Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Perbedaan Variasi Ketebalan Media Filter Arang Aktif Terhadap Penurunan Kadar Total Dissolved Solids (TDS) Bunga Yunasthania Wowor; Neneng Yety Hanurawaty; Bambang Yulianto
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 22, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.22.1.76-83

Abstract

Latar belakang: Total Dissolved Solids (TDS) merupakan benda padat terlarut yaitu semua mineral, logam, garam serta anion-kation yang terlarut dalam air. Metode filtrasi dapat menurunkan kadar Total Dissolved Solids (TDS) dan dapat menggunakan media filter arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar Total Dissolved Solids (TDS) dengan perbedaan variasi ketebalan media filter arang aktif.Metode: Penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest without control. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali pengulangan. Populasi dalam penelitian ini adalah air bersih yang berasal dari sumur di PT. X dengan sampel sebanyak 36 sampel.Hasil: Penurunan kadar Total Dissolved Solids (TDS) pada air bersih menggunakan media filter arang aktif dengan ketebalan 100 cm didapatkan rata–rata 909 mg/l, ketebalan 110 cm didapatkan rata–rata 700,5 mg/l, dan ketebalan 120 cm didapatkan rata–rata 608,8 mg/l.Simpulan: Filter dengan media arang aktif pada tiga ukuran ketebalan yang berbeda efektif menurunkan kadar Total Dissolved Solids (TDS) pada air bersih di Industri Susu X. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengenai timelife media filter arang aktif dalam mengadsorpsi kadar Total Dissolved Solids (TDS). ABSTRACTTitle: Differences of Variations in the Thickness of Activated Charcoal Filter Media as Adsorption Media for Filtration Equipment in Reducing Total Dissolved Solids (TDS) Levels in Clean Water in Dairy Industry X, Cinambo District, Bandung CityBackground: Total Dissolved Solids (TDS) are dissolved solids, namely all minerals, metals, salts and anions dissolved in water. Filtration methods can reduce Total Dissolved Solids (TDS) levels and can use activated charcoal filter media. This study aims to determine the decrease in Total Dissolved Solids (TDS) levels with different variations in the thickness of activated charcoal filter media.Method: This research is an experimental research design with pretest-posttest without control. This research was conducted with 3 treatments and each treatment was repeated 6 times. The population in this study is clean water from wells at PT. X with a sample of 36 samples.Result: Reducing Total Dissolved Solids (TDS) levels in clean water using activated charcoal filter media with a thickness of 100 cm obtained an average of 909 mg/l, a thickness of 110 cm obtained an average of 700.5 mg/l, and a thickness of 120 cm obtained an average of an average of 608.8 mg/l. Conclusion: Filters with activated charcoal media at three different thickness sizes are effective according to the levels of Total Dissolved Solids (TDS) in clean water Dairy Industry X. Future researchers can conduct further research regarding the timelife of activated charcoal filter media in adsorption of Total Dissolved Solids (TDS) levels.
EKSTRAK ETANOL MIRABILIS JALAPA 2000 PPM DALAM SABUN PENCUCI PIRING MENURUNKAN TOTAL BAKTERI PERALATAN MAKAN Nany Djuhriah; Neneng Yety Hanurawaty; Elanda Fikri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2224

