Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation on Symptoms and Self-Treatment due to Radiotherapy and Chemotherapy Based on Different Cancer Stage Yesiana Dwi Wahyu Werdani; Arief Widya Prasetya
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.215

Abstract

Cancer modality therapy can minimize metastatic, but it causes decrease in body functions and interfere the daily needs fulfilled. This study was to identify symptoms and self-treatment due to radiotherapy and chemotherapy based on the different cancer stage. This was mixed method design with sequential explanatory approach. Samples were 30 cancer patients taken by purposive sampling at Indonesian Cancer Foundation East Java Branch Surabaya. The instrument was a questionnaire. Fatigue was the most symptoms complained by all patients. Pain, hair loss, constipation were dominated in cancer stage 4, nausea-vomiting, insomnia were dominated in cancer stage 3. The majority self-treatment of fatigue was yoga exercise. Pain and nausea-vomiting were treated by medication and relaxation. Insomnia was treated by mild massage. Constipation was treated by consuming the high fiber foods. Radiotherapy and chemotherapy affect the disturbance of metabolism that cause physical symptoms disorders. Self-treatment by the patient could reduce the symptoms effectively.
Pemantauan Kesehatan dan Reduksi Stres Melalui Terapi Komplementer pada Pasien Kanker dan Keluarganya Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sari, Nia Novita
Jurnal LINK Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12439

Abstract

Terdiagnosis kanker merupakan stresor yang berat, karena prognosa kanker yang cenderung buruk mengakibatkan timbulnya stres psikologis bagi pasien dan keluarganya. Stres yang muncul berkepanjangan dan ditunjang dengan efek samping pengobatan kanker, menimbulkan resiko ketidakstabilan fungsi fisik tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang stres dan terapi komplementer untuk mereduksi stres serta mendeteksi dini kondisi kesehatan fisiknya. Metode kegiatan dilakukan melalui health education yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, glukosa darah acak (GDA) dan uric acid (UA). Hasil uji statistik terhadap pemahaman materi health education didapatkan mean pre-test 14.20 + 1.627, mean post-test 15.8 + 0.664, dan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test pada pemahaman materi p = 0.000. Mean tekanan darah sistolik 136.77 + 29.31, diastolik 81.83 + 16.33, GDA 152.23 + 55.5, UA 8.99 + 3.81. Mayoritas peserta pengabdian masyarakat pasien kanker mengalami hipertensi stage 1 dan 2, hiperglikemia dan hiperurisemia, sedangkan peserta keluarga pasien mayoritas berada dalam kondisi kesehatan normal. Stres psikologis dan efek samping terapi kanker terbukti dapat mempengaruhi kondisi fisik pasien dan keluarganya, selain itu pada individu yang sehat apabila memiliki kebiasaan sedentary life style maka juga menyebabkan timbulnya berbagai masalah fisik
PENGARUH POSITIVE THINKING TERHADAP KUALITAS HIDUP FAMILY CAREGIVER YANG MERAWAT PASIEN SELAMA MENJALANI TERAPI KANKER Prasetya, Arief Widya; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i1.3084

Abstract

Prognosis kanker yang buruk dapat menyebabkan family caregiver memiliki pikiran negatif yang menyebabkan situasi menjadi semakin terpuruk dan berdampak terhadap penurunan kualitas hidup. Namun demikian positive thinking juga berperan di tengah kondisi perawatan pasien yang tidak menentu.  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh positive thinking terhadap kualitas hidup family caregiver yang merawat pasien selama menjalani terapi kanker. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan dengan pendekatan cross sectional dan interview tidak terstruktur. Populasi family caregiver yang merawat pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur (YKI) berjumlah 40 orang. Sampel diambil secara purposive sampling dan didapatkan besar sampel 37 orang. Instrumen menggunakan positivity scale dan Caregiver Quality of Life of Cancer (CQoLC) yang telah valid dan reliabel. Pengisian kuesioner dilakukan dengan menerapkan prinsip etik penelitian. Hasil uji normalitas dengan Shapiro Wilk didapatkan data berdistribusi normal (p > 0.05). Uji regresi linear pada variabel positive thinking dan kualitas hidup didapatkan p = 0.000 dan R Square = 0.419, hal ini berarti positive thinking memberikan pengaruh yang bermakna sebesar 41.9% terhadap kualitas hidup. Positive thinking yang muncul pada family caregiver menjadi faktor penting dalam menumbuhkan kekuatan dan motivasi diri sebagai dasar untuk membentuk kualitas hidup yang baik dari semua dimensi.
Illness perception sebagai supporting factor terhadap treatment motivation pada pasien kanker Prasetya, Arief Widya; Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.837

