Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Petugas Pengolah Limbah Medis Padat di RS.X Kabupaten Jember Widyasari, Yosi; Cahyani, Septia Dwi; Susanto, Beni Hari
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22305

Abstract

ABSTRACTSolid medical waste management is a crucial aspect of maintaining environmental safety and health in healthcare facilities. This study aims to analyze internal and external factors influencing the behavior of waste management staff (cleaning service) in solid medical waste management at Hospital X in Jember Regency. The study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The results showed that internal factors, including knowledge, attitudes, and self-efficacy, influence medical waste management behavior. All respondents (100%) had good knowledge and attitudes, but only 21% had high self-efficacy. Meanwhile, among external factors, only infrastructure significantly influenced solid medical waste management behavior, while the role of superiors and work roles did not show a significant relationship (p > 0.05). The most dominant factors influencing solid medical waste management behavior were knowledge, attitudes, self-efficacy, and the availability of infrastructure. These findings emphasize the importance of regular outreach, facility support, and capacity building for staff in safe and effective medical waste management.Keywords: Solid Medical Waste, Officer Behavior, Knowledge, Self-Efficacy, Facilities and Infrastructure. ABSTRAK Pengolahan limbah medis padat merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku petugas pengolah limbah (cleaning service) dalam pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit X Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berupa pengetahuan, sikap, dan self efficacy memiliki pengaruh terhadap perilaku pengolahan limbah medis. Seluruh responden memiliki pengetahuan dan sikap yang baik (100%), namun hanya 21% yang memiliki self efficacy yang tinggi. Di sisi lain, dari faktor eksternal, hanya sarana prasarana yang terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pengolahan limbah medis padat, sedangkan peran atasan dan peran kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku pengolahan limbah medis padat adalah pengetahuan, sikap, self efficacy, dan ketersediaan sarana prasarana. Temuan ini menegaskan pentingnya sosialisasi berkala, dukungan fasilitas, dan peningkatan kapasitas petugas dalam pengelolaan limbah medis yang aman dan efektif. Kata Kunci: Limbah Medis Padat, Perilaku Petugas, Pengetahuan, Self Efficacy, Sarana Prasarana. 
HUBUNGAN ANGKA KUMAN DAN SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Wijayanti, Fajar; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28462

Abstract

Terjadi penurunan tidak signifikan pada angka kasus TBC di Kabupaten Malang.Tahun 2017,tiap tribulannya rata-rata mencapai 540 kasus sedangkan pada Tribulan I 2018 mencapai 534 kasus. Kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan angka kuman dan sanitasi lingkungan rumah dengan terjadinya TB Paru di Puskesmas Tajinan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 274 orang dan jumlah sampel sebanyak 163 orang yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner, alat tulis, dan kamera.Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara angka kuman dengan kejadian TB Paru (p=0,00), terdapat hubungan signifikan antara jenis lantai dengan kejadian TB Paru (p=0,17), terdapat hubungan signifikan antara suhu dengan kejadian TB Paru (p=0,001),  terdapat hubungan signifikan antara jenis dinding dengan kejadian TB Paru (p=0,00), terdapat hubungan signifikan antara kelembaban dengan kejadian TB Paru (p=0,00), dan terdapat hubungan signifikan antara pencahayaan dengan kejadian TB Paru (p=0,001). Penyebab adanya kejadian TB paru pada wilayah kerja Puskesmas Tajinan dikarenakan pola hidup masyarakat serta, lingkungan yang kurang sehat yang mana tidak sesuai kriteria rumah sehat. Untuk itu diharapkan masyarakat mempunyai kesadaran untuk memperhatikan kondisi lingkungan fisik rumah sehingga dapat mencegah maupun meminimalisir penyakit Tuberkulosis serta membangun rumah sehat.
EFEKTIVITAS DOSIS DESINFEKTAN MERK X TERHADAP PENURUNAN ANGKA KUMAN PADA RUANG MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN KABUPATEN LUMAJANG Kurniawati, Fitria Dewi; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31428

