Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Sampah Organik di Desa Sentul, Kragilan, Serang-Banten Setiawan, Lucky; Hibar, Ujang; Sairoh, Lisa; Maemunah, Maemunah; Muhitoh, Muhitoh; Subarjat, Ateng; Slamet, Muhammad
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i2.23448

Abstract

National waste management is still a major problem, based on SIPSN data, it states that until July 24, 2024, the national waste accumulation was 31.9 million tons inputted from 290 districts and cities throughout Indonesia. Based on data from the Regional Innovation of the National Research and Innovation Agency (BRIN), it is known that 35.67% of the waste is unmanaged. One of the issues that is still hotly discussed in Serang Regency in the Development Planning Deliberation (Musrenbang) is the problem of waste which is still being debated, unmanaged and neglected. Until now, Serang Regency does not have an Integrated Waste Disposal Site or TPST. Therefore, the purpose of this community service is to apply appropriate technology in making liquid compost fertilizer from household waste materials which are then expected to enable the Sentul Village community to manage organic waste independently and sustainably and can reduce the volume of waste to TPS so that it can lighten the task of the Serang Regency government. The activity was carried out using two methods, namely: 1) Preparation and Q&A; 2) Education and simulation. The results of this Community Service are aimed at providing an understanding of the Community so that they can make their own compost fertilizer and can socialize it to other surrounding communities who have not received training. Therefore, the community service team provides a tool in the form of a starter kit that can be used as a guide for the Community to make fertilizer independently.
Praktikum pembuatan kompos cair sebagai Metode pembelajaran kontekstual dalam materi daur ulang sampah organik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis : Praktikum pembuatan kompos cair sebagai Metode pembelajaran kontekstual dalam materi daur ulang sampah organik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis Sairoh, Lisa
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5134

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh tidak terdapatnya kegiatan praktikum disekolah sehingga metode metode pembelajaran kontekstual tidak dapat terlaksana. Tujuan penelitian ini mendesain praktikum yang sederhana dan biaya murah. Dari hasil wawancara berdasarkan empat perspektif yaitu Kegiatan praktikum, Pembelajaran Kontekstual, Materi daur ulang sampah organik, Keterampilan berpikir kritis didapatkan Dari kegiatan praktikum terdapat kendala dari sisi tenaga pengajar yaitu keterbatasan waktu, kurangnya pengalaman dan keterampilan, keterbatasan alat dan bahan, keterbatasan fasilitas laboratorium, dan biaya operasional. Sedangkan dari sisi siswa juga memiliki kendala seperti pengetahuan yang terbatas, abstraksi proses biologi, kesulitan membedakan jenis sampah, ketidaktahuan faktor yang mempengaruhi komposting dan pembelajaran yang terlalu teoritis. mengajukan rancangan praktikum dengan waktu yang tidak Panjang dan biaya yang murah namun pembelajaran kontekstual dan keterampilan kritis dapat tersalurkan kepada siswa.
Praktikum pembuatan kompos cair sebagai Metode pembelajaran kontekstual dalam materi daur ulang sampah organik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis : Praktikum pembuatan kompos cair sebagai Metode pembelajaran kontekstual dalam materi daur ulang sampah organik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis Sairoh, Lisa; ainulhaq, Nurisa; robiatun muharomah, Dewi
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5134

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh tidak terdapatnya kegiatan praktikum disekolah sehingga metode metode pembelajaran kontekstual tidak dapat terlaksana. Tujuan penelitian ini mendesain praktikum yang sederhana dan biaya murah. Dari hasil wawancara berdasarkan empat perspektif yaitu Kegiatan praktikum, Pembelajaran Kontekstual, Materi daur ulang sampah organik, Keterampilan berpikir kritis didapatkan Dari kegiatan praktikum terdapat kendala dari sisi tenaga pengajar yaitu keterbatasan waktu, kurangnya pengalaman dan keterampilan, keterbatasan alat dan bahan, keterbatasan fasilitas laboratorium, dan biaya operasional. Sedangkan dari sisi siswa juga memiliki kendala seperti pengetahuan yang terbatas, abstraksi proses biologi, kesulitan membedakan jenis sampah, ketidaktahuan faktor yang mempengaruhi komposting dan pembelajaran yang terlalu teoritis. mengajukan rancangan praktikum dengan waktu yang tidak Panjang dan biaya yang murah namun pembelajaran kontekstual dan keterampilan kritis dapat tersalurkan kepada siswa.
Serang Javanese Speech Contest at SMK Global 2 Bandung to Preserve the Use of Serang Javanese Sairoh, Lisa; Junedi, Beni; Sulistiawati; Putriani; Rohmayanti; Hartono, Dedi
Pena: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol. 39 No. 1 (2025): PENA MARET 2025
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language is one of the essential abilities that humans have to communicate, both between speakers and listeners, because humans are social creatures who interact with each other. In Indonesia, the use of regional languages is very diverse, with more than 700 existing regional languages, for example Banten Javanese. Banten Javanese is the result of a meeting between Demak Javanese, Cirebon Javanese, and Sundanese spoken by Banten natives when the Sultanate of Banten was formed in 1525. Over time, the Serang Javanese language began to fade. Although not yet comprehensive, in certain places, for example at SMK T 2 Global, activities have begun to be carried out that aim to preserve the Serang Javanese language. This article is presented through literature and interview methods. Bebasan Javanese language can be said to have begun to lead to extinction due to several causal factors, namely parents not teaching their children and Serang Javanese language is also considered difficult in terms of vocabulary and pronunciation. Keywords: speech competition, cultural contest, Serang javanese