Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan dan Pengenalan Cara Pengolahan Kopi Untuk Meningkatkan Keterampilan di SMKN Kuwus Golo Welu Santu, Lorensius; Jandu, Inosensius Harmin; Keraru, Ester Nurani; Ngoni, Maria Salestina; Bana, Maryance Vivi Murni
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15039

Abstract

Tujuan dari kegiatan pelatihan dan pengenalan cara pengolahan kopi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan agar memahami proses pengolahan awal biji kopi setelah panen. Tahapan ini meliputi pengupasan, pengeringan, dan fermentasi biji kopi, yang secara langsung memengaruhi kualitas dan cita rasa kopi. Demikian pula, proses roasting, grinding, dan brewing biji kopi memainkan peran krusial dalam menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Pada pelaksanakan kegiatan semua peserta terlibat aktif. Berdasarkan hasil penilaian dan evaluasi dari materi dan praktik yang yang telah disampaikan seluruh. Berdasarkan hasil evaluasi melalui tanya jawab setelah dilakukan pelatihan siswa semua mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan pelatihan yang berarti kegiatan PkM mempunyai dampak terhadap peningkatan keterampilan mereka.
Profitability and Feasibility of Onion Farming in The Lower Plains Cordanis, Astried Priscilla; Bana, Maryance Vivi Murnia; Keraru, Ester Nurani; Ngoni, Maria Salestina
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v10i1.7970

Abstract

Due to the increasing demand for shallots from households, companies, and industry, the per capita consumption rate of shallots is expected to increase by 8.21% in 2021, making shallots a high-value horticulture product with great business opportunities. Reok District is a subdistrict that is suited for cultivating shallots because it is situated in a lowland region at a height of 12 meters above sea level. 50% less land was cultivated than the previous year. Reok Sub-District is a center for producing shallots in Manggarai Regency, which is a basis for considering a selection of research locations. The decrease in planting area will have an impact on shallot production in Manggarai Regency. 50 shallot farmers, who were specifically selected as the samples, were added. With the assist of the income equation and R/C ratio analysis, this study seeks to ascertain the profitability and viability of shallot farming in Reok sub-district. Based on the analysis's findings, it was determined that shallot farming in Reok sub-district generated an average revenue of Rp. Rp32,304,679.04 with an average of 0.51ha, and the R/C ratio was 1.85, which indicated that the sub-district's shallot farming was deemed to be feasible. This research examines BEP unit and rupiah BEP as material for consideration in the implementation of agricultural activities in the next period in addition to revenue and business viability analysis. where the rupiah BEP is IDR 4,441.45/kg and the unit BEP is 1996.095 kg.
Analisis Pendapatan Usaha Ayam Petelur UD. Maju Bersama Desa Borani, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada Ngoni, Maria Salestina; Dep, Aventus Purnama
JAS Vol. 9 No. 3 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan ayam petelur berperan penting dalam penyediaan kebutuhan telur masyarakat sebagai pemenuhan kebutuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah beternak ayam petelur di UD. Maju Bersama akan menguntungkan. Pelaksanaaan penelitian dimulai tanggal 01 Desember 2022-01 Januari 2023 di UD. Maju Bersama, Desa Borani, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Menggunakan metode studi kasus, data primer dan sekunder. Analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, rasio R/C, dan rasio B/C merupakan jenis analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukan bahwa besarnya pendapatan yang di peroleh usaha ayam petelur pada UD. Maju Bersama sebesar Rp1.305.405.714 selama periode produksi (22 bulan) dengan total pengeluaran sebesar Rp80.934.286 Revenue Cost R/C Ratio sebesar 17>1, artinya jika peternak mengeluarkan biaya Rp1.000 maka akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp17.000 Kemudiaan, nilai B/C ratio usaha ayam petelur pada UD Maju Bersama sebesar 16 >1, artinya jika peternak ayam petelur mengeluarkan biaya Rp1.000 maka akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp16.000 Dengan demikian, usaha peternakan ayam petelur pada UD. Maju Bersama secara finansialnya layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI KOPI DI DESA WEJANG MAWE KECAMATAN LAMBA LEDA TIMUR (The Role Of Agricultural Extension Workers In Increasing Coffee Production In Wejang Mawe Village, East Lamba Leda District) Baeng, Benediktus Risaldo; Ngoni, Maria Salestina; Efridus, Heraklitus
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25120254455

