Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan menggunakan Whatsapp Chatbot dalam Meningkatkan Pengetahuan Anemia Remaja di SMP Al Fityan Tangerang Umami, Zakia; Hidayah, Nurul; Lubis, Syakira Kiyasa; Iskandar, S Jaceyntha Sarah; Irawan, Andi Muh Asrul; Wijihastuti, Risa Swandari; Jumianto, Syafitri
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2394

Abstract

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan hemoglobin dalam darah. Menurut data Riskesdas 2018, 26,8% anak berusia 5-14 tahun dan 32% anak berusia 15-24 tahun mengalami anemia. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia. Sasaran kegiatan ini adalah 92 siswa kelas 7 s.d. 9 SMP Al-Fityan Tangerang. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi dengan cara penyuluhan menggunakan media power point dan whatsapp chatbot. Pengetahuan siswa diukur sebelum dan setelah edukasi dengan menggunakan kuesioner yang diakses melalui google form. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi gizi (p<0,005). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia pada remaja.Kata kunci: Canva, literasi komputasi, Microsoft Exce
Pendidikan Gizi Menggunakan Permainan Ular Tangga Anemia pada Remaja di Surau Duta Munzalan Jakarta Selatan Yusuf, Nadya Salsabila; Untari, Puteri; Lubis, Syakira Kiyasa; Putri, Intan Melinda; Firdausiyah, Afranissa; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 4, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v4i1.3142

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan umum yang memengaruhi jutaan anak dan remaja di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dampaknya pada remaja sangat signifikan, memengaruhi konsentrasi, perkembangan fisik, dan stamina. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia melalui pendidikan gizi menggunakan permainan ular tangga di Surau Duta Munzalan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini melibatkan 31 remaja dengan metode ceramah dan permainan edukatif. Permainan ini dirancang untuk menyampaikan informasi penting tentang anemia secara interaktif dan menyenangkan, sehingga peserta dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan efektif, serta lebih mudah mengingat dan memahami informasi yang disampaikan terkait gejala, penyebab, dan pencegahan anemia melalui pola makan yang sehat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di Surau Duta Munzalan meningkat dengan 22,6% memiliki pengetahuan baik dan 48,4% memiliki pengetahuan cukup. Hasil setelah kegiatan abdimas juga menunjukkan peningkatan dalam sikap remaja terhadap anemia sebesar 6,5%.Kata Kunci: Anemia, Pendidikan Gizi, Permainan Ular Tangga, Remaja
Pembentukan Kebiasaan Konsumsi Protein Melalui Kegiatan PMT Berbasis Pangan Lokal di Posyandu Anggrek Desa Ragajaya Bojonggede Ridianti, Mutia Amelia; Fitri, Dwi Ayuningrum; Lubis, Syakira Kiyasa; Puwandi, Yala Dirgantara; Nurrohman, Aulia; Askari, Amatullah Nabiha
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4941

Abstract

Masalah gizi khususnya kekurangan protein, masih menjadi tantangan utama di Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor, yang berdampak pada tingginya prevalensi stunting di kalangan balita. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan konsumsi protein pada ibu bayi dan balita melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Posyandu Anggrek. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 September 2025 dengan melibatkan 15 peserta yang merupakan ibu bayi dan balita. Metode pelaksanaan meliputi edukasi gizi menggunakan media flyer dan booklet resep inovasi PMT, disertai pelaksanaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan peserta mengenai pentingnya datang ke posyandu secara rutin serta manfaat konsumsi protein hewani dan nabati bagi pertumbuhan anak. Nilai rata-rata pre-test sebesar 7,40 meningkat menjadi 9,27 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05) berdasarkan uji Wilcoxon. Temuan ini membuktikan bahwa edukasi gizi interaktif berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein dan peran posyandu dalam pencegahan stunting.Kata kunci: Edukasi Gizi, Posyandu, Protein, Stunting, Pangan Lokal
Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang Melalui Media Edukasi Ludo Cerna Pada Remaja SMAN 105 Jakarta Lubis, Syakira Kiyasa; Ridianti, Mutia Amelia; Aisha, Pelagia Shafa; Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.4689

Abstract

Masalah gizi kurang atau berat badan rendah pada remaja masih menjadi permasalahan dalam kesehatan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh asupan gizi yang tidak seimbang dan kurangnya informasi tentang gizi di lingkungan sekolah. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat bertujuan menguji efektivitas media edukasi Ludo Cerna dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang gizi seimbang. Dalam penelitian ini, 30 siswa dari SMAN 105 Jakarta diberi intervensi melalui metode ceramah dan permainan edukatif Ludo Cerna. Untuk mengukur pengetahuan, digunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang memiliki pengetahuan baik dari 63,3% menjadi 86,7%, serta tidak ada siswa yang masuk dalam kategori pengetahuan kurang. Namun, saat dianalisis secara statistik, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan (p  0,62; p > 0,05). Meski demikian, pendekatan edukasi berbasis permainan memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa secara umum. Penelitian ini menyarankan penggunaan sesi edukasi yang lebih intensif dan berulang, serta alat ukur yang lebih sensitif agar hasilnya lebih baik. Penyisipan media edukatif seperti Ludo Cerna dalam pembelajaran di sekolah dan kegiatan promosi kesehatan diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang gizi secara berkelanjutan.Kata Kunci:  Edukasi Gizi, Ludo Cerna, Media Visual, Remaja, Underweight.