Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hardness Analysis Of Hard Facing In Shield Metal Arc Welding (Smaw) Welding Process For Manufacturing Excavators Bucket Teeth Using Hot Rolled Plate Ks 440 Material Rerung, Oktovianus Dharma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3190

Abstract

In the context of increasing development across regions, the demand for adequate heavy equipment to support construction has become crucial. Wheel loaders and excavators are commonly used heavy equipment for various tasks, including excavation, material handling, and mining operations. The bucket, a crucial component responsible for digging and lifting materials in these machines, often experiences wear and breakage during operation, particularly in the bucket teeth – the claw-like structures at the bucket's end. This study focuses on the design and improvement of bucket teeth using the hard facing technique, a welding process utilizing wear-resistant electrodes. The choice of material, Hot Rolled Plate Ks 440, combined with proper hard facing electrode selection, aims to enhance wear resistance and prolong the lifespan of bucket teeth. The research incorporates Shield Metal Arc Welding (SMAW) for its simplicity and effectiveness. Experimental results, analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), reveal significant influences of cooling and electrode factors on hardness (measured in HRC) of the bucket teeth. The combination of welding electric current, electrode type, and cooling method impacts hardness significantly. The best-performing bucket teeth, with a mean hardness of 49.459 HRC to 50.778 HRC, meet or exceed the standards set by AISI 4130 steel. The study aligns with heat treatment theories for surface hardness improvement in steel, showcasing the effectiveness of the proposed design and hard facing approach.
Analisa Kekuatan Pin Chain Conveyor Menggunakan Baja Plain Bar Jis G 3112 dengan Heat Treatment pada Disain Material Reclaimer Rerung, Oktovianus Dharma; Sapar, Fransiskus; Dimu, Roymons Jimmy; Manuolla, Reynaldy M.
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 2 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i2.11368

Abstract

Salah satu komponen dari  chain conveyor  adalah  pin untuk menghubungkan pelat-pelat, membentuk suatu chain. Pin chain ini harus mampu menahan beban berat saat peralatan beroperasi, seperti yang terlihat pada kasus reclaimer pada pabrik-pabrik dengan pekerjaan curah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bahan pin chain  menggunakan baja Plain Bar JIS G 3112. Studi ini menggunakan eksperimen heat treatment dengan case hardening dan Spheroidized Annealing.  Desain Eksperimen (DOE) dengan analisa faktor diperlukan untuk menganalisis dengan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap respon kekerasan dan respon kekuatan yielding point. Pengujian mencakup uji tarik, uji kekerasan, metalografi, dan pengujian komposisi kimia menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik faktor quenching maupun waktu secara signifikan memengaruhi respon kekerasan maupun respon kekuatan tarik yielding point. Observasi metalografi menunjukkan adanya struktur martensitik, perlitik, dan austenitik stabil pada permukaan baja. Pemanasan ulang mengurangi kekerasan dan kekuatan tarik, tetapi tetap mempertahankan kekuatan bahan. Proses ini juga meratakan struktur mikro dan membentuk fase austenit yang lebih stabil. Pengujian komposisi kimia mengungkapkan peningkatan kadar karbon, mangan, silikon, dan aluminium, yang memengaruhi sifat bahan. Karbon membentuk karbida, sedangkan mangan menstabilkan fase austenit. Mangan membentuk austenit, meningkatkan ketangguhan, dan silikon meningkatkan kekuatan. 
Pengaruh Perubahan Temperatur terhadap Kekuatan Impact pada Aluminium 5083 Roymons Jimmy Dimu; Fransiskus Sapar; Oktovianus Dharma Rerung; Lukas Lantang; Viktorius Belawa Maran
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 8 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i8.32971

Abstract

Aluminium 5083 banyak digunakan pada struktur maritim karena memiliki kekuatan yang relatif tinggi, bobot ringan, serta ketahanan korosi yang baik. Namun, struktur kapal bekerja pada kondisi lingkungan dengan perubahan temperatur dan menerima beban kejut yang dapat memengaruhi kemampuan material dalam menyerap energi serta menahan terjadinya patah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi temperatur terhadap kekuatan impak Aluminium 5083 serta mengidentifikasi karakteristik makroskopis patahan yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pengujian impak Charpy. Spesimen dibuat mengacu pada ASTM E23 dengan ukuran 55 mm × 10 mm dan takikan berbentuk V sedalam 2 mm. Pengujian dilakukan pada temperatur 4°C, 10°C, 16°C, serta temperatur ruang sekitar 25°C, dengan tiga spesimen pada setiap kondisi temperatur terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai impak meningkat seiring peningkatan temperatur, yaitu 1,67 J/mm² pada 4°C, 1,84 J/mm² pada 10°C, 1,87 J/mm² pada 16°C, dan 1,93 J/mm² pada 25°C. Pengamatan makroskopis menunjukkan seluruh spesimen mengalami patahan berserat yang mengindikasikan perilaku relatif ulet. Dengan demikian, semakin tinggi temperatur pada rentang pengujian, semakin tinggi kekuatan impak Aluminium 5083, sementara karakteristik patahannya tetap didominasi patahan berserat.