Abstract

Diare merupakan penyakit gangguan sistem pencernaan yang potensial dan mewabah. Salah satu cara untuk mengurangi terjadinya kasus diare adalah dengan proses mencuci dan menyimpan  alat makan dengan benar. Pencucian alat makan setelah digunakan masih memungkinkan adanya kandungan bakteri seperti Escherichia coli. Adanya bakteri  pada alat makan tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 karena pada peralatan makan yang kontak langsung dengan makanan yang siap disajikan angka kumannya tidak boleh melebihi 100/cm2 permukaan alat makan, sedangkan untuk bakteri Escherichia coli harus 0 kuman/cm2 permukaan alat makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan total bakteri pada alat makan setelah dilakukan pencucian dengan sabun pencuci piring yang ditambah dengan  1000 mg/lt , 2000 mg/lt ,3000 mg/lt dan 4000 mg/lt ekstrak etanol Mirabilis Jalapa . Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-test Post-test Design. Hasil penelitian dengan Uji T berpasangan, didapatkan nilai p value = 0,001, pada α= 5% terdapat  perbedaan yang signifikan antara penurunan  jumlah total bakteri pada alat  makan sebelum dan sesudah pencucian dengan sabun Mirabilis Jalapa  dengan variasi konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm ,3000 ppm dan 4000 ppm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan jumlah bakteri pada alat makan sesudah dilakukan pencucian dengan menggunakan sabun yang ditambah ekstrak  Mirabilis Jalapa   2000 ppm dengan rata-rata penurunan 99,9%.
EKSTRAK ETANOL MIRABILIS JALAPA 2000 PPM DALAM SABUN PENCUCI PIRING MENURUNKAN TOTAL BAKTERI PERALATAN MAKAN Nany Djuhriah; Neneng Yety Hanurawaty; Elanda Fikri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i1.2224

Abstract

Diare merupakan penyakit gangguan sistem pencernaan yang potensial dan mewabah. Salah satu cara untuk mengurangi terjadinya kasus diare adalah dengan proses mencuci dan menyimpan  alat makan dengan benar. Pencucian alat makan setelah digunakan masih memungkinkan adanya kandungan bakteri seperti Escherichia coli. Adanya bakteri  pada alat makan tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003 karena pada peralatan makan yang kontak langsung dengan makanan yang siap disajikan angka kumannya tidak boleh melebihi 100/cm2 permukaan alat makan, sedangkan untuk bakteri Escherichia coli harus 0 kuman/cm2 permukaan alat makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan total bakteri pada alat makan setelah dilakukan pencucian dengan sabun pencuci piring yang ditambah dengan  1000 mg/lt , 2000 mg/lt ,3000 mg/lt dan 4000 mg/lt ekstrak etanol Mirabilis Jalapa . Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-test Post-test Design. Hasil penelitian dengan Uji T berpasangan, didapatkan nilai p value = 0,001, pada α= 5% terdapat  perbedaan yang signifikan antara penurunan  jumlah total bakteri pada alat  makan sebelum dan sesudah pencucian dengan sabun Mirabilis Jalapa  dengan variasi konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm ,3000 ppm dan 4000 ppm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan jumlah bakteri pada alat makan sesudah dilakukan pencucian dengan menggunakan sabun yang ditambah ekstrak  Mirabilis Jalapa   2000 ppm dengan rata-rata penurunan 99,9%.
PEMANFAATAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium Guajava L) TERHADAP PENURUNAN ANGKA Staphylococcus aureus PADA PINDANG TELUR Yety Hanurawaty, Neneng; Djuhriah, Nany; Septiati, Yosephina Ardiani; Fikri, Elanda
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i2.2561

