Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI irawan, andi muh asrul; Umami, Zakia; Rahmawati, Lusi Anindia
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.369

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan secara dinamis dan pesat, baik fisik, psikologis, intelektual, sosial, tingkah laku, seksual yang dikaitkan dengan pubertas. Masa remaja merupakan peralihan dari masa remaja ke dewasa. Pertambahan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual. Pentingnya pengetahuan tentang status gizi serta masalah masalah kesehatan reproduksi pada remaja untuk dapat mencegah masalah yang mungkin timbul karena kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan mereka.Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan cara mengukur status gizi remaja, pemberian materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pengetahuan remaja diukur menggunakan desain one group pre-post-test. Siswa diberikan pertanyaan yang mengukur pengetahuan tentang gizi dan kesehatan reproduksi.Skor Rata-rata pengetahuan siswa sebelum diintervensi dengan Pendidikan gizi sebesar 5,06±1,83, setelah dilakukan intervensi Pendidikan gizi, skor rata-rata siswa meningkat sebesar 8,22±1,22, hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahun siswa tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Kata kunci :Remaja, Pendidikan Gizi Pengetahuan, ReproduksiAbstractAdolescence is a period of dynamic and rapid growth, including physical, psychological, intellectual, social, behavioral, sexual relations with puberty. Adolescence is a transition from adolescence to adulthood. Weight gain and height follow the development of sexual maturity. The importance of knowledge about nutritional status and reproductive health issues in adolescents to be able to prevent problems that may arise due to the lack of knowledge of adolescents about their health. Community development was to increase the knowledge of adolescents. This method of implementing community development was how to measure the nutritional status of adolescents, providing material on adolescent reproductive health, adolescent knowledge was measured using a one group pre-post-test design. The mean of students' knowledge score before intervention with Nutrition Education was 5,06 ± 1,83, after nutrition education interventions, the mean of student knowledge score increased by 8,22 ± 1,22, it showed that the knowledge of students about nutrition and reproductive health was increased. Keywords: Adolescence, Nutrition Education, Knowledge, Reproduction
Praktik Pemberian Makan dan Perawatan Kesehatan Anak di Kelompok Bermain Al Azhar 1 Amalina Ratih Puspa; Lusi Anindia Rahmawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i3.376

Abstract

Abstrak - Kekurangan zat gizi pada saat usia balita dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat irreversible dan berdampak pada rendahnya kualitas sumberdaya manusia. Penelitian cross sectional ini bertujuan menilai praktik pemberian makan dan perawatan kesehatan anak di Kelompok Bermain Al Azhar 1. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-November 2019 di Kelompok Bermain Al Azhar 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital, sedangkan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling terdiri atas 26 ibu dan balita usia 13-59 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian besar subjek memiliki status gizi yang normal berdasarkan indeks  berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) berturut-turut sebesar 88%, 92%, dan 84%. Namun demikian, masih ditemukan subjek yang tergolong memiliki status gizi kurang (4%), gizi lebih (8%), pendek (4%), kurus (4%), dan gemuk (12%). Lebih dari separuh orangtua subjek tergolong memiliki praktik pemberian makan dan perawatan kesehatan yang baik yaitu berturut-turut sebesar 60% dan 84%. Peran ibu dan anggota keluarga lain yang sehari-hari bersama balita masih perlu ditingkatkan dalam memberikan contoh praktik pemberian makan dan perawatan kesehatan yang baik pada anak. Abstract – Nutritional deficiencies at the age of under five can inhibit irreversible growth and development and have an impact on the poor quality of human resources. This cross-sectional study aims to assess the practice of child feeding and health care in the Al Azhar 1 Play Group. The study was conducted in March-November 2019 in the Al Azhar 1 Play Group, Kebayoran Baru, South Jakarta. Primary data obtained through interviews using a questionnaire. Bodyweight measurements using digital scales, while height measurements using a microtome. The research subjects were selected by purposive sampling consisting of 26 mothers and toddlers aged 13-59 months. The results showed that most of the subjects had normal nutritional status based on body weight index according to age (BB/U), height by age (TB / U), and weight by height (BB/TB) respectively by 88%, 92%, and 84%. However, still found subjects classified as having poor nutritional status (4%), overnutrition (8%), short (4%), thin (4%), and fat (12%). More than half of the parents of subjects classified as having good feeding and health care practices are 60% and 84%, respectively. The role of mothers and other family members still needs to be improved in providing examples of good feeding practices and health care for children.Keywords - Toddlers, Feeding practices, Health care, Nutritional status
Analisis Status Gizi serta Asupan Energi dan Zat Gizi Anak Down Syndrome di Rumah Ceria Down Syndrome Lusi Anindia Rahmawati1; Andi Muh Asrul Irawan
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i3.377

