Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Biografi Syekh Datuk Kota Bangun Hasbi, Sakinah; Nasution, Abdul Gani Jamora; Almeida, Annisa; Harahap, Masbulan; Purba, Nadia Haviza
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the history of the arrival of Islam to North Sumatra with a focus on the figure of Sheikh Datuk Kota Bangun. Through a biographical approach, this research aims to explore the contribution of Sheikh Datuk Kota Bangun in developing Islam in the region. The research gathered information from various sources, including Hikayat Hamparan Perak and related tombs. The problem formulation highlights the identification of this figure and his contribution, while the research objective is to provide an in-depth understanding of his role and impact in the development of Islam in North Sumatra. The research method uses a biographical approach by collecting data from historical documents, personal notes and archives. The research details his background, education and concrete contributions, while exploring the values reflected in North Sumatran society. Sheikh Datuk Kota Bangun, great cleric of North Sumatra, key to the spread of Islam, contributions include the establishment of mosques and Islamic educational institutions. Its influence on the city of Medan, especially in its formation by Guru Patimpus Sembiring Pelawi, is revealed. Research highlights its central role in the process of Islamization in the region. His grave is considered sacred, with mystical stories and miracles, strengthening the legend as the founder of the village. In conclusion, Sheikh Datuk Kota Bangun played a vital role in the spread of Islam in North Sumatra.
Transformasi Barang Bekas Menjadi Kerajinan Kreatif Hasbi, Sakinah; Almeida, Annisa; Maulida Rambe, Rahma; Srg, Nurul Syakirah; Zuhra, Cut Farida; Syahrani Panjaitan, Suci Mawar; Permatasari, Lutfia; Rahmadani, Rahmadani; Siregar, Raja; Nasution, Abdul Gani Jamora
PEMA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i1.842

Abstract

Penggunaan plastik sekali pakai telah menyebabkan masalah lingkungan yang serius di Indonesia, dengan tingkat daur ulang yang rendah dan banyaknya sampah yang mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, Oleh karena itu Mahasiswa/i dari Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah menerapkan program kerja tentang bagaimana cara Tranformasi Barang Bekas Menjadi Kerajinan Kreatif ,Yang mana program kerja ini dilaksanakan pada saat Pengabdian Masyarakat di Kampung setia tawar barat, maligas bayu, kec Huta Bayu Raja, kabupaten simalumgun, sumatera utara di Desa Setia Tawar Barat. Yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan kerajinan tangan. Metode yang digunakan melibatkan pelatihan intensif, penyampaian materi, dan praktik langsung dalam membuat kerajinan dari sampah plastik. Sebanyak 15 anak terlibat dalam kegiatan ini, dengan hasil berupa produk kerajinan seperti lampion dan kotak pensil dari botol plastik bekas, balon, sedotan, dan kardus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang berguna dan estetis, sekaligus meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan mereka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga berpotensi sebagai sumber penghasilan di masa depan, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi kreatif anak-anak.
Konsep dan Kedudukan Pendidikan IPS dalam Perubahan Kurikulum di Sekolah Dasar Siregar, Masnuripa; Yusnaldi, Eka; Kesi, Kesi; Fauziah, Jihan; Hasbi, Sakinah; Sari, Lutfia Permata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan IPS merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Pada jenjang sekolah dasar IPS perlu diajarkan karena di dalamnya terdapat muatan materi yang mengajarkan tentang interaksi sosial sebagai bekal siswa agar mampu bersosialisasi, berkomunikasi dan berkolaborasi sebagai bagian dari anggota masyarakat. Ruang lingkup IPS yang mempelajari tentang manusia, ruang dan waktu serta perubahan dan kontinuitas memiliki tujuan agar siswa mampu mengembangkan nilai, sikap dan keterampilan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Tujuan utama pendidikan IPS tidak lain adalah untuk membekali siswa agar mampu berperan sebagai warga Negara yang baik di dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan mempelajari IPS siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu dan masalah masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, dan mampu mengambil tindakan yang tepat sebagai upaya penyelesaian. Pendidikan IPS dalam perkembangannya tidak luput dari perubahan, baik dari segi organisasi materi pembelajaran maupun teknik pembelajarannya. Berbagai perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari adanya perubahan kurikulum pembelajaran yang selalu diperbaharui sesuai dengan tuntutan zaman. Melalui penelusuran berbagai literatur yang relevan dalam artikel ini akan mengulas kembali bagaimana konsep, sejarah dan kedudukan pendidikan IPS dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dasar.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 11 Tahun Kelas VI SD Lubis, Ramadan; Siregar, Masnuripa; Siregar, Naina Idma; Putri, Cahya Widiya; Syahrani, Suci Mawar; Hasbi, Sakinah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/79hacz68

Abstract

Anak berusia 11 tahun yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar berada pada masa transisi dari akhir kanak-kanak menuju awal masa remaja. Pada fase ini, terjadi perkembangan yang signifikan pada berbagai aspek, yaitu fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Perkembangan fisik ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan yang lebih cepat, disertai meningkatnya keterampilan koordinasi dan kekuatan gerak. Dari sisi kognitif, anak sudah mampu berpikir secara logis, kritis, dan terstruktur dalam memahami pelajaran. Perkembangan emosional dan sosial tampak melalui kemampuan mengelola emosi yang lebih baik, meningkatnya kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya, serta kemampuan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Pada aspek moral, anak mulai memahami konsep benar dan salah sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan kejujuran. Sementara itu, perkembangan spiritual tercermin dari tumbuhnya kesadaran beragama, pemahaman nilai-nilai keimanan, dan penerapan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik perkembangan anak usia 11 tahun sangat penting bagi guru dan orang tua agar dapat memberikan pendampingan serta pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.