Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Kunjungan Wisatawan: Tinjauan Terhadap Strategi Promosi dan Pengembangan Destinasi Wisata Tasikardi Anisa, Nur; Irfani Lindawati, Yustika
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.1940

Abstract

Tasikardi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menarik di Indonesia. Namun, potensi pariwisata di daerah ini belum sepenuhnya termanfaatkan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi promosi dan pengembangan destinasi yang efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tasikardi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan pariwisata, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang efektif mencakup pemanfaatan media sosial, kolaborasi dengan influencer, dan penyelenggaraan event-event menarik. Sementara itu, pengembangan destinasi yang diperlukan meliputi perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan pariwisata di Tasikardi untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas destinasi, sehingga dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan sumber daya manusia dan penerapan standar layanan yang baik sangat dibutuhkan. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis yang komprehensif bagi pemangku kepentingan pariwisata di Tasikardi untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas destinasi, sehingga dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan mengimplementasikan strategi promosi dan pengembangan destinasi secara terpadu, Tasikardi berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Komodifikasi Pendidikan dalam Masyarakat Kapitalis: Kajian Literatur Kritis Adiyasa, Arya; Irfani Lindawati, Yustika
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2632

Abstract

Education is meant to be a space of emancipation, a place where individuals can grow and develop free from economic or social barriers. Yet in the reality of capitalist societies, education has gradually shifted into a commodity something to be bought, sold, and evaluated through the lens of profit and loss. This article explores that transformation through a critical literature review, drawing on the works of thinkers such as Apple, Bourdieu, Becker, and Giroux. Using a qualitative approach within the framework of sociology of education, this study finds that the commodification of education not only creates inequality in access and quality but also erodes the humanistic values of the learning process. Education becomes an arena of economic selection, rather than a right inherent to all. Even so, spaces of resistance persistin the form of social movements, critical pedagogy, and community-based educational models rooted in justice. This article underscores the urgency of reclaiming education as a means of liberation, not merely as a tool for producing labor.
HABITUASI SISWA DALAM EKSTRAKURIKULER MARCHING BAND DI SMAN 1 CIOMAS Romdhoni, Mochamad; Irfani Lindawati, Yustika; Soetrisnaadisendjaja, Denny
Saskara : Indonesian Journal of Society Studies Vol 1 No 2 (2021): Saskara: Indonesian Journal of Society Studies Vol.01 No.02 2021
Publisher : Sociology Study Program, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.697 KB) | DOI: 10.21009/Saskara.012.02

Abstract

Education plays an active role in shaping the habituation of students to have good character and behaviour at school. This study is aimed to find out and describe a process of habituation of character values and the role of extracurricular of Marching Band in building characters of the students at SMAN 1 Ciomas. This research method used a qualitative through the descriptive approach. Data collection techniques used were observation, interview and documentation techniques. The subjects of this study consisted of members and extracurricular trainers of the Marching Band, counselling teachers and homeroom teachers. The results of the study showed the existence of habituation in extracurricular of Marching Band at SMAN 1 Ciomas which was able to play role in building the character values of students in each process through four aspects of cultural reproduction, which are habitus, capital (capital), arena (realm) and symbolic violence. The character values of Marching Band extracurricular students (members) are realized in the behaviour and disciplinary action of time, dressed in uniform, responsibility, consistency, enthusiasm, focus, respect for the coach, honest and having a soul leader.
Komodifikasi Pendidikan dalam Masyarakat Kapitalis: Kajian Literatur Kritis Adiyasa, Arya; Irfani Lindawati, Yustika
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2632

Abstract

Education is meant to be a space of emancipation, a place where individuals can grow and develop free from economic or social barriers. Yet in the reality of capitalist societies, education has gradually shifted into a commodity something to be bought, sold, and evaluated through the lens of profit and loss. This article explores that transformation through a critical literature review, drawing on the works of thinkers such as Apple, Bourdieu, Becker, and Giroux. Using a qualitative approach within the framework of sociology of education, this study finds that the commodification of education not only creates inequality in access and quality but also erodes the humanistic values of the learning process. Education becomes an arena of economic selection, rather than a right inherent to all. Even so, spaces of resistance persistin the form of social movements, critical pedagogy, and community-based educational models rooted in justice. This article underscores the urgency of reclaiming education as a means of liberation, not merely as a tool for producing labor.
The Dynamics of Participation: The Tourism Object Management of Cigaru Blue Lake Siregar, Herlina; Irfani Lindawati, Yustika
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 2 (2023): Kolokium : Publishing October 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v11i2.638