Abstract

Abstrak – Anak Down Syndrome merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi gemuk dan obese.Masalah gizi yang terjadi umumnya berkaitan erat dengan asupan zat gizi yang tidak proporsional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status gizi serta asupan energi dan zat gizi anak Down Syndrome di Rumah Ceria Down Syndrome. Desain penelitian ini merupakan cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Februari – September 2019 di Rumah Ceria Down Syndrome. Pengambilan subjek dilakukan dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 29 anak.Data berat badan dan tinggi badan subjek dikumpulkan melalui penimbangan dan pengukuran secara langsung. Data asupan energi dan zat gizi subjek dikumpulkan menggunakan kuesioner recall 2x24 jam, sedangkan data karakteristik subjek dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 44,8% anak Down Syndrome dalam penelitian ini berstatus gizi normal, 24,1% berstatus gizi gemuk, 20,7% berstatus gizi obese, dan 10,3% sisanya berstatus gizi kurus. Asupan energi maupun zat gizi sebagian besar subjek berada dalam kategori tidak proporsional. Hanya sebagian kecil subjek yang memiliki tingkat kecukupan energi, protein, dan karbohidrat dengan kategori normal (masing-masing 17,2%, 27,6%, dan 24,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan status gizi anak Down Syndrome (p<0,05).                                                               Abstract – Down Syndrome children have a higher risk of nutritional problems, especially overweight and obese. Nutritional problems generally related to disproportional nutrition intake. This research was aimed to analyze the nutritional status, energy and nutrition intake of Down Syndrome children in Rumah Ceria Down Syndrome. The design of this study was cross-sectional study conducted from February – September 2019 in Rumah Ceria Down Syndrome. Subjects in this study were selected using purposive sampling consisting of 29 children. Weight and height were collected through direct measurement. Energy and nutrition intake was collected using a 2x24 recall questionnaire, while characteristics of the subject were collected using a questionnaire. The results showed that 44,8% of subjects in this study had normal nutritional status, 24,1% of subjects classified as overweight, 20,7% obese, and 10,3% thin. Most of the subjects had disproportional energy and nutrition intake. Only a few subjects had energy, protein and carbohydrate adequacy level in normal category (17,2%, 27,6%, and 24,1%, respectively). Bivariate analysis showed that there was a significant correlation between family income and nutritional status of Down Syndrome children (p < 0,05)Keywords - Down syndrome, Nutritional status, Energy intake, Nutrition intake
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI Andi Muh Asrul Irawan; Zakia Umami; Lusi Anindia Rahmawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i2.369

Abstract

AbstrakMasa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan secara dinamis dan pesat, baik fisik, psikologis, intelektual, sosial, tingkah laku, seksual yang dikaitkan dengan pubertas. Masa remaja merupakan peralihan dari masa remaja ke dewasa. Pertambahan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual. Pentingnya pengetahuan tentang status gizi serta masalah masalah kesehatan reproduksi pada remaja untuk dapat mencegah masalah yang mungkin timbul karena kurangnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan mereka.Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan cara mengukur status gizi remaja, pemberian materi mengenai kesehatan reproduksi remaja, pengetahuan remaja diukur menggunakan desain one group pre-post-test. Siswa diberikan pertanyaan yang mengukur pengetahuan tentang gizi dan kesehatan reproduksi.Skor Rata-rata pengetahuan siswa sebelum diintervensi dengan Pendidikan gizi sebesar 5,06±1,83, setelah dilakukan intervensi Pendidikan gizi, skor rata-rata siswa meningkat sebesar 8,22±1,22, hal ini menunjukan terjadi peningkatan pengetahun siswa tentang gizi dan kesehatan reproduksi. Kata kunci :Remaja, Pendidikan Gizi Pengetahuan, ReproduksiAbstractAdolescence is a period of dynamic and rapid growth, including physical, psychological, intellectual, social, behavioral, sexual relations with puberty. Adolescence is a transition from adolescence to adulthood. Weight gain and height follow the development of sexual maturity. The importance of knowledge about nutritional status and reproductive health issues in adolescents to be able to prevent problems that may arise due to the lack of knowledge of adolescents about their health. Community development was to increase the knowledge of adolescents. This method of implementing community development was how to measure the nutritional status of adolescents, providing material on adolescent reproductive health, adolescent knowledge was measured using a one group pre-post-test design. The mean of students' knowledge score before intervention with Nutrition Education was 5,06 ± 1,83, after nutrition education interventions, the mean of student knowledge score increased by 8,22 ± 1,22, it showed that the knowledge of students about nutrition and reproductive health was increased. Keywords: Adolescence, Nutrition Education, Knowledge, Reproduction
Snack bar formulation with beetroot (Beta vulgaris. L) flour as iron sources for adolescent girls Zakia Umami; Lusi Anindia Rahmawati; Amalina Ratih Puspa
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 9 ISSUE 3, 2021
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2021.9(3).111-117

