Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENTINGNYA PELATIHAN ANAK: EPIK WE CUDAI MELAHIRKAN I LA GALIGO Fitriansal, Fitriansal; Ahmad Rizal Abdullah; Bungatang, Bungatang
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i1.1345

Abstract

Pentingnya nilai-nilai pelatihan dalam epik I La Galigo diharapkan menjadi referensi untuk penelitian lain dan menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia. Memberikan kesadaran tentang adanya nilai pelatihan yang terkandung pada kearifan lokal sebagai warisan yang dimiliki di Indonesia sehingga bisa memberikan sudut pandang pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode reflektif/refleksi dengan kajian hermenutika Schleiermacher tentang analisis teks dan rekontruksi teks Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah naskah epik I La Galigo episode We Cudai Melahirkan I La Galigo. Data dianalasis sesuai dengan nilai-nilai pedagogik yakni pentingnya nilai pelatihan. Pada epik We Cudai Melahirkan I Lagaligo terdapat nilai pelatihan tentang penanaman keterampilan jasmani terhadap peserta didik atau anak.
PENTINGNYA PELATIHAN ANAK: EPIK WE CUDAI MELAHIRKAN I LA GALIGO Fitriansal, Fitriansal; Ahmad Rizal Abdullah; Bungatang, Bungatang
Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/vokatif.v1i1.1345

Abstract

Pentingnya nilai-nilai pelatihan dalam epik I La Galigo diharapkan menjadi referensi untuk penelitian lain dan menjadi pertimbangan dalam melaksanakan pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia. Memberikan kesadaran tentang adanya nilai pelatihan yang terkandung pada kearifan lokal sebagai warisan yang dimiliki di Indonesia sehingga bisa memberikan sudut pandang pengembangan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode reflektif/refleksi dengan kajian hermenutika Schleiermacher tentang analisis teks dan rekontruksi teks Data yang digunakan sebagai objek kajian adalah naskah epik I La Galigo episode We Cudai Melahirkan I La Galigo. Data dianalasis sesuai dengan nilai-nilai pedagogik yakni pentingnya nilai pelatihan. Pada epik We Cudai Melahirkan I Lagaligo terdapat nilai pelatihan tentang penanaman keterampilan jasmani terhadap peserta didik atau anak.
Strategi Retorika Mahasiswa Berbasis Tradisi Budaya Makassar dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Dedi Gunawan Saputra; Filawati Filawati; Nur Hasbi; Rahmi Mardatillah; Ahmad Rizal Abdullah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.7782

Abstract

This study aims to (1) identify and describe the forms of rhetorical strategies used by students in language and literature learning, and (2) analyze the reflection and implementation of elements of Makassar cultural traditions in these rhetorical strategies. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques are carried out through direct observation of the learning process and in-depth interviews with students as research subjects. The data obtained are analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that students apply several main rhetorical strategies, such as the use of metaphors, similes, symbolic expressions, and local idioms that represent the values ​​of siri' na pacce, namely the concepts of self-esteem, solidarity, and empathy in Makassar culture. These culture-based rhetorical strategies are proven to be able to increase the effectiveness of academic communication, enrich language expression, and strengthen students' awareness and understanding of local cultural identity in the context of language and literature learning in higher education.