Abstract

Changes are also resulted from the community ‘s efforts to develop Cigaru Blue Lake into a tourist attraction. In connection with all the changes that occur by the community participation, this study aims to describe 1) the stage of community participation in the management of Cigaru Blue Lake tourism object, 2) the dynamics of community participation in the management of the tourism object, and 3) the supporting and inhibiting factors of the community participation in the management of Cigaru Blue Lake tourism object. This study uses a qualitative approach with descriptive method. The data are collected through observations, interview, and documentations.  The results of the study show that the dynamics of participation that occurred in Cigaru Blue Lake tourist attraction brought some changes with the addition rides, adequate public facilities, and the ability to collaborate with the local government (Cisoka District). The supporting factors are the programs that are in accordance with the needs and interests of the community and comply with the prevailing values so as to create strong bonds between the communities. Meanwhile, the inhibiting factor is the geographical condition of the region and the week economy state of the community which makes the management run slowly.
Proses Self Directed Learning Guru Sosiologi Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Ropiah, Siti; Setiawan, Rizki; Irfani Lindawati, Yustika
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3587

Abstract

Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus terus dikembangkan guru agar mampu menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Self Directed Learning (SDL), yaitu proses belajar yang dilakukan secara mandiri berdasarkan kebutuhan dan inisiatif guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses Self Directed Learning guru sosiologi dalam meningkatkan kompetensi profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SMAN 1 Padarincang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dan member cheking.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan guru dalam melakukan Self Directed Learning dipengaruhi oleh dimensi signifikansi, dominasi, dan legitimasi yang membentuk cara guru memaknai pembelajaran mandiri, memanfaatkan sumber daya, dan menjalankan norma profesional. Proses Self Directed Learning dilakukan melalui identifikasi kebutuhan belajar, penetapan tujuan belajar, identifikasi sumber belajar, pemilihan strategi belajar, dan evaluasi hasil belajar. Praktik tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru melalui penguasaan materi, pengembangan perangkat pembelajaran, serta inovasi strategi pembelajaran. Selain itu, struktur sekolah berperan sebagai sarana (enabling) sekaligus kekangan (constraining) dalam membentuk tindakan guru melakukan Self Directed Learning.
Peran Lembaga Sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam Menjaga Nilai Sosial Masyarakat Kampung Sindang Layung Desa Cibadak Kabupaten Cianjur Siti Nursaidah; Hayat, Nurul; Irfani Lindawati, Yustika
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 2 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i2.3861

Abstract

Majelis taklim sebagai lembaga sosial keagamaan memiliki peran penting dalam menanamkan dan mempertahankan nilai-nilai sosial masyarakat di tengah perubahan sosial. Menurunnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan akibat meningkatnya tuntutan pekerjaan menjadi tantangan bagi keberlangsungan fungsi sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Lembaga Sosial Majelis Taklim Al-Ikhlas dalam menjaga nilai sosial masyarakat Kampung Sindang Layung, Desa Cibadak, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas pengurus majelis taklim, ustaz, jamaah, keluarga jamaah, dan tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Analisis penelitian menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Al-Ikhlas menjalankan fungsi adaptasi melalui penyesuaian jadwal pengajian, metode pembinaan, dan pendekatan kekeluargaan. Fungsi pencapaian tujuan diwujudkan melalui peningkatan pemahaman keagamaan, pembentukan sikap religius, dan penguatan kepedulian sosial. Fungsi integrasi terlihat melalui terpeliharanya solidaritas, gotong royong, silaturahmi, dan kerja sama antarwarga. Sementara itu, fungsi pemeliharaan pola dilakukan melalui pembiasaan perilaku religius, pembinaan akhlak, dan pewarisan nilai sosial secara berkelanjutan. Dengan demikian, Majelis Taklim Al-Ikhlas tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang berperan dalam menjaga nilai sosial, memperkuat integrasi, dan mempertahankan stabilitas masyarakat di tengah perubahan sosial.