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja putri meningkat dari 37.1% menurut Riskesdas 2013 menjadi 48.9% pada tahun 2018. Snackbar merupakan cemilan yang digemari oleh remaja. Penambahan tepung umbi bit pada snackbar sebagai sumber zat besi diharapkan menjadi alternatif cemilan sehat bagi remaja putri.Tujuan:  Untuk mengembangkan formula snack bar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Formulasi terdiri atas dua tahap yaitu tahap pertama menentukan formula terbaik tanpa penambahan tepung umbi bit. Tahap kedua yaitu formulasi dengan penambahan tepung umbi bit dengan tiga taraf yang berbeda yang terdiri atas F1 40 gram, F2 50 gram, F3 60 gram. Analisis kandungan zat gizi dilakukan melalui uji proksimat dan spektrofotometri.Hasil: Formula terbaik adalah F1 dengan penambahan tepung umbi bit sebanyak 40 gram. F1 mengandung 11,99% protein; 10,62% lemak; 53,04% karbohidrat; 4,76 mg zat besi (32% memenuhi AKG remaja putri dan 21,6% ALG kelompok umum), dengan total energi sebesar 355,75 kkal/100g.Kesimpulan: Tepung umbi bit dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan zat gizi snack bar, dimana dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi remaja putri khususnya kebutuhan zat besi. Untuk penelitian selanjutnya, dapat ditambahkan pangan sumber protein hewani agar dapat meningkatkan penyerapan zat besi.KATA KUNCI: remaja; snackbar; tepung; umbi bit; zat besi ABSTRACTBackground: In Indonesia, the prevalence of anemia in adolescent girls increased from 37.1% (Riskesdas 2013) to 48.9% (Riskesdas 2018). A snack bar is one of the snacks favored by adolescents. The addition of beetroot flour as a source of iron to snack bars is expected to be an alternative healthy snack for adolescent girls. Objectives: The objective of this study was to develop a snack bar formulationMethods:  This study used an experimental design. The snack bar was made in two stages. The first stage was to determine the best formula without adding beetroot flour, and the second stage was adding beetroot flour in the following amounts: 40 g (F1), 50 g (F2), and 60 g (F3). Analysis of nutrient content was carried out through the proximate test and spectrophotometry.Results:  The best formula was (F1), i.e., administering 40 g of beetroot flour. F1 contained 11.99% of protein, 10.62% of fat, 53.04% of carbohydrates, and 4.76 mg of iron (32% fulfilling Fe needed by adolescent girls based on the Dietary Reference Intake and 21.6% of the Reference Intake for the general category), with a total energy of 355.75 kcal/100 g.Conclusions: Beetroot flour could be used to improve nutrient profiles of snack bars, which could be used to fulfill the nutrient needs of adolescents, especially for iron. For the next research, a new formulation is needed by adding animal protein sources to increase iron absorption.KEYWORDS: adolescent; beetroot; flour; iron; snack bar
Pemanfaatan Animasi Digital sebagai Media Edukasi Gizi Seimbang sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Gizi Anak Usia Dini di TK Islam Qolbus Salim Lusi Anindia Rahmawati; Amalina Ratih Puspa; Elma Alfiah; Zakia Umami; Siti Muslimah Sulaeman; Diamarella Rizkiyah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 5, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v5i1.1769

