Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Al-Qur'an dan Hadits: (Analisis Q.S Al Baqarah Ayat 201) Ashhabul Kahfi; Ahmad Saefurridjal; Iskandar Mirza
Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES) Vol. 2 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/injuries.v2i2.75

Abstract

Islamic education when viewed from the perspective of the Qur'an and hadith is the desire for success and happiness in this world and in the hereafter. But how to get it is what must be learned. Islam strongly encourages its adherents to seek knowledge from the time they are in their mother's arms to the grave. Islamic education can change the social attitudes of individuals and the wider community. This research uses a descriptive method of analysis, using a qualitative approach about the verses and hadith that explain the Purpose of Islamic Education, as well as quoting some opinions of scholars of tafsir and hadith experts. As well as various views of modern educational figures in the interpretation of the purpose of education and social change from the perspective of the Qur'an and Hadith. Especially analyzing Q.S Al-Baqarah verse 201. The result is what is called happiness in the world including, favors of knowledge, health, pious women. While happiness in the hereafter includes entering heaven, being kept away from the torment of hellfire, bad women. Islamic education has the aim of social control and internalizing Islamic values. Keywords: Islamic Education; Qur'an Perspective; Q.S Al-Baqarah
Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan Chatgpt di SMK Insan Tazakka Ashhabul Kahfi; Titin Kuraesin; Wafaul Wafa; Agus Fudholi; Hoerul Umam
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3535

Abstract

Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana dinamika pengajaran serta pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Studi kasus di SMK Insan Tazakka ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya Pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan zaman termasuk dalam memanfaatkan teknologi di era digital. Melalui penelitian pustaka, peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, siswa pada generasi di era ini yaitu siswa yang berkarakter digital native. Siswa pada masa ini mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satunya dengan menggunakan chartGPT, karena mereka besar bersentuhan langsung dengan dunia digital, yang menjadikan arus informasi yang diperoleh akan lebih cepat. Oleh karenanya, guru sebagai mitra dalam belajar harus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sehingga siswa memperoleh informasi yang lebih banyak dibanding waktu yang disediakan.
Manajemen Pembelajaran Diferensiasi untuk Meningkatkan Mutu Kelulusan SMK Insan Tazakka Ashhabul Kahfi; Hanafiah; Faiz Karim Fatkhullah
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i2.1377

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan kelas XII SMK Insan Tazakka Kabupaten Karawang dengan menerapkan model pembelajaran diferensiasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan menguji model pembelajaran diferensiasi pada siswa saat belajar, lalu disajikan hasilnya. Melalui metode eksperimen bertujuan supaya nantinya bisa meningkatkan mutu kelulusan peserta didik dalam menemukan dan memahami suatu konsep atau teori mata pelajaran yang sedang dipelajari. Dengan melaksanakan prasiklus, siklus satu dan siklus dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model diferensiasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat meningkatkan mutu belajar siswa dan memunculkan kreatifitas yang tinggi dari siswa. Peningkatan ini harus terlihat dari pola pokok pertemuan 1 dengan klasifikasi yang cukup baik pada pola pertemuan kedua 2. Simpulan pada penelitian ini bahwa model diferensiasi dimanfaatkan selama pembelajaran dapat memperluas kegembiraan peserta didik dan pendidik dalam proses pendidikan dan pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran, Diferensiasi, Mutu Belajar
Eksplorasi Pemahaman Santri Terhadap Konsep Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sosial di Pondok Pesantren Tradisional Dede Kusnadi; Asep Supriatna; Mitra Sasmita; Rahma Dilla Zainuri; Ashhabul Kahfi
Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam Vol. 24 No. 1 (2025): Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/mk.v24i1.6705

Abstract

Religious moderation is an important issue in social life in the current era of globalization, especially in the Islamic boarding school environment. Al Khoir Tegalwaru Islamic Boarding School as a traditional Islamic educational institution plays a key role in forming students' attitudes of tolerance. This research aims to explore students' understanding of the concept of religious moderation in social life in Islamic boarding schools, as well as identifying the challenges faced in its implementation. The research method used is a qualitative approach with a descriptive design. Data collection was carried out through in-depth interviews with students and caregivers, as well as observations in the Islamic boarding school environment. The research results show that the majority of santri understand religious moderation as a balance between practicing religious teachings and tolerance for differences, but they face difficulties in interacting with other religious groups. Teaching of religious moderation is mostly done informally and is not well structured. Apart from that, the conservative Islamic boarding school environment also limits students' understanding of the wider application of religious moderation. The implication of this research is the need for a more systematic approach in teaching religious moderation, as well as strengthening the role of caregivers in guiding students to apply the values of moderation in everyday life. This research also provides insight for Islamic boarding school managers in improving the quality of education to be more inclusive and tolerant.Understanding santri
Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Menggunakan Chatgpt di SMK Insan Tazakka Ashhabul Kahfi; Titin Kuraesin; Wafaul Wafa; Agus Fudholi; Hoerul Umam
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2023): Oktober
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v13i1.3535

Abstract

Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana dinamika pengajaran serta pembelajaran dan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital. Studi kasus di SMK Insan Tazakka ini memberikan kontribusi terhadap diskusi mengenai bagaimana seharusnya Pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan zaman termasuk dalam memanfaatkan teknologi di era digital. Melalui penelitian pustaka, peneliti menemukan beberapa aspek penting mengenai peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran di era digital yakni pembelajaran di era digital memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran siswa pada masa sebelum ini, siswa pada generasi di era ini yaitu siswa yang berkarakter digital native. Siswa pada masa ini mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam, salah satunya dengan menggunakan chartGPT, karena mereka besar bersentuhan langsung dengan dunia digital, yang menjadikan arus informasi yang diperoleh akan lebih cepat. Oleh karenanya, guru sebagai mitra dalam belajar harus mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI sehingga siswa memperoleh informasi yang lebih banyak dibanding waktu yang disediakan.