Abstract

The purpose of this study was to find out how agricultural instructors contribute to the growth of coffee production in Wejang Mawe Village, East Lamba Leda District, East Manggarai Regency. In this study, a quantitative approach to descriptive research was employed as the research methodology. Multiple linear regression was employed in the data analysis for this study, while questionnaires and documentation were distributed as data collectio n technique.The resut of this study showed that the average impact of agricultural instructors' participation was 88.97%, based on descriptive statistical statistics, suggesting that their role is crucial in raising coffee output. indicating a normally distributed relationship between the function of agricultural instructors and coffee production, based on  the data normalcy test. The linearity test indicates that there is a linear relationship between variables (X) and (Y). According to the independent variables' multicollinearity test, the tolerance is less than 0.10 and the VIF score is greater than 10.00. The data on the contribution of agricultural instructors to the increase in coffee production demonstrated heteroscedasticity, as indicated by the partial heteroscedasticity of the variables (X₁). The findings of the t test for the Facilitator variable indicated that there was no significant impact of tcount and ttable, with 1.098 < 2.023 sig 0.298, on raising coffee production. There is no correlation between the innovator variable's tcount and ttable values (1.649 < 2.023 sig 0.108) and increased coffee production. Coffee production can be increased by the motivator variables that showed tcount and ttable values of 20.562 > 2.023 sig 0.000. Based on the F test's findings, there was no correlation between the Communicator variable's tcount and ttable values (-0.415 < 2.023 sig 0.681) and increased coffee production. While Ftable 0.05, Fcount = 469.275 > Ftable 4.113 sig 0.000. Since the error rate α=5% is significantly impacted by the independent variable. It followed that the variables X₁, X₂, X₃, and X₄ all simultaneously affect variable Y since H0 is rejected and Ha is approved.Keywords: Coffee, Role of Agricultural Instructor, Increasing, Production.
Sosialisasi Pemasaran Produk Hortikultura Berbasis Komunitas: Membangun Loyalitas Pelanggan Jandu, Inosensius Harmin; Santu, Lorensius; Ngoni, Maria Salestina; Bana, Maryance Vivi Murni; Keraru, Ester Nurani
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1146

Abstract

Sektor hortikultura di Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat ketergantungan petani kepada tengkulak dan minimnya pemahaman pemasaran modern. Petani seringkali menerima harga rendah karena rantai distribusi yang tidak efisien, serta kurangnya pengetahuan digital dan branding yang menyebabkan produk mereka tidak memiliki identitas jelas dan kesulitan membangun loyalitas pelanggan. Potensi Kelompok Tani “Nai Ca Anggit Anggit” dalam pertanian organik, meskipun besar, terhambat oleh kurangnya pemahaman digital, sehingga strategi branding dan pemasaran melalui media sosial, informasi produk lengkap, dan sistem pre-order (PO), serta pendampingan profesional, sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meletakkan dasar bagi praktik pemasaran yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan, mengurangi ketergantungan kepada tengkulak, dan mengoptimalkan nilai jual produk petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora): Factors That Influence The Income of Robusta Coffee Farming (Coffea canephora) Ngoni, Maria Salestina; Sudirman, Paulus Every; Mario, Arcela Ewin
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254784