Abstract

Usia prasekolah merupakan periode vital dalam perkembangan perilaku seseorang. Kebiasaan dan preferensi makan anak akan terbentuk pada usia prasekolah. Kebiasaan makan pada anak juga dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi yang mereka miliki. TK Islam Qolbus Salim merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan pendidikan formal untuk anak-anak usia 3-6 tahun. . TK Islam Qolbus Salim selama ini memiliki program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan sebulan sekali. Banyak permasalahan dialami selama program ini berjalan, salah satunya anak-anak yang cenderung picky eater pada saat PMT. Kebiasaan makan pada anak, salah satunya picky eater ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi yang mereka miliki. Oleh karena itu, salah satu solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalah tersebut adalah berupa edukasi gizi pada anak dengan media animasi digital untuk meningkatkan pengetahuan gizi anak. Total peserta yang bergabung dalam kegiatan edukasi gizi berjumlah 20 anak. Edukasi gizi dengan media animasi digital yang dilakukan mampu meningkatkan skor rata-rata pengetahuan gizi anak sebesar 13.2%. Berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada skor pengetahuan gizi sebelum dan sesudah edukasi gizi (p<0.05). Edukasi gizi yang telah diberikan ini diharapkan tidak hanya sekedar meningkatkan pengetahuan gizi anak, namun juga dapat mengubah perilaku makan anak yang sebelumnya memiliki kebiasaan picky eater menjadi lebih baik dengan adanya dukungan dari berbagai pihak.Kata Kunci: Animasi Digital, Pendidikan Gizi, Pra-Sekolah
Uji Daya Terima dan Analisis Kandungan Zat Gizi Keripik Bawang Substitusi Tepung Cangkang Telur Sebagai Alternatif Pangan Sumber Kalsium Lusi Anindia Rahmawati; Zakia Umami; Dewi Elfidasari; Annisa Sabrina Sekar Langit
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v9i1.2698

Abstract

Eggshells are part of urban wastes. The nutrition content in eggshells is 94% calcium carbonate, 1% potassium phosphate, and 1% magnesium carbonate. One alternative to overcome this waste is to utilize it as eggshell flour. This study aims to determine the acceptability, analyse the nutritional content, and assess the contribution of nutrients to the Reference Nutrition Label (ALG) of onion chips substituted with eggshell flour as an alternative food source of calcium. This type of research is experimental with a completely randomized design. The eggshell flour used was commercial and non-commercial eggshell flour with a total of eight (8) formulas. Panelists were 30 students of University Al-Azhar Indonesia with two replicates. The results of the organoleptic test (hedonic and hedonic quality) were analyzed using the Kruskal-Wallis test, with the Mann-Whitney further test at a real level of 5%. The results showed that the A1B1 formula with the addition of eggshell flour as much as 10% and the use of commercial eggshell flour as the selected formula based on the Exponential Comparison Method (MPE). The results of the analysis of the nutritional content of the selected formula per 100 grams are energy 505 kcal, protein 9 grams, fat 31,5 grams, carbohydrates 46 grams, water content 4,3 grams, ash content 9,5 grams, and calcium 414,8 mg. Based on the nutrient contribution analysis, the product contributed 15,1% of calcium.Keywords – Eggshell, Onion Crisps, Substitution, Nutrient Content, Calcium
Upaya Pendidikan Gizi dengan Metode Ceramah untuk Mencegah Obesitas Pada Remaja di Universitas Al-Azhar Indonesia Zalfa, Tuffahati; Kamilah, Dhiya Zahra; Denaneer, Kyla; Wardah, Putri; Aggelia, Maera; Aulia, Anisa; Rahmawati, Lusi Anindia
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2559

