Lami'ah, Siti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN TARI KREASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI SENI TARI SISWA DI SDN 12 CAKRANEGARA Lami'ah, Siti; Lestari, Fitri Dwi
Renjana Pendidikan Dasar Vol 4 No 3 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan tari kreasi dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan apresiasi seni tari pada siswa di SDN 12 Cakranegara melalui metode pelaksanaan berupa pengabdian masyarakat. Tahap-tahap yang digunakan pada saat pelatihan tari yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Program ini melibatkan berbagai tahapan, termasuk pengamatan gerakan tari, latihan gerakan dasar, menghafal gerakan, dan penampilan tari secara berkelompok. Hasil dari pelatihan ini diukur melalui penampilan tari kreasi di SDN 12 Cakranegara pada 6 Juni 2024. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta didik mampu menguasai dan menampilkan gerakan tari dengan baik, mendapatkan apresiasi positif dari penonton, serta menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan apresiasi seni tari. Pelatihan ini berfungsi sebagai sarana hiburan serta sarana edukasi dan pelestarian budaya, serta berhasil meningkatkan kesadaran dan kecintaan siswa terhadap seni tari tradisional. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dan diperluas agar dampak positifnya dapat dirasakan oleh lebih banyak peserta didik.
Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Berbasis HOTS pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV Lami'ah, Siti; Nurhasanah; Nurwahidah
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i1.10618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS pada Mata Pelajaran IPAS kelas IV di SDN 13 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes tulis yang terdistribusi ke dalam 5 soal essay HOTS IPAS dan wawancara semistruktural. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan model Miles, Huberman dan Saldana dengan langkah analisis terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Analisis data dilakukan terhadap 15 peserta didik Kelas IV berdasarkan kategori nilai tinggi, nilai sedang dan nilai rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20% peserta didik berhasil mencapai nilai tinggi, kemudian sebanyak 20% peserta didik berada pada kategori nilai sedang dan sebagian besar peserta didik (60%) berada pada kategori nilai rendah. Kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal HOTS IPAS dianalisis berdasarkan indikator Taksonomi Bloom, yakni menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa untuk indikator menganalisis, peserta didik mengalami kesulitan memahami soal dan kesulitan menganalisis soal. Untuk indikator mengevaluasi peserta didik kesulitan merepresentasikan informasi berdasarkan data. Sedangkan untuk indikator mengkreasi peserta didik mengalami kesulitan membuat skema fotosintesis. Selain indikator tersebut, peserta didik juga mengalami kesulitan konsentrasi. Hal ini menunjukkan peserta didik memerlukan dukungan dan pendekatan yang lebih efektif untuk mendukung pemahaman, keterampilan analisis, evaluasi dan kreativitas dalam menjawab soal-soal HOTS IPAS
Implementasi Pelaksanaan Pembelajaran Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di Kelas 1 SDN Sumbersari 1 Fissalma, Nabilla; Lami'ah, Siti; Lami'ah, Radeni Sukma Indra Dewi; Ekawati, Ratna
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.13960

Abstract

This study aims to describe the learning process for students with special needs in Grade I at SDN Sumbersari 1 in Malang City, which functions as an inclusive school. The subjects of this study were Grade I teachers and shadow teachers. The method used in this study was a qualitative approach with a case study. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The data analysis technique used was the data analysis components according to Braun and Clarke, which consisted of six stages, including: (1) familiarisation with the data, (2) initial coding, (3) theme construction, (4) theme re-examination, (5) theme definition and naming, and (6) writing a qualitative research report. The results showed that the learning process for students with special needs in Grade I at SDN Sumbersari 1 consisted of planning, implementation, and evaluation of learning. SDN Sumbersari 1 has an Individual Learning Programme (PPI) and Special Assistant Teachers (GPK). At the planning stage, the identification and assessment of learning modules, learning resources, and media used are the same as for regular students, but the learning process is simplified. The implementation of learning consists of an introduction, core activities, and a conclusion using approaches, methods, and media tailored to the abilities and characteristics of the students. The evaluation was conducted flexibly according to the individual abilities of the students, such as observing behaviour and coordinating intensively with parents regarding learning tasks and activities. The main challenges in inclusive learning lie in the limited time available to classroom teachers to give individual attention and the suboptimal division of roles between classroom teachers and Special Assistant Teachers (GPK) in assisting students with special needs during learning. These findings indicate a gap between the demands of inclusion policies, which are individualistic in nature, and the suboptimal division of tasks between classroom teachers and special education teachers (GPK) in the implementation of learning. The practical implications of this study are the need to strengthen school policies regarding a clear division of tasks between classroom teachers and SPAs, improve teacher training on differentiated learning strategies, and develop a more planned model of collaboration between schools and parents. These recommendations are expected to support the implementation of more effective inclusive education in primary schools.