Abstract

ABSTRAK Telur adalah jenis bahan pangan yang rentan terhadap kerusakan, baik dari segi fisik, kimia, maupun biologi, karena kandungannya yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroorganisme. Telur merupakan salah satu makananan yang mengandung bakteri  Staphylococcus aureus. Salah satu upaya untuk memperpanjang masa simpan telur dengan cara dioleh menjadi pindang telur dengan menggunakan Daun jambu biji (Psidium guajava). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan daun jambu biji  (Psidium guajava L.) sebagai pengawet alami dalam memperpanjang  masa simpan pindang telur. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, rancangan sampel menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan 6 pengulangan dan 1 kontrol. 1 perlakuan menggunakan 4 buah telur, sehingga  besaran sampel pada penelitian ini sebanyak 72 butir telur. Analisis data menggunakan ONE WAY ANOVA, yaitu untuk melihat perbedaan rata-rata masa simpan pindang telur  dan melihat perbedaan rata-rata penurunan jumlah angka Staphylococcus aureus pada tiap dosis. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan masa simpan pindang telur diantara ketiga dosis daun jambu biji ( 50 gr, 100 gr dan 150 gr) dengan p-value= 0.000 pada alpha 5 %, ada perbedaan rata-rata penurunan jumlah angka Staphylococcus aureus  pada pindang telur diantara ketiga dosis daun jambu biji( 50 gr, 100 gr dan 150 gr dengan p-value= 0.000. Disarankan untuk melakukan pembubuhan dosis   daun jambu biji (Psidium guajava)  dengan dosis 150 gr untuk memperpanjang masa simpan pindang telur selama 9 hari
Variation in Ultraviolet (UV-C) Contact Time Using Solar Panels on the Reduction of Total Coliform in Clean Water at PT. X, Sumedang Regency Kaniawati, Nina; Iqbal, Muhamad; Bambang Purnama, Lubis; Yety Hanurawaty, Neneng
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v5i2.4219

Abstract

Background: Water contaminated with Total Coliform can lead to diseases such as diarrhea, cholera, dysentery, and other gastrointestinal infections. Preliminary testing of water at PT. X revealed a Total Coliform count of 56 CFU/100 ml, surpassing the safe threshold for clean water. This study aims to evaluate the effect of varying ultraviolet (UV-C) light contact times—90, 120, and 150 seconds—on the reduction of Total Coliform in clean water. Methods: An experimental post-test with a control group design was used. The sample size was determined by the number of treatment groups and repetitions, resulting in a total of 24 samples. Grab sampling was employed for sample collection. Results: The average Total Coliform count in the control group was 56 CFU/100 ml. After UV-C treatment, the counts decreased to 32 CFU/100 ml at 90 seconds, 11 CFU/100 ml at 120 seconds, and 0 CFU/100 ml at 150 seconds. One-way ANOVA analysis yielded a p-value of 0.000, indicating a significant effect of UV-C contact time on the reduction of Total Coliform in clean water at PT. X, Sumedang Regency. Conclusion: Disinfection using UV-C light with a contact time of 150 seconds is recommended
Pengaruh Jenis Umpan Pada Alat Attractif Bait For Cockroach Trap Terhadap Jumlah Kecoak Yang Terperangkap Di Pt X Anisa Nurul Fatah; Bambang Purnama, Lubis; Yety Hanurawaty, Neneng; Nuhayati, Ati
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v5i2.659

Abstract

Cockroaches are considered vectors that can transmit diseases and pose a health threat in industrial environments. Cockroaches can transfer several patogenic microorganisms, such as Streptococcus and Salmonella. PT X is an industry that has not yet implemented vector control for disease carriers. The average population index measurement of Periplaneta americana cockroaches was 2.17, which does not meet the quality standards set by PMK No 70 of 2016. The purpose of this study was to determine the effect of different bait types on the Attractif Bait for Cockroach Trap tool on the number of cockroaches trapped at PT X. The population in this study included all cockroaches in the Paper Machine processing area, and the sample consisted of some of the cockroaches trapped using the Attractif Bait for Cockroach Trap tool. The sampling technique used was incidental sampling. This experimental study employed a posttest-only design without a control group. The sample in this study comprised 31 cockroach specimens trapped in the Paper Machine area of PT X. Data analysis using the One Way Anova test indicated that the type of bait used in the Attractif Bait for Cockroach Trap tool significantly affected the number of cockroaches trapped at PT X, with a significance value of 0.016 or <0.05. The results showed that the number of cockroaches trapped using peanut butter bait was 18 (58%), honey bait was 9 (29%), and biscuit powder bait was 4 (13%). Future researchers are advised to develop more diverse types of bait.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Edable Coating Dalam Memperpanjang Masa Simpan Tomat (Solanum Lycopersicum) Di Sukajadi Bandung Hanurawaty, Neneng Yety; Djuhriah, Nany; Fikri, Elanda
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13168

