Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Pelestarian Lingkungan di Kawasan Bendhung Lepen Kampung Mrican, Kota Yogyakarta Dewanti, Isabell Nur Fadhilla; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Andini, Isti; Kusumastuti
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v3i3.997

Abstract

Community participation refers to the active involvement of citizens in various stages of the development process, especially at the village level. A concrete example of community participation can be seen in the case study of Bendhung Lepen, located in Mrican Village, Yogyakarta. Bendhung Lepen is an irrigation canal that stems from the Gajah Wong River. Before its revitalization, the area faced numerous environmental problems, primarily due to household waste and pollution that contaminated the waterway and negatively affected the environment and public health. In response to these issues, local residents, along with relevant stakeholders, initiated an environmental conservation program. The main goal of this initiative was to restore the ecological function of Bendhung Lepen and transform it into a clean, green, and beneficial public space for the community. This study aims to measure the level of community participation in the environmental conservation program. Data collection methods included questionnaires for quantitative analysis and in-depth interviews for qualitative insights into community involvement. The results of the study show that community members were actively involved in various phases of the program, including planning, implementation, and evaluation. Stakeholders involved in the program included community leaders, youth groups, environmental organizations, and village officials. The forms of participation extended beyond voicing aspirations to contributing labor (through mutual cooperation) and materials (such as donations or supplies). According to Arnstein’s ladder of participation, the level of community participation in this conservation program falls under the category of "delegated power," which represents a high degree of participation. This means that the community was not merely involved as passive participants but was given real authority in decision-making and program management. These findings indicate that genuine and sustained community involvement plays a crucial role in the success of local environmental conservation efforts.
PENINGKATAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN MELALUI PENGHIJAUAN PADA KAWASAN SMART FISHERIES VILLAGE (SFV) DI DESA SUMBERDODOL, KABUPATEN MAGETAN Widodo, Candraningratri Ekaputri; Astuti, Winny; Rini, Erma Fitria; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i2.21804

Abstract

Desa Sumberdodol, yang terletak di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, merupakan salah satu desa yang progresif dalam mengelola potensinya. Dengan udara yang sejuk, lanskap pegunungan yang indah, dan sumber air melimpah, desa ini memiliki berbagai potensi, khususnya di bidang pariwisata dan sumber daya air. Desa Sumberdodol juga dikembangkan sebagai Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) yang diluncurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan pada tahun 2023. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan Kawasan SFV melalui pengijauan kawasan. Kegiatan ini dilakukan melalui kerjasama Grup Riset Sustainable Urban Region Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Karya Mandiri Desa Sumberdodol. Penghijauan dilakukan berupa penanaman 50 bibit pohon Ketapang kencana sebagai peneduh dengan melibatkan masyarakat. Melalui kegiatan penghijauan ini, diharapkan jalan akses menjadi lebih hijau, teduh, terhindar dari erosi tanah, sehingga menjadi nyaman bagi pengunjung yang datang ke SFV. Peningkatan jumlah kunjungan ke SFV diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha BUMDes, mendukung pengembangan perekonomian Desa Sumberdodol, serta menjadikan SFV sebagai ruang interaksi sosial yang produktif.
Clustering of Regions in Lampung Province based on social and economic aspects using the K-Means algorithm with PCA optimization Agustine, Verlina; Ashari, Ilham Firman; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi
Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan Vol. 26 No. 2: October 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jesp.v26i2.26212

Abstract

Regional planning aims to create balanced and sustainable development by considering each region’s unique socio-economic characteristics. Lampung Province, as a resource-rich area in Sumatra, faces regional disparities and underdeveloped districts despite its potential. This study applies regional clustering to support development strategies by categorizing districts/cities based on social and economic factors. A quantitative machine learning approach is employed using the K-Means algorithm optimized with Principal Component Analysis (PCA) to enhance clustering accuracy. The research utilizes secondary data from 2019 to 2023, encompassing economic indicators such as Gross Regional Domestic Product (GRDP) and inflation rates, alongside social factors including the Human Development Index (HDI) and poverty rates. The results reveal two distinct clusters that is urban-centered districts with higher economic growth but greater income inequality, and rural-oriented districts with slower economic development yet relatively stable social conditions. This classification highlights the necessity for inclusive development policies tailored to regional characteristics, emphasizing investment in productive sectors, human resource development, and infrastructure improvement to bridge socio-economic disparities. The study underscores the importance of localized policy interventions to foster balanced regional development in Lampung Province.
Tingkat Kesesuaian Fisik Spasial Kawasan Strategis Sektor Perdagangan dan Jasa: Studi Kasus Kawasan Nusukan, Kota Surakarta Nuraini, Nuraini; Utomo, Rizon Pamardhi; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.70118.184-203