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usahatani kopi Robusta di Desa Compang Tenda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Faktor-faktor spesifik yang dianalisis adalah luas lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengkaji pengaruh simultan dan parsial variabel-variabel independen tersebut terhadap pendapatan usahatani. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga menghasilkan 44 petani kopi Robusta yang terpilih sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan biaya produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani kopi Robusta. Lebih lanjut, hasil uji-t parsial menunjukkan bahwa masing-masing variabel secara individual berpengaruh positif signifikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung untuk luas lahan (5,882), tenaga kerja (4,609), dan biaya produksi (7,621), yang semuanya melebihi nilai t-tabel (2,021). Hasil ini menggarisbawahi bahwa ketiga faktor tersebut merupakan penentu penting profitabilitas usahatani kopi Robusta di lokasi penelitian. Kata kunci: Biaya Produksi, Luas Lahan, Pendapatan, Tenaga Kerja. This study was conducted to determine the factors influencing the income of Robusta coffee farming in Compang Tenda Village, Borong Subdistrict, East Manggarai Regency. The specific factors analyzed were land area, labor, and production costs. A quantitative research approach was employed, utilizing multiple linear regression analysis to assess the simultaneous and partial effects of these independent variables on farming income. The sampling technique used was the Slovin formula, resulting in 44 Robusta coffee farmers being selected as respondents. Data were collected through structured questionnaires. The findings reveal that land area, labor, and production costs simultaneously have a significant effect on the income of Robusta coffee farming. Furthermore, the results of the partial t-test demonstrate that each variable individually has a significant positive effect. This is evidenced by the t-count for land area (5.882), labor (4.609), and production costs (7.621), all of which exceed the t-table value (2.021). These results underscore that these three factors are critical determinants of profitability in Robusta coffee farming in the studied location. Keywords: Production Costs, Land Area, Income, Labor.
PELATIHAN PEMBUATAN GREENHOUSE DAN INSTALASI HIDROPONIK DI KELURAHAN WALI Poleng, Yosef V. A.; Caling, Claudius L. B.; Beyan, Eleonora V. P.; Cangkung, Arnoldus Otto Fredrik; Sabu, Maria Kalista Hadia; Ngoni, Maria Salestina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28344

Abstract

Abstrak: Pelatihan pembuatan greenhouse dan instalasi hidroponik sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis masyarakat dalam memanfaatkan lahan secara optimal, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan. Pelatihan pembuatan greenhouse dan instalasi hidroponik ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemahaman praktis petani di Kelurahan Wali dalam penerapan teknologi pertanian modern dengan metode praktik langsung. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 40 orang yang tergabung dalam kelompok tani Kebun Delapan. Kegiatan ini melibatkan ceramah, diskusi, dan implementasi langsung, yang mencakup pembuatan struktur greenhouse dan instalasi sistem hidroponik. Hasil menunjukkan bahwa petani mampu mengatasi berbagai tantangan teknis dan memahami pentingnya pengaturan lingkungan mikro serta manajemen pupuk. Evaluasi yang dilakukan pada PkM ini menggunakan evaluasi hasil dengan melihat keberhasilan pembuatan greenhouse dan instalasi hidroponik. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi petani dalam mengaplikasikan teknologi pertanian yang efisien dan berkelanjutan sebanyak 95% sekaligus produksi tanaman dengan menggunakan sumber daya air dan lahan secara efisien.Abstract: Training on greenhouse making and hydroponic installation is very important to improve the understanding and practical skills of the community in utilizing land optimally, supporting food security, and encouraging the application of modern agricultural technology that is environmentally friendly. This training on greenhouse construction and hydroponic installation aims to improve the technical skills and practical understanding of farmers in Wali Village in the application of modern agricultural technology with hands-on methods. This activity was carried out in Wali Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (NTT) for 40 people who are members of the Kebun Eight farmer group. The activity involved lectures, discussions, and hands-on implementation, which included the creation of a greenhouse structure and the installation of a hydroponic system. Results showed that farmers were able to overcome various technical challenges and understood the importance of micro-environmental settings and fertilizer management. The evaluation conducted in this PkM used outcome evaluation by looking at the success of greenhouse construction and hydroponic installation. This training succeeded in increasing farmers' competence in applying efficient and sustainable agricultural technology by 95% as well as crop production by using water and land resources efficiently.