Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JCOMENT (Journal of Community Empowerment)

Kajian Sosial-Ekonomi Proletarisasi Nelayan di Pantai Depok, Bantul: Antara Peluang dan Ancaman Marliyantoro , Oelin; Albizzia, Oktarina; SWD, Ratna; Marina, Rema
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 5 No. 4 (2024): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v4i4.882

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena proletarisasi nelayan di Pantai Depok, Bantul, dengan fokus pada peluang dan ancaman yang dihadapi oleh masyarakat pesisir. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah, memiliki potensi ekonomi kelautan yang sangat besar. Meskipun demikian, pengelolaan sektor kelautan dan perikanan masih belum optimal, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab proletarisasi nelayan, baik yang berasal dari faktor internal maupun eksternal, serta merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan di Pantai Depok, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Depok, Kabupaten Bantul, DIY, dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir dan memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Musrenbangkal: Realitas Praktik dan Tantangannya Marina, Rema; Ediyono, Suryo
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1076

Abstract

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) merupakan instrumen utama dalam mendorong pembangunan partisipatif sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Desa. Namun, implementasinya kerap menghadapi berbagai kendala terkait kapasitas kelembagaan dan kualitas partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemberdayaan masyarakat dalam Musrenbangkal serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam proses tersebut di Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam Musrenbangkal belum berjalan optimal akibat rendahnya literasi perencanaan, keterbatasan akses informasi, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta dominasi aktor tertentu dalam pengambilan keputusan. Kendati demikian, terdapat peluang penguatan melalui peningkatan kapasitas aparatur, perluasan ruang partisipatif, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan tata kelola Musrenbangkal agar forum ini benar-benar mampu menjadi wahana pemberdayaan masyarakat dan bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif