Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta (Whose Decision? Communal Participation in Sanimas Program Implementation in Kadipiro Village, Surakarta City) Andini, Isti
Journal of Regional and City Planning Vol 25, No 2 (2014)
Publisher : The ITB Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.111 KB) | DOI: 10.5614/jpwk.2015.25.2.3

Abstract

Abstrak: Sanimas adalah program yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai respon terhadap masalah sanitasi di permukiman padat perkotaan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, warga menjadi inisiator utama dalam penyusunan rencana tindak, pembangunan fisik, pengelolaan dan pengembangan sistem sanitasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, konsep partisipasi komunitas sering dipahami hanya sebagai kehadiran dalam pertemuan atau sosialisasi, atau hanya kehadiran perwakilan masyarakat dalam proses pelaksanaan program. Padahal, partisipasi komunal harus dipandang sebagai keputusan komunal, baik dari asal-usul inisiatif, sumber daya atau kontrol dalam proses dan pemanfaatan. Artikel ini mencoba mengenali tingkat partisipasi dalam pelaksanaan Sanimas di Kadipiro, Surakarta sebagai partisipasi komunal, tidak semata-mata partisipasi individu dalam sebuah komunitas. Partisipasi komunal menjamin keberlanjutan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur permukiman karena perubahan perspektif telah diinternalisasi sebagai bagian dari nilai serta norma dalam komunitas.Kata Kunci: Sanimas, partisipasi komunal, pengambilan keputusanAbstract: Sanimas is a program organized by the Department of Public Works as a response to the problem of sanitation in dense urban settlements. Using a participatory approach, people become a major initiator in the preparation of action plans, physical development, management and development of sanitation systems are more environmentally friendly. However, the concept of community participation is often understood as attendance at a meeting or socialization, or just the presence of community representatives in the process of implementing the program. In fact , communal participation should be viewed as a communal decision, both from the origin of the initiative, resources, or control in the process and utilization. This article attempts to identify the level of participation in the implementation of Sanimas in Kadipiro, Surakarta as a communal participation, not merely the individual’s participation in a community. Communal participation ensures better sustainability in the infrastructure development of the settlement, in which perspective changes have been internalized as part of the values and norms in the community.Keywords: Sanimas, communal participation, decision making
ECOCULTURAL CITY – HOW ACTUAL IS THIS CONCEPT IN THE ERA OF DISRUPTION OF PANDEMIC COVID 19? Winny Astuti; Rufia Andisetyana Putri; Hakimatul Mukaromah; Murtanti Jani Rahayu; Paramita Rahayu; Erma Fitria Rini; Isti Andini
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v20i1.a7760

Abstract

This research explored the implementation of concept of Surakarta ecocultural city platform in the era of Pandemic Covid-19 in 2 case study areas of Balekambang Park as the Natural and Heritage Park and Jayengan Jewelry Kampung (JKP) as Heritage Creative Industry-based Kampung Tourism. Eco city is basically the concept to create new urban development to be more ecologically, liveable and Sustainable, while the cultural city refers to the city, which focusing on cultural and performance for branding the city.  Ecocultural city is mainly related to connectivity among people, place and culture and this concept is mostly applicated in the tourism world, where to maintain this sustainably, this has to address people, place and its cultural relationship with biophysical aspects. Therefore, in the era of disruption of COVID-19, the ecocultural based of tourist destination areas are highly affected due to the loss of tourists visiting the areas. The research found that the model of People, place, technology and government proposes for increasing adaptability of people to the disruption condition, initiating resilient, creative, healthy and smart places, exhalating technology for added value of tourism product and improving resilience  government to adapt, absorb the change, collaborating multi stakeholder partnerships
Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta (Whose Decision? Communal Participation in Sanimas Program Implementation in Kadipiro Village, Surakarta City) Isti Andini
Journal of Regional and City Planning Vol. 25 No. 2 (2014)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2015.25.2.3

Abstract

Abstrak: Sanimas adalah program yang diselenggarakan oleh Departemen Pekerjaan Umum sebagai respon terhadap masalah sanitasi di permukiman padat perkotaan. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif, warga menjadi inisiator utama dalam penyusunan rencana tindak, pembangunan fisik, pengelolaan dan pengembangan sistem sanitasi yang lebih ramah lingkungan. Namun, konsep partisipasi komunitas sering dipahami hanya sebagai kehadiran dalam pertemuan atau sosialisasi, atau hanya kehadiran perwakilan masyarakat dalam proses pelaksanaan program. Padahal, partisipasi komunal harus dipandang sebagai keputusan komunal, baik dari asal-usul inisiatif, sumber daya atau kontrol dalam proses dan pemanfaatan. Artikel ini mencoba mengenali tingkat partisipasi dalam pelaksanaan Sanimas di Kadipiro, Surakarta sebagai partisipasi komunal, tidak semata-mata partisipasi individu dalam sebuah komunitas. Partisipasi komunal menjamin keberlanjutan yang lebih baik dalam pengembangan infrastruktur permukiman karena perubahan perspektif telah diinternalisasi sebagai bagian dari nilai serta norma dalam komunitas.Kata Kunci: Sanimas, partisipasi komunal, pengambilan keputusanAbstract: Sanimas is a program organized by the Department of Public Works as a response to the problem of sanitation in dense urban settlements. Using a participatory approach, people become a major initiator in the preparation of action plans, physical development, management and development of sanitation systems are more environmentally friendly. However, the concept of community participation is often understood as attendance at a meeting or socialization, or just the presence of community representatives in the process of implementing the program. In fact , communal participation should be viewed as a communal decision, both from the origin of the initiative, resources, or control in the process and utilization. This article attempts to identify the level of participation in the implementation of Sanimas in Kadipiro, Surakarta as a communal participation, not merely the individual's participation in a community. Communal participation ensures better sustainability in the infrastructure development of the settlement, in which perspective changes have been internalized as part of the values and norms in the community.Keywords: Sanimas, communal participation, decision making
INDIKATOR KETIMPANGAN DALAM PEMBANGUNAN DAN PENYEBARAN PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS KOTA DAN KABUPATEN DI PROVINSI JAWA BARAT DAN BANTEN Paramita Rahayu; Erma Fitria Rini; Isti Andini; Rufia Andisetyana Putri
Jurnal Pengembangan Kota Vol 9, No 2: Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.43 KB) | DOI: 10.14710/jpk.9.2.231-244

Abstract

Banyak penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki penyebaran pandemi COVID-19. Salah satu fokusnya adalah pengaruh indikator pembangunan pada skala kewilayahan, terhadap jumlah terkonfirmasi COVID-19 maupun tingkat mortalitas. Studi sebelumnya sejauh ini banyak dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat, dengan hasil yang bervariasi. Sebagai contoh, masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi memiliki jumlah kasus terkonfirmasi yang lebih besar, ataupun sebaliknya.  Sehubungan dengan variasi hasil penelitian sebelumnya dan kurangnya penelitian serupa untuk konteks Indonesia, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengungkapkan kondisi empiris hubungan indikator pembangunan pada konteks Indonesia, dengan jumlah terkonfirmasi COVID-19. Studi kasus yang digunakan adalah kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan statistik deskriptif yang dikombinasikan dengan regresi berganda sebagai teknik analisis. Regresi berganda dilakukan dengan menggunakan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di setiap kota dan kabupaten (y) terhadap dua puluh variabel yang merupakan indikator pembangunan wilayah, yang terkait dengan urbanisasi, struktur demografi, pembangunan dari aspek ekonomi, spasial, dan aspek pembangunan manusia (x). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan pembangunan antar kota dan kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Secara umum, kota berada pada tingkat pembangunan yang lebih baik. Selanjutnya, jumlah penduduk usia lanjut dan garis kemiskinan wilayah merupakan dua variabel yang berpengaruh pada jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di kota dan kabupaten dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat dan Banten.
ANALISIS KARAKTERISTIK BERLOKASI UMKM BINAAN BERDASARKAN CONNECTIVITY DAN INTEGRITY JARINGAN JALAN DI KOTA DEPOK Rahil Irinaila Nurussyarifa; Isti Andini; Winny Astuti; Vian Marantha Haryanto
Advances In Social Humanities Research Vol. 1 No. 6 (2023): ADVANCES in Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v1i6.100

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian kota terutama dalam menunjang pendapatan asli daerah. Keputusan berlokasi oleh UMKM berhubungan dengan karakteristik ruas jalan karena UMKM membutuhkan aksesibilitas dan visibilitas tinggi untuk menunjang kegiatannya. Penelitian ini menggunakan konektivitas dan integritas yang berasal dari teknik Space Syntax untuk menilai jaringan jalan di Kota Depok. Meningkatnya mobilitas seiring bertambahnya jumlah UMKM pada suatu lokasi mengindikasikan karakteristik dan perkembangan pada UMKM. Ketidaksesuaian lokasi UMKM dapat menjadi hambatan baik pada aksesibilitas maupun perkembangan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan karakteristik berlokasi UMKM di Kota Depok dengan konektivitas dan integritas jaringan jalan di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner, data instansi dan observasi yang dianalisis dengan teknik Analisis Space Syntax, Analisis Superimpose dan Analisis Deskriptif Spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa UMKM di Kota Depok dengan dominasi jenis usaha kuliner memiliki pola beragam pada level kecamatan, seperti pola tersebar, acak dan mengelompok. Analisis jaringan jalan menunjukkan ruas jalan di Kota Depok memiliki konektivitas yang sama, yaitu rendah. Sementara Integritas didominasi oleh nilai tinggi pada lebih dari 80% wilayah. Analisis superimpose menunjukkan tidak ada kesimpulan hubungan yang dapat ditarik pada karakteristik konektivitas, karena seluruh wilayah memiliki konektivitas sama namun memiliki pola sebaran yang beragam. Sementara, karakteristik integritas menunjukkan bahwa terdapat 4 kecamatan dengan pola mengumpul yang berada pada wilayah dengan integritas tinggi.
Perubahan Pergerakan Dalam Penggunaan Layanan Online Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta Pratiwi, Sevina Eka; Andini, Isti; Rahayu, Murtanti Jani
REKSABUMI Vol 3 No 2 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v3i2.9608.2024

