Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sustainable Development Through Community Participation in Coastal Area of Wonocoyo Village, Panggul Sub-District, Trenggalek District Yusup Saktiawan
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Postgraduate School Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objections are 1) Analyze supportive factors of sustainable development in a coastal area, Kili-Kili Garden Wonocoyo village, Panggul sub-district, Trenggalek district 2) Analyze forms and types of society involvement regarding the program in  Kili-Kili seabord garden. The method of collecting data are questionnaires, interview techniques, observation techniques, documentation techniques, and triangulation methods. The location of this research is situated in the Kili-Kili garden Wonocoyo village Panggul sub-district Trenggalek district. The result of the research shows community participation level on its coastal development is considered small with merely 1354 points.
DAMPAK BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAMEI TERHADAP ESTIMASI BEBAN LIMBAH PERAIRAN DI DESA WONOCOYO KABUPATEN TRENGGALEK Yusup Saktiawan; Irfany Rupiwardani
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya dengan media tambak tidak hanya menguntungkan tapi juga akan berdampak merugikan jika tidak ditangani dengan maksimal. Masalah yang sering terjadi dalam kegiatan budidaya adalah limbah. Nilai efisiensi budidaya dapat ditentukan dari estimasi beban limbah yang berasal dari pakan. Estimasi beban limbah tambak udang semi intensif sangat ditentukan dari pakan yang diberikan selama masa pemeliharaan, rasio konversi pakan yang optimal dan perolehan tingkat produksi udang. Tujuan penelitian yang dilaksanakan di Desa Wonocoya Kabupaten Trenggalek secara umum adalah untuk mengetahui kadar beban limbah nutrien yang berasal dari tambak udang vanamei semi intensif di Desa Wonocoyo Kabupaten Trenggalek. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data primer meliputi air sebelum dan sesudah  menerima beban limbah tambak. Penelitian ini mengukur kandungan limbah air tambak dan air sungan di laboratorium. Hasil perhitungan limbah, sarana budidaya udang Desa Wonocoyo di Kabupaten Trenggalek menghasilkan limbah yang memiliki dampak lingkungan yang masih tergolong kecil, namun jika jumlah petak tambah terjadi penambahan maka bisa dipastikan dampak lingkungannya semakin tinggi.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Terhadap Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Sobo Anwar Musaddad; Yusup Saktiawan; Rudy Joegijantoro
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.512 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i3.9941

Abstract

ABSTRACT DHF is an acute disease with clinical manifestations of bleeding that can cause shock which can lead to death. One of the efforts to change community behavior to support the improvement of health status is by implementing Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) development program. This study aims to determine the relation between clean and healthy living behavior and the incidence of DHF in the working area of the Sobo Health Center. The research design used was a correlative analytic research design with a cross sectional approach. The sample used in this study was all people who had suffered from DHF or never suffered from DHF in the working area of the Sobo Health Center as many as 31 respondents. From the results of the study show that the variable which is statistically significant and related to the incidence of DHF was the PHBS variable (p=0.001), and variables that are not related to the incidence of DHF included house conditions (p=0, 474), room temperature (p=0.531), room humidity (p=0.598), and room lighting (p=0.132). Based on the results of the study, the clean and healthy living behavior of the people in the working area of the Sobo Health Center had a relationship with the incidence of DHF while for home observations, temperature, humidity, and room lighting had no relationship with the incidence of DHF. Keywords: Dengue Hemorrahagic Fever (DHF); Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) ABSTRAK DBD adalah penyakit akut dengan manifestasi klinis perdarahan yang dapat menimbulkan syok yang dapat berujung kematian. Salah satu upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan salah satunya melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku hidup bersih dan sehat terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sobo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang pernah menderita DBD maupun tidak pernah menderita DBD di wilayah kerja Puskesmas Sobo sebanyak 31 responden. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variabel yang berhubungan secara statistik bermakna dengan kejadian DBD adalah variabel PHBS (p=0,001), dan variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD antara lain kondsi rumah (p=0, 474), suhu ruangan (p=0,531), kelembaban ruangan (p=0,598), dan pencahayaan ruangan (p=0,132). Berdasarkan hasil penelitian, perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sobo memiliki hubungan terhadap kejadian DBD sedangkan untuk observasi rumah, suhu, kelembapan, dan pencahayaan ruang tidak memiliki hubunga terhadap kejadian DBD. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Unveiling Vannamei Shrimp Farming's Impact on Water Pollution in Wonocoyo Village Rupiwardani, Irfany; Saktiawan, Yusup; Yohanan, Agus
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2023.014.02.05

