE adalah breakdown losses dengan total kehilangan waktu 2.331,5 jam, diikuti oleh reduced speed losses sebesar 1.054,9 jam. Mengingat nilai OEE tersebut masih berada di bawah standar Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%, maka perusahaan disarankan untuk segera melakukan upaya perbaikan guna meningkatkan efektivitas operasional Mesin Bignose 9.
A PDCA Eight-Step Approach to Misrun Defect Reduction in Hatchback Gasoline Car Piston Castings Muhammad Prasha Risfi Silitonga; Chika Mutiara Syafira; Riyan Setiyadi; Hilmana Radhia Putera
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 1 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i1.237

Abstract

Background:Misrun defects represent a critical quality issue in metal casting processes, particularly in gasoline piston manufacturing, as they lead to material waste, reduced productivity, and increased production costs. At PT XYZ, misrun defects constituted the highest proportion of total defects in 2024, indicating the need for systematic quality improvement. Objective:This study aims to analyze the root causes of misrun defects in hatchback gasoline car piston castings and evaluate the effectiveness of corrective actions using the PDCA Eight-Step strategy. Method:A qualitative–quantitative approach was employed through the application of the PDCA (Plan–Do–Check–Action) cycle with an Eight-Step problem-solving framework. Root cause analysis was conducted using fishbone diagrams and the 5 Why method. Corrective actions focused on mold design, cooling inspection procedures, and gas flow optimization. Results:The findings show that misrun defects accounted for 52.56% of total defects, with piston type X contributing 9.84% of the overall misrun rate. After implementing corrective measures—namely additional and repositioned gas vents, standardized cooling mold inspections, and modified argon gas spray direction—the misrun defect rate was reduced to 5.16%. This represents a 47.5% reduction, exceeding the company’s quality improvement target of 40%. Conclusion:The PDCA Eight-Step strategy proved effective in significantly reducing misrun defects and improving casting quality. This study provides a practical and replicable framework for defect reduction in precision casting industries while reinforcing the theoretical relevance of structured PDCA-based quality improvement in manufacturing systems.