Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Pengaruh Rasio Bahan Baku Sekam Padi dan Batubara Dalam Proses Gasifikasi Updraft Terhadap Karateristik Syngas Fikriansyah, Muhammad Deva; Zurohaina, Zurohaina; Isnandar Yunanto
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.23844

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah biomassa. Salah satu teknologi yang berkembang adalah gasifikasi, yaitu proses termokimia yang mengonversi bahan bakar padat seperti sekam padi dan batubara menjadi gas sintetik (syngas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio campuran sekam padi dan batubara terhadap karakteristik syngas yang dihasilkan menggunakan reaktor gasifikasi tipe updraft. Udara digunakan sebagai agen gasifikasi tanpa proses pemurnian tambahan. Variasi rasio bahan baku dilakukan untuk mengevaluasi stabilitas syngas, efisiensi termal, dan potensi penggunaan langsung dalam sistem pembangkitan listrik skala kecil. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan proporsi sekam padi dalam campuran meningkatkan kandungan gas mampu bakar seperti CH₄ dan H₂, serta nilai kalor syngas. Rasio optimal ditemukan pada komposisi 50:50, yang memberikan syngas paling efisien dan stabil. Penelitian ini mendukung pemanfaatan limbah biomassa dan batubara berkualitas rendah sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
In Situ Besi (Fe) Sebagai Donor Hidrogen Dalam Proses Hydrotreating Minyak Jelantah Untuk Meningkatkan Nilai Kalor Green Diesel Ramadhan, M. bagus; Cindy Romah Dika; Alfina Ersanti; Tahdid; Ahmad Zikri; Isnandar Yunanto
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.24101

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan keterbatasan sumber fosil mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku alternatif melalui proses hydrotreating untuk menghasilkan green diesel. Penelitian ini mengkaji penggunaan besi (Fe) sebagai donor hidrogen in situ tanpa suplai hidrogen eksternal, dengan variasi konsentrasi Fe dan temperatur menggunakan katalis NiMo/γ-Al₂O₃. Hasil terbaik diperoleh pada Fe 10% dan temperatur 340°C dengan yield green diesel 32,05%, nilai kalor 44,01 MJ/kg, densitas 791,5 kg/m³, dan viskositas 2.9 cSt. Dibandingkan penelitian Zurohaina et al. (2021) yang menggunakan hidrogen eksternal (42,13 MJ/kg pada 430°C), pendekatan ini terbukti lebih efisien pada temperatur lebih rendah. Nilai cetane number mencapai 53,0, masih di bawah standar EN 15940 (≥70), menunjukkan perlunya optimalisasi lebih lanjut. Metode in situ hydrogen donation berbasis Fe terbukti efektif dan ekonomis dalam menghasilkan green diesel berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI WAKTU TERHADAP PROSES HIDROLISIS ENZIM SELULASE PADA EMPTY FRUIT BUNCH MENJADI SIRUP GLUKOSA rizkyani, tesya; Martha Aznury; Isnandar Yunanto
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24120

Abstract

Telah dilakukan pembuatan glukosa dari limbah fiber cake menjadi glukosa yang mana nantinya akan lebih berguna sebagai bahan baku untuk suatu produk. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: tahapan persiapan bahan baku, delignifikasi dan hidrolisis (sakarifikasi). bahan baku. Metode delignifikasi adalah proses pemisahan selulosa, lignin, dan hemiselulosa dilakukan dengan menggunakan H2O2 dan penambahan katalis MnSO4.H2O pada alat reflux suhu 36°C. Penelitian ini bertujuan untuk memusatkan konsentrasi enzim selulase dalam proses hidrolisis (sakarifikasi) untuk menentukan kadar glukosa tertinggi. Variasi dalam penelitian ini adalah konsentrasi enzim selulase sebesar 10, 20, 30 (%) dari berat Empty Fruit Bunch (fiber cake). Pengujian yang dilakukan adalah kadar pengujian selulosa, hemiselulosa, lignin dan kadar glukosa. Percobaan dilakukan pada suhu 50°C. Pengambilan sampel terjadi setiap 6, 12, 18, dan 24 jam. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pengaruh variasi waktu terhadap konsentrasi kadar sirup glukosa pada konsentrasi enzim selulase tertinggi yaitu % sirup glukosa sebesar 15,25%. Hidrolisis fiber cake yang dilakukan secara enzimatis telah berhasil dilakukan dengan ditemukannya kadar glukosa dari hasil hidrolisis limbah fiber cake. Berdasarkan pengamatan semakin lama waktu hidrolisis maka semakin besar pula kadar glukosa yang dihasilkan. Delignifikasi pada alat reflux yang dilakukan pada suhu 70-80oC dapat menurunkan komposisi lignin fiber cake sawit yang tidak hanya dipengaruhi oleh H2O2 tetapi juga katalis MnSO4.H2O. Komposisi lignin fiber cake sawit terdelignifikasi yaitu (17%) terdapat pada kondisi operasi delignifikasi 4 jam pada suhu 80oC.