Abstract

Shrimp aquaculture has both positive and negative consequences if not properly managed. The recurring issue is the generation of waste, which affects the efficiency of fisheries utilization. Evaluation of utilization efficiency can be seen by estimating waste produced from the feed used during shrimp utilization, the optimal feed conversion ratio, and the resulting shrimp production rate. This research looks at the nutrient waste load originating from the semi-intensive utilization of vannamai shrimp in Wonocoyo Village. The research method employed is a quantitative descriptive approach. Primary data consists of water samples taken before and after receiving aquaculture waste. The waste content in both the pond water and the river water is measured in a laboratory. The calculation results demonstrate that the shrimp aquaculture facilities in Wonocoyo Village, Trenggalek Regency, produce waste with relatively minor environmental impacts. However, if the number of aquaculture plots increases, the environmental impact will also rise. Keywords: shrimp farm, semi-intensive, nutrient waste load
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA TOMBI KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI PALU hidayat, moh reksa; Saktiawan, Yusup; Wahyuni, Ike Dian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34949

Abstract

Pengelolaan sampah pada hakekatnya merupakan titik balik tahap pelestarian lingkungan hidup yang dapat diukur berdasarkan angka peningkatan timbulan sampah. Pengelolaan sampah rumah tangga secara baik dan benar sangat penting untuk dilakukan mengingat sekitar 60-70% timbulan sampah nasional Indonesia berasal dari sampah rumah tangga. Meskipun ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pada kenyataannya kesadaran dan partisipasi ibu rumah tangga Indonesia dalam pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah di Desa Tombi Kecamatan Ampibabo. Meskipun ibu rumah tangga memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan sampah rumah tangga, pada kenyataannya kesadaran dan partisipasi ibu rumah tangga Indonesia dalam pengelolaan sampah masih tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah di Desa Tombi Kecamatan Ampibabo.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Pendidikan, pengetahuan, ketersediaan fasilitas, peraturan desa dan program pengelolaan sampah dengan perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah.. Penelitian ini  menunjukkan bahwa baik Pendidikan, pengetahuan, ketersediaan fasilitas peraturan desa dan program pengelolaan sampah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran ibu rumah tangga terhadap pengelolaan sampah. Sedangkan hasil penelitian berbeda di tunjukkan pada factor usia dimana ditemukan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah.  
Perilaku Pengelolaan Sampah Pada Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Patokan Kabupaten Situbondo Puspitasari, Silviana Ayu; Subhi, Misbahul; Saktiawan, Yusup
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v12i2.2489

Abstract

Waste is a national problem which the management system needs to be carried out in a comprehensive and integrated manner in order to provide economic benefits, healthy for the community and safe for the environment. The type of waste that needs to be managed properly and correctly is household waste. One of the factors that influence the success of household waste management is the knowledge, attitude and good behavior of housewives. This study aims to determine the effect of knowledge and attitudes on waste management behavior among housewives in Patokan Village, Situbondo Regency. This study used an analytic observational research design with a cross sectional design. The research sample amounted to 30 people criteria using total sampling technique. The instruments used are questionnaires and observation sheets. Analysis of research results using ordinal logistic regression test. Based on the results of the ordinal logistic regression test, it was found that the significant value was 0.195. So, it can be concluded that there is no effect of knowledge and attitudes on waste management behavior in housewives in Patokan Village, Situbondo Regency. It is expected that housewives provide trash bins that meet the requirements and maintain environmental cleanliness by not burning garbage.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Bencana Banjir Bandang Di RW 6 Kelurahan Jodipan Kota Malang Pandi, Lastriani Astuti; Saktiawan, Yusup; Sari, Devita
Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 12 No 2 (2022): Oktober
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jkl.v12i2.2499

Abstract

Flood disaster preparedness is a series of activities undertaken in anticipation of disasters by doing organized plans in appropriate and efficient steps. Good knowledge and attitude will be one of the most important factors on the community and they have relationship in the preparedness of flash flood as the disaster. The purpose of this study is to determine the relation between knowledge and public attitude on flash flood disaster preparedness. This research method used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample of this research was 72 respondents. Determination of the sample using probability sampling technique by proportioning the number of samples using proportional stratified random sampling technique. Tha Statistical test used was chi-square test. Based on the study found the results that there was a relation between knowledge on flood disaster preparedness, p=0.043. Attitude in preparedness is p=0.048. Facilities and infrastructure in flood disaster preparedness is p = 0.000. The most risky factors for flash flood disaster preparedness are knowledge and attitudes with a significant value of knowledge p = 0.043 and attitude p = 0.048. So, it can be concluded that there is a relation between knowledge and public attitudes on flash flood disaster preparedness
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA SUKA DATANG KECAMATAN TUBEI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU ARAFAH, DHINILLAH; WAHYUNI, IKE DIAN; SAKTIAWAN, YUSUP
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: World Health Organizatation (WHO) tahun 2018 diketahui bahwa sebanyak 2,3 milyar orang di dunia masih memiliki keterbatasan untuk mengakses sanitasi dasar lengkap, sedangkan diketahui bahwa Buang Air Besar (BAB) secara terbuka atau open defecation masih dilakukan oleh 892 juta orang di dunia. Profil Kesehatan Indonesia (2022), persentase keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) di Indonesia tahun 2022 adalah 80,92%. persentase akses sanitasi layak Desa Suka Datang tahun 2020 (48,3%), 2021 (48,2%), 2022 (48%) dan 2023 (48%). Tujuan penelitian Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Metode: Survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 kepala keluarga dengan Teknik pengambilan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Pengetahuan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002), Sikap mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,013), Ketersediaan Air mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,012) dan Peran Petugas Kesehatan mempengaruhi kepemilikkan jamban dengan (p-value 0,002). Kesimpulan: Ada pengaruh pengetahuan, sikap, ketersediaan air dan peran petugas kesehatan dengan kepemilikan jamban di Desa Suka Datang, Kecamatan Tubei, Kabupaten lebong, Provinsi Bengkulu.
Hubungan Antara Kualitas Kesehatan Lingkungan dengan Kejadian Healthcare Associated Infection (HAI’S) di RS Phc Surabaya Driana, Dinka; Saktiawan, Yusup; Yuniastuti, Tiwi
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v5i1.2851

Abstract

Latar Belakang: Kualitas lingkungan rumah sakit yang tidak baik akan mengakibatkan terjadinya HAI’s (Healthcare Associated Infection) yang banyak mengakibatkan kematian pada manusia. Data kejadian HAI’s dari tahun 2022 ke 2023 di RS PHC Surabaya mengalami peningkatan dan penurunan pada berbagai jenis HAI’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas kesehatan lingkungan dengan kejadian HAI’s di RS PHC Surabaya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ruangan perawatan pasien dan pelayanan medis yang telah dilakukan pengambilan sampling udara di Rumah Sakit PHC sebesar 11 titik ruangan dengan teknik total sampling. Variabel kualitas kesehatan lingkungan, antara lain: variabel bebasnya kualitas udara fisik (Suhu dan Kelembaban) dan Kualitas udara mikrobiologi serta variabel terikatnya kejadian HAI’s. Analisis data dilakukan secara univariant dan bivariant dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil analisis bivariant penelitian ini menunjukkan kualitas kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian HAI’s adalah kualitas udara fisik kelembaban (p-value 0,004), yang tidak ada hubungan dengan kejadian HAI’s adalah suhu (p-value 0.361) dan kualitas udara mikrobiologi (p-value 0,632). Hasil pengukuran kelembaban tertinggi berada pada ruangan kode RB404 dengan nilai pengukuran 76,1% dan kelembaban terendah pada ruangan kode RY102 dan RD802 dengan nilai pengukuran 56,6%. Kesimpulan: Bahwa ada hubungan yang bermakna antara kualitas kesehatan lingkungan yaitu kualitas udara fisik (kelembaban) terhadap kejadian HAI’s, diharapkan kepada masyakarat agar lebih memperhatikan aspek lingkungan yang merupakan salah satu penyebab kejadian HAI’s.
Potensi Nilai Ekonomi Budidaya Maggot sebagai Biokonversi Sampah Rumah Tangga menggunakan Analisis Break Even Point (BEP) Ounga, Elfrida; Rupiwardani, Irfany; Saktiawan, Yusup
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v7i1.517

Abstract

Currently, waste is a big problem in Indonesia. The increasing number of population has an effect on the waste that will be produced. Waste has different economic values according to the composition of the waste. Prevent waste generation in TPA by increasing sales value so as to reduce waste. The purpose of this study was to analyze the magnitude of the potential economic value of maggot cultivation as household waste bioconversion using BEP (Break Even Point) analysis. The design of this research is descriptive quantitative with the BEP (Break Even Point) method. Research data obtained by way of observation and in-depth interviews. The informants in this study consisted of main informants and supporting informants. The results showed that household organic waste generated an average of 5-8 kg per day which was deposited into the waste bank. The potential for aquaculture bioconversion is shown by the ratio of 1 kg of maggot to consuming 2-5 kg per day of organic waste. BEP analysis shows that maggot cultivation is said to break even if it is able to sell 51 kg of maggot.Saat ini sampah menjadi salah satu masalah yang cukup besar di Indonesia. Jumlah penduduk yang semakin meningkat berpengaruh pada sampah yang akan dihasilkan. Sampah memiliki nilai ekonomi yang berbeda-beda sesuai dengan komposisi sampah. Mencegah timbulan sampah di TPA dengan menambah nilai jual sehingga dapat mereduksi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis besarnya potensi nilai ekonomis budidaya maggot sebagai biokonversi sampah rumah tangga menggunakan analisis BEP (Break Even Point). Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode BEP (Break Even Point). Data penelitian diperoleh dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah organik rumah tangga mencapai rata-rata 5-8 kg per hari yang disetorkan ke bank sampah. Potensi dari biokonversi budidaya ditunjukkan dengan perbandingan 1 kg maggot menghabiskan 2-5 kg per hari sampah organik. Analisis BEP menunjukkan budidaya maggot dikatakan impas jika mampu menjual 51 kg maggot.