Abstract

E-government is the answer to the problem of movement density that occurs in urban areas. The application of E-government can change face-to-face service delivery to become completely online. This is able to reduce the number of movements that occur and has a direct impact on reducing the density of movements in urban areas. This research aims to determine the level of change in people's movements in accessing government services after the implementation of E-government. Research using these 8 variables shows results in the form of the level of change that occurs. The research results show that there are significant changes in the movements carried out by the community before and after the implementation of E-government and show a high level of movement reduction.
ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI GUNA LAHAN TERHADAP KINERJA JALAN DI JALAN YOS SUDARSO DAN JALAN BRIGJEN SUDIARTO KOTA SURAKARTA Innasia, Syafa Putri; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i1.7613.1-16

Abstract

Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto merupakan jalan kolektor sekunder yang merupakan akses penghubung Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonogiri. Penggunaan lahan di sekitar kedua ruas jalan tersebut terdiri dari bangunan yang padat dan beragam sehingga potensi pergerakan kedua ruas jalan tersebut juga tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh penggunaan lahan terhadap kinerja jalan di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto Kota Surakarta. Temuan dari penelitian ini adalah kawasan penelitian memiliki intensitas pemanfaatan lahan sebesar 49,07% yang tergolong sedang dan kompleksitas penggunaan lahan yang tergolong tinggi. Nilai kinerja jalan yang dihasilkan pun tergolong sedang hingga sangat tinggi karena termasuk klasifikasi B hingga F. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan lahan di ruas Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto terhadap kinerja jalan yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan adanya potensi aktivitas pada suatu lahan yang bervariasi akan membangkitkan sejumlah arus lalu lintas. Perbedaan waktu juga menunjukkan adanya tingkat aktivitas guna lahan yang dihasilkan dimana pada hari kerja volume meningkat dan nilai kinerja jalan lebih tinggi sedangkan pada hari libur volume menurun dan nilai kinerja jalan lebih rendah.
Perubahan Tahapan Proses pada Revitalisasi Perkotaan di Kelurahan Mojo, Surakarta Hidayat, Aditya Wahyu; Andini, Isti; Rahayu, Murtanti Jani
Sustainable Civil Building Management and Engineering Journal Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scbmej.v1i4.3212

Abstract

Proses revitalisasi perkotaan merupakan suatu proses penataan ruang secara terencana. Di dalam proses revitalisasi, banyak terdapat hierarki proses dimana proses yang terjadi pada lingkup internal jarang terlihat walaupun memiliki pengaruh terhadap keberhasilan yang tinggi. Seperti halnya terdapat pada Lokus Penataan RW 01 Mojo, Surakarta yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Penelitian ini membahas mengenai perubahan proses tersebut dimana terdapat proses formal yang menjadi acuan utama, serta penambahan proses informal baru yang menjadi pembahasannya. Pada penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu variabel proses revitalisasi, variabel jenis tahapan proses, dan variabel perubahan pada proses. Hal tersebut dilakukan dengan analisis koding dan deskriptif secara mendalam pada setiap variabelnya. Penelitian ini menghasilkan perubahan pada proses revitalisasi pada studi kasus dengan hasil terdapat proses informal tambahan yang terbentuk diantara proses formal yang telah direncanakan dikarenakan dua faktor, yaitu faktor stakeholder dan faktor urgensi.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
PENILAIAN PERUBAHAN KONDISI EKONOMI PASCA PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI RW 01 KELURAHAN MOJO KOTA SURAKARTA Sembai, Frans Obed; Mukaromah, Hakimatul; Andini, Isti
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 10 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana dan prasarana yang terbangun setelah penataan permukiman kumuh dilakukan dan mengidentifikasi perubahan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah penataan serta menganalisis peran sarana dan prasarana fisik dalam perubahan ekonomi pada masyarakat RW 01 Kelurahan Mojo Kota Surakarta. Analisis pada penelitian ini didukung oleh metode kualitatif dan metide kuantitatif . Metode Kualitatif dilakukan guna menganalisis sarana fisik yang terbangun dalam program penataan serta menganalisis peran sarana fisik dalam perubahan kondisi ekonomi dan metode kuantitatif untuk menganalisis perubahan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah penataan permukiman. Menurut perhitungan paired sample t-test menggunakan program SPSS, kondisi ekonomi masyarakat di wilayah RW 01 Kelurahan Mojo mengalami perubahan. Hasil menunjukkan bahwa beberapa elemen kondisi memiliki tingkat signifikan dan tidak signifikan. Kondisi pekerjaan dan aset kendaraan, serta kondisi pendapatan, tabungan, dan kredit, dapat menunjukkan hasil yang signifikan. Hipotesis menyatakan bahwa nilai yang tidak signifikan menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi. Namun, berdasarkan observasi, nilai yang tidak signifikan tetap menunjukkan adanya perubahan, tetapi perubahan tersebut tidak memenuhi syarat untuk signifikan karena nilai perbandingan perubahan untuk setiap elemen kondisi hanya sedikit.