Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

H. Mukhtar Muda Nasution 1921-2009: Sejarah dan Kontribusi Siregar, Masnuripa; Nasution, Abdul Ghani Jamora; Putri, Cahya Widya; Panjaitan, Suci Mawar Syahraini; Permatasari, Lutfia
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sheikh H. Mukhtar Muda Nasution, with his nickname Marahadam Nasution, was a cleric who persistently fought to advance Islamic education in Barumun District, Padang Lawas Regency. In order to fulfill his desire to deepen religious knowledge he also studied in the holy land of Mecca for 4 years, besides studying he was trusted to teach at Madrasah Nahdlatul Ulama Sibuhuan which has now changed its name to Madrasah Tsanawiyah Aek Hayuara in Sibuhuan for 9 years, this was the beginning of his journey. In advancing Islamic education, he did many things to realize these ideals, including building several formal educational institutions in Sibuhuan, Barumun District. The aim of this research is to describe H. Mukhtar Muda Nasution 1921-2009 History and Contributions. This research uses a qualitative approach with a literature study method by collecting relevant data and analyzing and studying it in detail and in depth, as well as holding discussions to discuss the context related to the material in the journal. From this research, 2 (two) results were found, namely (1) Contribution of H. Mukhtar Muda Nasution in building many fast schools, namely the Aek Haruaya Sibuhuan Islamic boarding school (2) and biography of Sheikh H. Mukhtar Muda Nasution in developing the Islamic religion.
Konsep dan Kedudukan Pendidikan IPS dalam Perubahan Kurikulum di Sekolah Dasar Siregar, Masnuripa; Yusnaldi, Eka; Kesi, Kesi; Fauziah, Jihan; Hasbi, Sakinah; Sari, Lutfia Permata
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan IPS merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah dasar. Pada jenjang sekolah dasar IPS perlu diajarkan karena di dalamnya terdapat muatan materi yang mengajarkan tentang interaksi sosial sebagai bekal siswa agar mampu bersosialisasi, berkomunikasi dan berkolaborasi sebagai bagian dari anggota masyarakat. Ruang lingkup IPS yang mempelajari tentang manusia, ruang dan waktu serta perubahan dan kontinuitas memiliki tujuan agar siswa mampu mengembangkan nilai, sikap dan keterampilan baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Tujuan utama pendidikan IPS tidak lain adalah untuk membekali siswa agar mampu berperan sebagai warga Negara yang baik di dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan mempelajari IPS siswa diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu dan masalah masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, dan mampu mengambil tindakan yang tepat sebagai upaya penyelesaian. Pendidikan IPS dalam perkembangannya tidak luput dari perubahan, baik dari segi organisasi materi pembelajaran maupun teknik pembelajarannya. Berbagai perubahan tersebut merupakan konsekuensi dari adanya perubahan kurikulum pembelajaran yang selalu diperbaharui sesuai dengan tuntutan zaman. Melalui penelusuran berbagai literatur yang relevan dalam artikel ini akan mengulas kembali bagaimana konsep, sejarah dan kedudukan pendidikan IPS dalam kurikulum pembelajaran di sekolah dasar.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 11 Tahun Kelas VI SD Lubis, Ramadan; Siregar, Masnuripa; Siregar, Naina Idma; Putri, Cahya Widiya; Syahrani, Suci Mawar; Hasbi, Sakinah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/79hacz68

Abstract

Anak berusia 11 tahun yang duduk di kelas VI Sekolah Dasar berada pada masa transisi dari akhir kanak-kanak menuju awal masa remaja. Pada fase ini, terjadi perkembangan yang signifikan pada berbagai aspek, yaitu fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Perkembangan fisik ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat badan yang lebih cepat, disertai meningkatnya keterampilan koordinasi dan kekuatan gerak. Dari sisi kognitif, anak sudah mampu berpikir secara logis, kritis, dan terstruktur dalam memahami pelajaran. Perkembangan emosional dan sosial tampak melalui kemampuan mengelola emosi yang lebih baik, meningkatnya kebutuhan untuk diterima oleh teman sebaya, serta kemampuan bekerja sama dalam aktivitas kelompok. Pada aspek moral, anak mulai memahami konsep benar dan salah sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku, serta menunjukkan sikap tanggung jawab dan kejujuran. Sementara itu, perkembangan spiritual tercermin dari tumbuhnya kesadaran beragama, pemahaman nilai-nilai keimanan, dan penerapan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik perkembangan anak usia 11 tahun sangat penting bagi guru dan orang tua agar dapat memberikan pendampingan serta pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Visual Terhadap Daya Ingat Materi Pelajaran IPAS pada Siswa Kelas Tinggi Sekolah Dasar Kelas IV Lestari, Bunga; Damanik, Muhd. Hayyanul; Wati, Kholila; Siregar, Masnuripa; Siregar, Surya Kartini Indah Sari; Putri, Fatin Adelya; Siregar, Naina Idma; Syafitri, Yunita; Siregar, Raza; Amri, Mutia Syafiqo Naswya
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran visual terhadap daya ingat siswa dalam memahami materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada kelas IV sekolah dasar. Masalah utama dalam pembelajaran IPAS adalah abstraknya konsep-konsep yang dipelajari, sehingga siswa membutuhkan bantuan media visual untuk memperkuat daya ingat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa angket yang disebarkan kepada 20 siswa SD IT Islam Cendekia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87% siswa merasa lebih mudah mengingat materi saat menggunakan media visual, 80% merasa lebih fokus, dan 73% mampu menjelaskan kembali materi dengan lebih baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media visual memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan daya ingat siswa. Dengan demikian, media visual disarankan digunakan secara konsisten dalam proses pembelajaran IPAS.