Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI TERAPI NON-FARMAKOLOGI PENYAKIT BATUK DAN PILEK DI KELURAHAN KEMANISAN, CURUG, KOTA SERANG Nur Shobah, Afifah; Noviyanto, Fajrin; Fathiyati, Fathiyati; Fairuza, Filda; Mardianti, Lina; Halimatusyadiah, Leni; Rizqi, Syifa Maulidia; Saefurrohman, Zulius Aditia; Renata, Deo
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1067

Abstract

Community service on "Evaluation of Non-Pharmacological Therapy for Coughs and Cold in Kemanisan Village, Curug, Serang City" was carried out to determine the community's understanding of the causes, prevention and non-pharmacological therapy to treat coughs and colds. The methods used include counseling, distribution of leaflets, masks and hand sanitizer as well as question and answer sessions. Based on the questionnaire, 87% use traditional medicine when they cough and have a kerokan/kerikan, 86% do it, 72% use a mask and 81% hydrate the body. This activity is important to increase awareness of clean and healthy living in treating coughs and cold
Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea Indica) dan Daun Kecombrang (Etlingera Elatior) terhadap Pertumbuhan Pseudomonas Aeruginosa dan Propionibacterium Acnes Nur Shobah, Afifah; Noviyanto, Fajrin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i1.78

Abstract

The purpose of this study was to determine the extracts of beluntas leaves (P. indica) and kecombrang leaves (E. elatior) that could be useful as antibacteria for Pseudomonas aeruginosa and Propionibacterium acnes and to determine the inhibition zone produced from extracts of beluntas leaves (P. indica) and kecombrang leaves (E. elatior) which is used as an antibacterial for P. aeruginosa and P. acnes. The results of this study indicate that the combined extract concentration has significantly different results in the combination treatment of beluntas and kecombrang leaves extracts which were tested on the test bacteria P. acnes producing an inhibition zone of 0 mm (negative control); 7.13 mm (combination of 5% extract concentration); 8.2 mm (combination of 10% extract concentration); 11.18 mm (combination of 50% extract concentration) and positive control clindamycin is 26.3 mm. The results of the test combination of the extract with the test bacteria P. aeruginosa there was no inhibition zone, except for the positive control of 12.1 mm chloramphenicol.   Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak daun beluntas (P. indica)  dan daun kecombrang (E.  elatior) dapat bermanfaat sebagai antibakteri Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes dan untuk mengetahui zona hambat yang dihasilkan dari ekstrak daun beluntas (P. indica)  dan daun kecombrang (E. elatior) yang digunakan sebagai antibakteri P. aeruginosa dan P. acnes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada konsentrasi kombinasi ekstrak memiliki hasil yang berbeda secara signifikan pada perlakuan kombinasi ekstrak  daun beluntas dan kecombrang  yang dilakukan uji pada bakteri uji P. acnes yang menghasilkan daya hambat berturut-turut sebesar 0 mm (kontrol negatif); 7,13 mm (kombinasi konsentrsai ekstrak 5%); 8,2 mm (kombinasi konsentrasi ekstrak 10%); 11,18 mm (kombinasi konsentrasi ekstrak 50%.) dan kontrol positif klindamisin 26,3 mm.  Hasil dari pengujian kombinasi konsentrasi ekstrak dengan bakteri uji P. aeruginosa tidak terdapat zona hambat, kecuali pada kontrol positifnya yaitu kloramfenikol sebesar 12,1 mm.
Formulasi Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos Chanos) dalam Pembuatan Biskuit Sebagai Makanan Pendamping Balita Stunting 1-2 Tahun Halimatusyadiah, Leni; Nur Shobah, Afifah; Agustin, Siti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v7i1.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi, kandungan gizi, dan organoleptik biskuit MP-ASI substitusi tepung bandeng (Chanos chanos). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 4 taraf perlakuan dan 2 ulangan, meliputi F0 (0 gr tepung bandeng : 100 gr tepung terigu), F1 (10 gr tepung bandeng : 90 gr tepung terigu), F2 (15 gr tepung bandeng : 85 gr tepung terigu), dan F3 (20 gr tepung bandeng : 80 gr tepung terigu). Parameter yang diuji meliputi organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur), kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat, kadar protein, dan kadar karbohidrat secara beda. Penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL). Analisis data kimia dan fisika menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Data organoleptik dirancang menggunakan Kruskal-Wallis. Temuan menunjukkan bahwa biskuit MP-ASI mempunyai pengaruh yang signifikan.
Faktor Risiko Kejadian Multidrug Resistant pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Dr. Adjidarmo: Sebuah Studi Cross-Sectional Abdillah Mursyid, Abdillah; Hanafiah, Hana; Chairani, Farahdina; Nur Shobah, Afifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v7i1.127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor resiko multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) pada pasien tuberkulosis paru. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden dan menggunakan data rekam medik. Subyek penelitian ini adalah pasien TB paru dan TB MDR di instalasi rawat jalan Dr. Adjidarmo Lebak Banten. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling. Hubungan Ketepatan Penggunaan OAT Dan Faktor Resiko Pada Pasien TB Paru Terhadap Kejadian MDR-TB Paru Rawat Jalan Di RSUD Dr. Adjidarmo Lebak Banten pada penelitian ini menggunakan SPSS. Penelitian ini didapatkan 60 pasien. Hasil hubungan antara ketepatan penggunaan obat berdasarkan tepat dosis p value = 0,133 tidak ada hubungan terhadap kejadian MDR- TB. Kejadian MDR -TB Terdapat ada Hubungan yaitu: jarak Tempuh p-value = 0,000, Riwayat Merokok p value =0,000, Bekerja p value =0,004 dan riwayat kontak p value = 0,002
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Sampo Anti Ketombe Ekstrak Tongkol Jagung (Zea Mays L.) Terhadap Jamur Malassezia Furfur Stiani, Sofi Nurmay; Saeffurrohman, Aditia; Nur Shobah, Afifah; Yusransyah, Yusransyah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i1.289

Abstract

Ekstrak tongkol jagung dinilai berkhasiat atau bermanfaat sebagi zat aktif anti ketombe yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur yang merupakan flora normal pada kulit kepala. Sampo ekstrak tongkol jagung merupakan sediaan kosmetik yang dibuat dari bahan dasar ekstrak tongkol jagung dan penambahan bahan lain yang tidak dapat menimbulkan reaksi iritasi pada kulit kepala, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas sediaan sampo tongkol jagung terhadap jamur Malassezia furfur dan memformulasikan tongkol jagung menjadi sediaan sampo anti ketombe yang memenuhi peryaratan uji evaluasi fisik sediaan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan beberapa pengujian yaitu, skrining fitokimia, evaluasi organoleptis, pengukuran pH, uji tinggi busa, viskositas, dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menunjukan formula sampo antiketombe ekstrak tongkol jagung menunjukan bahwa telah memenuhi evaluasi sifat fisik serta terbuktu dapat menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur dengan nilai rata-rata zona hambat terbesar yaitu 7mm yang termasuk ketegori sedang 6-8mm.