Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Toxicity Test of Nanoemulsions of Nutmeg Fruits and Leaves Essential Oil against Artemia salina Leach and Its Cytotoxicity Test against Breast Cancer Cells T47D Rastuti, Undri; Diastuti, Hartiwi; Widyaningsih, Senny; Chasani, Moch; Sheiliyani, Cindi; Rahmasari, Anisa; Fajriyah, Bunga Sita Roihanul; Mesayu, Puspa Rahma; Habibie, Ranti Kamila
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.91077

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) is a widely known spice plant, which has been reported to offer several benefits. Therefore, this study aims to develop and analyze nanoemulsions of nutmeg leaves and fruit essential oil, as well as determine their toxicity and cytotoxicity. Nanoemulsions were formulated with varying concentrations of essential oil, including 0, 1, 2, 4, and 6%. Characterization included organoleptic assessment, pH measurement, type examination, viscosity testing, transmittance analysis, particle size distribution measurement, centrifugation, and freeze-thaw cycle test. Toxicity testing results using the brine shrimp lethality test (BSLT) showed that nanoemulsions were toxic except NF F4 with high toxicity. Cytotoxicity testing on T47D breast cancer cells showed moderate activity for NF F4 nanoemulsions (IC50: 34.363 ppm), while NL nanoemulsions were deemed inactive (IC50: 33576.430 ppm). In addition, the organoleptic characteristics of all nanoemulsions were stable, and most parameters met the desired standards. Based on the results, further studies exploring nanoemulsions with natural products must be carried out to determine their advantages, specifically in the development of sciences.
Pengembangan Bahan Ajar Flipbook Materi Shadow Puppet Pada Pembelajaran Seni Budaya Kelas IV di Sekolah Dasar Mahmudah, Istiyati; Dewi, Murti Fatikha; Rahmasari, Anisa
Limas PGMI Vol 6 No 2 (2025): Limas Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/5mcgk559

Abstract

Abstract Pembelajaran di sekolah masih dominan menggunakan buku cetak dan ceramah tanpa media visual menarik sehingga siswa mudah bosan, kurang fokus, serta sulit memahami materi secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar flipbook pada mata pelajaran Seni Budaya kelas IV serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Penelitian dilakukan pada 14 siswa kelas IV SDIT Darul Istiqomah Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Hasil validasi ahli materi (98,07%), ahli desain (98%), dan penilaian guru (86%) menunjukkan bahan ajar berada pada kategori sangat layak. Selain itu, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari 73,57% pada pre-test menjadi 80,07% pada post-test. Dengan demikian, bahan ajar flipbook dinilai layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar serta keterlibatan siswa pada pembelajaran Seni Budaya kelas IV.
Kajian Perspektif Ian G. Barbour Mengenai Hubungan Sains Dan Agama: Model Konflik, Independensi, Dialog, Dan Integrasi Serta Implikasinya di Era Modern Solihah, Ade; Fahsa Rohaliana, Ismu; Rahmasari, Anisa; Prayogi, Arditya
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i1.2892

Abstract

Relasi antara sains dan agama pada era modern menuntut suatu kerangka konseptual yang tidak hanya mampu menjelaskan perbedaan epistemologis keduanya, tetapi juga membuka ruang harmonisasi nilai ilmiah dan spiritual dalam pengembangan pengetahuan dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis model hubungan sains dan agama menurut perspektif Ian G. Barbour yang meliputi konflik, independensi, dialog, dan integrasi, serta menelaah relevansinya dalam konteks pemikiran dan praktik keilmuan kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis berbasis kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama Barbour dan literatur akademik terkait guna mengidentifikasi karakteristik, asumsi epistemologis, serta implikasi normatif dari masing-masing model. Hasil kajian menunjukkan bahwa model dialog dan integrasi memiliki potensi paling konstruktif dalam menjembatani ketegangan antara rasionalitas ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, karena keduanya mendorong keterbukaan, kolaborasi intelektual, dan penguatan dimensi etis dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan paradigma pendidikan dan wacana akademik yang bersifat holistik, kontekstual, dan berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan sains dan pembentukan nilai spiritual dalam kehidupan modern