Abstract

Background: Tanaman lidah buaya pada bagian gel nya, dapat dimanfaatkan sebagai pelapis (edable coating) buah atau sayuran. Menggunakan gel lidah buaya sebagai pelapis merupakan alternative dari penggunaan pengawet kimia. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan gel lidah buaya sebagi pelapis buah dalam tomat (Solanum lycopersicum). Metode: Diskusi interaktif ini diikuti oleh 22 kader RW. 01 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Penyuluhan, dan pendampingan dalam pembuatan Gel lidah buaya untuk pengawet buah tomat juga dilakukan setelah diskusi interaktif terlaksana. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan tentang bahan tambahan makanan meningkat 5%, pengetahuan tentang manfaat gel lidah buaya sebagai pelapis tomat meningkat 84,6 %. Keterampilan dalam membuat gel lidah buaya sebagai bahan pelapis buah tomat, meningkat sebanyak 36,4%. Kesimpulan: Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan gel lidah buaya sebagai pelapis alami buah tomat.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Melalui Pemberdayaan Pembuatan Lotion Anti Aedes aegypti Dari Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Di Rw. 11 Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Hanurawaty, Neneng Yety; Djuhriah, Nany; Fikri, Elanda
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21067

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health problem in Indonesia, including Cimahi City. One preventive measure that can be implemented is community empowerment in vector control, using natural ingredients to make mosquito-repellent lotion. This community service initiative aims to improve the knowledge and skills of cadres in preparing an anti-mosquito lotion using pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb.). Method: Participants in the community service activities are cadres in RW 11, ​​Cibeureum Village, South Cimahi District, Cimahi City. Preparation Stage: processing RW and Puskesmas permits, site surveys, and preparation of tools and materials. The implementation stage includes: socialization, counseling, interviews with cadres, RW deliberations, and practice making anti-mosquito lotion from fragrant pandan leaf extract. Results: The knowledge of cadres about knowledge of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) before counseling was 6 people in the good category (30%), 7 people in the sufficient category (35%), and 7 people in the less category (35%), and after counseling, as many as 20 people in the good category (100%). The cadres' skills in making anti-mosquito lotion before mentoring were 61.75%, and after mentoring, 95.25% [A1], indicating an increase of 33.5%. Conclusion: This activity effectively improved the knowledge and skills of cadres in RW 11, Cibeureum Village. The cadres gained a better understanding of the dangers of dengue fever and its prevention, and were able to independently produce a natural lotion as an alternative to mosquito control.
Perbedaan waktu kontak sinar UV-C terhadap penurunan bakteri E. Coli pada air bersih di PT. X Resya Fadila Haryanti; Nurul Hidayah; Neneng Yety Hanurawaty; Ujang Nurjaman
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i2.2506