Abstract

Kawasan Nusukan (Joglo dan sekitarnya) ditetapkan sebagai kawasan strategis sektor perdagangan dan jasa sejak sebelum RTRW Kota Surakarta direvisi hingga RTRW versi terbaru tahun 2021-2041. Setelah dua kali ditetapkan sebagai kawasan strategis sektor perdagangan dan jasa, masih ditemui beberapa permasalahan fisik yang menghambat pemenuhan kriteria fisik spasial Kawasan Nusukan sebagai kawasan pusat perdagangan dan jasa. Permasalahan-permasalahan tersebut antara lain belum adanya perkembangan signifikan pada guna lahan perdagangan dan jasa, belum tersedianya jenis perdagangan dan jasa kategori hiburan yang biasanya terdapat pada kawasan pusat perdagangan dan jasa, masih adanya parkir on-street yang mempersempit ruang gerak kendaraan, kurang tersedianya jalur pedestrian, dan kemacetan pada jam-jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tingkat kesesuaian fisik spasial Kawasan Nusukan sebagai kawasan strategis sektor perdagangan dan jasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pembobotan metode weighted product dan analisis skoring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kestrategisan lokasi, Kawasan Nusukan tergolong cukup strategis yaitu memiliki nilai sentralitas tinggi, terhubung dengan pusat-pusat kegiatan yang ada di sekitarnya melalui jaringan moda transportasi umum dengan tingkat kemudahan akses dari segi keterkaitan jarak dan kelancaran lalu lintas kategori sedang. Dari aspek karakteristik spasial aktivitas ekonomi, pola aktivitas perdagangan dan jasa sudah menunjukkan pola klaster, tingkat densitas sedang dengan keragaman aktivitas perdagangan dan jasa yang tinggi. Dari segi kelengkapan infrastruktuktur, sebanyak 41% zona perdagangan dan jasa menyediakan ruang parkir, sehingga masih ditemuinya parkir pada badan jalan. Ketersedian pedestrian hanya sejumlah 27% dari total panjang jalan yang membutuhkan pedestrian sehingga antar bangunan perdagangan dan jasa kurang terkoneksi. Berdasarkan variabel yang telah diujikan, nilai kesesuaian fisik spasial Kawasan Nusukan sebagai kawasan strategis perdagangan dan jasa termasuk dalam kategori sedang, yang berarti sudah cukup memenuhi kriteria fisik spasial kawasan pusat pelayanan perdagangan dan jasa, serta hanya diperlukan sedikit upaya peningkatan dari segi infrastruktur untuk mencapai kondisi ideal.
Faktor-faktor yang Mendorong Penggunaan Ruang Publik bagi Warga di Permukiman Padat (Studi Kasus Lingkungan Rusunawa Begalon I & II, Kota Surakarta) Maharani, Bertha; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.75698.14-25

Abstract

Peningkatan populasi penduduk yang masif berdampak pada semakin tingginya permintaan terhadap lahan permukiman. Permasalahan keterbatasan ruang adalah masalah yang umumnya ada di lingkungan permukiman padat penduduk. Khususnya, permasalahan keterbatasan ruang dalam studi ini mengacu pada keterbatasan ruang publik untuk mewadahi aktivitas bersama. Permasalahan ini dapat dilihat melalui perilaku masyarakat yang secara spontan menggunakan ruang-ruang kosong sebagai ruang publik untuk memenuhi kebutuhan interaksi sosial. Penggunaan ruang publik untuk interaksi sosial ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain terdiri atas variabel aksesibilitas, kebersihan, keamanan, sarana dan prasarana, ragam aktivitas, dan kebijakan ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama yang mendorong masyarakat dalam menggunakan ruang publik melalui metode analisis faktor. Penelitian ini membagi identifikasi faktor pendorong penggunaan ruang publik pada dua kategori kelompok masyarakat, yaitu masyarakat yang tinggal di dalam Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan masyarakat yang tinggal di luar Rusunawa. Berdasarkan hasil analisis, faktor utama yang mendorong wargadi dalam Rusunawa dalam menggunakan ruang publik adalah kondisi sarana prasarana, sedangkan faktor utama bagi warga yang tinggal di luar Rusunawa adalah aksesibilitas.