Abstract

Pembersihan menggunakan desinfektan adalah salah satu usaha untuk membersihkan lantai dengan cara kimiawi untuk mengurangi dan menghilangkan mikroorganisme patogen penyebab penyakit. Penggunaan desinfektan yang tepat dan sesuai petunjuk kemasan juga mempengaruhi penurunan angka kuman ruangan. Proses desinfeksi ruangan harus menggunakan desinfektan yang efektif agar dapat mengurangi atau membunuh kuman. Pemilihan bahan aktif desinfektan juga mempengaruhi efektivitas desinfektan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental menggunakan desain pretest-posttest. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji One Way Anova untuk mengetahui hipotesis efektivitas dosis desinfektan merk x terhadap penurunan angka kuman pada ruang mikrobiologi lingkungan di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji efektivitas penurunan angka kuman lantai pada penggunaan dosis 25 ml memeliki persentase tertinggi (sangat efektif) menurunkan angka kuman lantai dengan nilai persentase 84,10%. Persentase terendah terdapat pada penggunaan dosis 15 ml dengan nilai persentase 49,60% (Tidak Efektif). Nilai hasil uji One Way Anova pada penurunan angka kuman adalah 0,000 < 0,05, sehingga ada efektivitas dosis desinfektan merk x terhadap penurunan angka kuman pada ruang mikrobiologi lingkungan di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Lumajang.  
Efektivitas Rendaman Biji Buah Bintaro (Cerbera Odollam Gaertn.) Terhadap Tikus Rumah (Rattus Tanezumi) Prihandini, Dian Eka; Saktiawan, Yusup; Cahyani, Septia Dwi
Buletin Keslingmas Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i3.13357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rendaman biji buah bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) sebagai alternatif rodentisida nabati terhadap tikus rumah (Rattus tanezumi). Rendaman dibuat dari biji matang sebanyak 450 gram yang direndam selama 24 jam, kemudian diuji dalam tiga konsentrasi: 25%, 50%, dan 75%. Setiap konsentrasi diuji pada enam ekor tikus dengan tiga kali pengulangan. Kandungan cerberin pada biji buah bintaro (Cerbera odollam) berperan sebagai senyawa kardiotoksik dan neurotoksik yang dapat menghambat kerja jantung serta merusak saraf pusat, sehingga berpengaruh terhadap timbulnya perubahan perilaku hingga kematian pada tikus ruamh (Rattuis Tanezumi). Efektivitas tertinggi ditunjukkan oleh konsentrasi 75%, namun tetap tergolong rendah (5,56%). Hal ini menunjukkan bahwa rendaman biji bintaro belum efektif sebagai rodentisida akut dalam waktu 8 jam. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan perendaman biji buah bintaro lebih dari 24 jam dengan menggunakan metode pengaplikasian umpan yang berulang serta durasi pengamatan perlakuan sebaiknya diperpanjang lebih dari 8 jam. 
Analysis of Educator and Education Personnel Standards in Indonesia Ramadhan, Fitri Nur; Lanasari, Rossy; Cahyani, Septia Dwi; Nurjayadi, Muktiningsih; Ridwan, Achmad
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v9i1.2541

Abstract

Education is an absolute necessity for everyone to have high competitiveness, especially in the current era of globalization, without having adequate competitiveness, it is difficult for a person to face increasingly competitive labor competition. The aim of this research is to determine the functions and problems of standardization of educators and education personnel in Indonesia. The method used in this research is qualitative library research, namely a type of research that refers to literary treasures such as book literature, laws, government regulations, articles and e-journals. The research results show that the function of standardizing educators and education personnel is: increasing professionalism, improving the quality of education, recognition and certification. Problems in implementing standards for educators and educational staff are: limited flexibility, lack of facilities and training for educators in the regions, heavy administrative burden. Solutions: flexibility in standards, improved educational infrastructure and facilities, increased access to training and certification, reduced administrative burden.