Abstract

Air bersih merupakan sumber daya alam yang kualitas dan kauntitasnya harus memenuhi peryaratan baik fisik, kimia maupun mikrobiologinya. Pemeriksaan e.coli  air bersih di PT. X me rupakan sebesar 28 CFU. Hasil tersebut beum sesuai dengan PERMENKES Nomor 02 Tahun 2023 yaitu 0 CFU sehingga perlu adanya pengolahan khusus mengenai e.coli  air bersih. Penelitian ini ber tujuan untuk mengengetahui waktu kontak sinar UV-C 15, 30 dan 45 detik pada penurunan e.coli  dalam air bersih di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimental dengan desain pretest posttest tanpa kontrol. Pretest yaitu air bersih sebelum diberi perlakuan dengan sinar UV-C, sedangkan posttest yaitu air bersih yang kontak dengan UV-C. Sampel yaitu air yang diambil dari kantin dengan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali pengulangan dengan teknik pengambilan grab sampling. Hasil penelitian menunjukan penurunan e.coli  dengan waktu kontak 15 detik yaitu 65%, 30 detik yaitu 79% dan 45 detik yaitu 97%.  Hasil uji one way anova nilai sig. 0,004 = < ? (0,05). Kesimpulan terdapat perbedaan waktu kontak terhadap penurunan e.coli  15 detik, 30 detik dan 45 detik. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu menggunakan waktu kontak yang maksimal untuk me nurunkan e.coli  hingga baku mutu yang ditentukan.   Abstract: Clean water is a natural resource whose quality and capacity must meet the requirements of both physical, chemical and microbiology. Clean water e.coli  inspection at PT. X is 28 CFU. The results are in accordance with PERMENKES Number 02 of 2023, which is 0 CFU, so there is a need for special treatment regarding clean water e.coli . This study aims to determine the exposure time of UV-C rays of 15, 30 and 45 seconds on the decrease of e.coli  in clean water in PT. X. This study uses an experimental type with a pretest posttest design without control. Pretest is clean water before being treated with UV-C light, while posttest is clean water that is exposed to UV-C. The sample was water taken from the canteen with each treatment as many as 6 repetitions with the grab sampling technique. The results of the study showed a decrease in e.coli  with a contact time of 15 seconds which was 65%, 30 seconds which was 79% and 45 seconds which was 97%. The results of the one way anova test have a sig. 0,004 = < ? (0,05). In conclusion, there was a difference in contact time for the decrease in e.coli  by 15 seconds, 30 seconds and 45 seconds. The suggestion for further research is to use the maximum contact time to reduce e.coli  to the specified quality standard.
Pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun cengkeh (syzygium aromaticum) terhadap kepadatan lalat di tempat pengolahan makanan PT. X Novi Aulia Ramdani; Neneng Yety Hanurawaty; Dindin Wahyudin
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i2.2511

Abstract

PT. X merupakan industri biskuit yang menyediakan kantin dengan kondisi yang tidak memenuhi syarat. Survei awal kepadatan lalat sebanyak 18 ekor. Berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 standar baku mutu kepadatan lalat harus <2. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun cengkeh terhadap kepadatan lalat di tempat pengolahan makanan PT. X. Jenis penelitian ini eksperimen dengan desain penelitian pre test post test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis lalat yang ada di lingkungan pengolahan makanan dan Teknik pengambilan sampel adalah Purposive sampling. Hasil penelitian rata-rata penurunan kepadatan lalat karena adanya ekstrak daun cengkeh dengan konsentrasi 25% sebanyak 7 ekor, konsentrasi 30% sebanyak 5 ekor, dan konsentrasi 35% sebanyak 1 ekor. Hasil Uji one way anova menunjukan bahwa nilai p = 0,000 (<0,05) artinya terdapat perbedaan antara variasi konsentrasi ekstrak daun cengkeh  terhadap kepadatan lalat. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan alat dengan skala yang lebih besar menyesuaikan kebutuhan industri.   Abstract: PT. X is a biscuit industry that provides canteens with conditions that do not meet the requirements. The initial fly density survey was 18 individuals. Based on Minister of Health Regulation Number 2 of 2023, the quality standard for fly density must be <2. The aim of this research is to determine the effect of variations in the concentration of clove leaf extract on the density of flies in the food processing plant of PT. X. This type of research is experimental with a research design pre test post test without control. The population in this study was all types flies in food processing environments and sampling techniques is Purposive sampling. The research results mean a decrease in density flies due to the presence of clove leaf extract with a concentration of 25% as many as 7 tails, 30% concentration for 5 birds, and 35% concentration for 1 tail. Test results one way anova shows that the p value = 0.000 (<0.05) This means that there are differences between variations in leaf extract concentration cloves against fly density. Suggestions for further researchers can be given using tools on a larger scale to suit industrial needs.