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan permasalahan gizi dengan berat badan berlebih dibandingkan dengan usia atau tinggi badan remaja sebayanya yang terjadi akibat berlebihnya penimbungan lemak dalam jaringan lemak tubuh. Salah satu faktor yang dapat mengurangi Indeks Massa Tubuh penderita obesitas dengan memberikan pendidikan gizi yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku menjadi positif. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan dampaknya terhadap kesehatan melalui edukasi gizi. Metode pendidikan gizi ini melibatkan 36 subjek dengan pendekatan cross-sectional, mengumpulkan data melalui pre-test dan post-test, serta menganalisis data dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji Wilcoxon. Hasil program pendidikan gizi menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan kelompok sebelum diberikan edukasi sebanyak 15 subjek (41,7%) kedalam kategori kurang, setelah dilakukannya edukasi menjadi 7 subjek (19,4%). Perbedaan rerata sikap sebelum pendidikan gizi 58,75 dan sesudah pendidikan gizi 72,63 melalui ceramah yang signifikan yaitu 0,01 (p < 0,05). Perbedaan rerata sikap sebelum pendidikan gizi 66,6 dan sesudah pendidikan gizi sebesar 70,76 melalui ceramah yang tidak signifikan (p 0,224). Rerata perubahan sikap kelompok ceramah 4,16. Edukasi gizi melalui ceramah dan poster berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran remaja terkait gizi seimbang guna mencegah obesitasKata Kunci: Obesitas remaja, pengetahuan, sikap, mahasiswa, poster
Pendidikan Gizi menggunakan Game Wolfemia pada Remaja Putri di MA IGBS Darul Marhamah Rachmah, Jasmine Nailufar; Umami, Zakia; Rahmawati, Lusi Anindia; Prasetyawati, Annisa Dini; Hafshoh, Mutiara; Jastin, Nafisa Zafira; Ferandha, Syafaa Vionasyaa; Lestari, Zakia Septi
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v3i1.2532

Abstract

Masalah yang sering dialami oleh kalangan remaja yaitu anemia defisiensi besi. Penyebab anemia pada remaja cenderung disebabkan oleh menstruasi, kekurangan asupan makanan sumber zat besi, dan diet vegetarian, sehingga perlu pemberian edukasi mengenai perilaku makan yang bergizi dan anemia defisiensi besi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kejadian anemia yaitu dengan melakukan edukasi gizi menggunakan media pendukung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh pemberian edukasi gizi dengan menggunakan media game Wolfemia terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada remaja. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kombinasi dengan metode ceramah dan games yang berisikan topik tentang anemia defisiensi besi. Populasinya adalah remaja putri santri wati MA IGBS Darul Marhamah berusia 14-18 tahun dan telah mengalami menstruasi sebanyak 40 orang. terdapat hasil yang signifikan pada perubahan pengetahuan dan perubahan sikap dengan pemberian edukasi game “Wolfemia”, tetapi tidak terdapat hasil yang signifikan terhadap hubungan pengetahuan dan sikap remaja.Kata kunci: Anemia, Media Edukasi, Pengetahuan, Remaja Putri, dan Sikap.
Pengenalan Media Edukasi “EMO DEMO” dalam Rangka Penguatan Informasi Terkait Gizi Ibu dan Anak, pada Kader Posyandu Mawar, Desa Cikarawang, Bogor Yusuf, Andi Mukramin; Alfiah, Elma; Rahmawati, Lusi Anindia; Umami, Zakia; Sekar Langit, Annisa Sabrina
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 1, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v1i1.3196

Abstract

Posyandu Mawar merupakan salah satu posyandu yang terletak di desa Cikarawang, Kabupaten Bogor Provinsi, Jawa Barat. Beberapa masalah yang ditemukan diantaranya: Pengetahuan kader terkait gizi ibu dan balita masih kurang, metode informasi yang diberikan kepada ibu balita belum maksimal dan terbatasnya fasilitas yang dimiliki oleh Posyandu. Emo Demo adalah singkatan dari emotional demonstration, merupakan metode baru dan inovatif untuk mengubah perilaku terkait gizi. Kegiatan pelatihan Emo Demo bertujuan untuk memberikan informasi dan menambah keterampilan kader, dalam menyampaikan informasi gizi dan kesehatan kepada peserta Posyandu dengan cara yang lebih interaktif. Luaran dari kegiatan ini adalah berupa adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita setelah mendapat edukasi gizi terkait konten modul Emo Demo. Di samping itu, terdapat tugas berupa role playing yang langsung diperankan oleh kader untuk mengukur pemahaman kader terhadap teknis pelaksanaan modul Emo Demo. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 10 orang meliputi kader Posyandu/tenaga kesehatan yang biasa membantu kegiatan di Posyandu Mawar. Kegiatan terdiri atas 4 tahap, yaitu persiapan, pemaparan materi dan role play dari peserta. Dalam kegiatan ini posyandu diberikan KIT emo demo dan buku pahlawan gizi seimbang agar kader posyandu bisa lebih produktif melaksanakan kegiatan dengan adanya kedua alat tersebut, selain itu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gizi ibu dan anak. Kegiatan ini meningkatkan kemampuan kader dalam menyampaikan informasi gizi dengan interaktif dan menarik.Kata Kunci: Anak, Edukasi, Emo Demo, Ibu, Posyandu.