Abstract

Background: Illness perception towards cancer disease varies widely from bad perception to good perception. The perception held by cancer patients can be an important factor in decision making to undergo treatment. Purpose: To explain illness perception as a supporting factor for treatment motivation in cancer patients. Method: A cross-sectional quantitative study was conducted at the Indonesian Cancer Foundation, East Java Branch, Surabaya in January 2022. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 50 respondents. The independent variable in this study is the perception of the disease and the dependent variable is the motivation to seek treatment. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using linear regression test. Results: Illness perception has a significant effect on treatment motivation (p < 0.05) with a contribution of 0.588, indicate perception of illness plays an important role as a supporting factor in shaping treatment motivation in cancer patients. Conclusion: Positive Illness perception and family support have an important role in increasing treatment motivation in cancer patients   Keywords: Cancer; Illness Perception; Treatment Motivation   Pendahuluan: Illness perception terhadap penyakit kanker sangat bervariasi,  mulai dari persepsi yang buruk sampai yang baik. Persepsi yang dianut pasien kanker dapat menjadi faktor penting untuk pengambilan keputusan menjalani pengobatan. Tujuan: Untuk menjelaskan illness perception sebagai supporting factor terhadap treatment motivation pada pasien kanker. Metode: Penelitian kuantitatif cross-sectional, dilaksanakan di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur Surabaya pada bulan Januari 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah illness perception dan variabel dependen adalah treatment motivation. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji regresi linear. Hasil: Illness perception memiliki pengaruh yang signifikan terhadap treatment motivation (p < 0.05) dengan kontribusi sebesar 0.588, menunjukkan bahwa persepsi terhadap penyakit berperan penting sebagai faktor pendukung dalam membentuk motivasi pengobatan pada pasien kanker. Simpulan: Illness perception yang positif dan dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan motivasi pengobatan pada pasien kanker.   Kata Kunci: Illness Perception; Kanker; Treatment Motivation.
PENGARUH MODIFIKASI SENAM JANTUNG+YOGA TERHADAP KADAR SERUM KOLESTEROL PENDERITA HIPERTENSI STADIUM 1 Wahyu Werdani, Yesiana Dwi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v2i1.683

Abstract

Saat ini manajemen penderita hipertensi di masyarakat masih mengutamakan pengobatan tanpa diimbangi oleh modifikasi gaya hidup. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efek senam jantung, yoga (asana & pranayama), serta modifikasi senam jantung+yoga terhadap kadar kolesterol serum pada hipertensi stadium I. Desain yang digunakan adalah nonequivalent group pre-post test. Populasinya adalah semua pasien hipertensi stage 1 di RW IV Pakis Surabaya, di antaranya 27 orang diambil sebagai responden sesuai kriteria inklusi. Responden dibagi dalam 3 kelompok eksperimen. Variabel independennya adalah: 1) senam jantung, 2) yoga (asana & pranayama), dan 3) modifikasi senam jantung+yoga. Variabel dependennya adalah kadar kolesterol serum yang diukur dengan alat pengukur kolesterol (Easy Touch GCU). Data dianalisis dengan uji One Way Anova. Hasilnya menunjukkan bahwa modifikasi senam jantung+yoga lebih berhasil menurunkan kadar kolesterol serum (p = 0.001) dibandingkan dengan yang non-modifikasi. Modifikasi senam jantung+yoga merupakan stimulator bagi tubuh, yang bila dilakukan secara berulang-ulang dan teratur, meningkatkan respon adaptasi fisiologis dari organ-organ tubuh
PENGARUH YOGA ASANAS TERHADAP SKOR ANKLE-BRACHIAL INDEX DAN INTENSITAS INTERMITTENT CLAUDICATION PADA PASIEN PERIPHERAL ARTERIAL DISEASE Wahyu Werdani, Yesiana Dwi
JURNAL NERS LENTERA Vol. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v2i1.686

Abstract

Peripheral Arterial Disease (PAD) adalah stenosis progesif arteri pada ekstremitas bawah, yang menyebabkan ketidaklancaran aliran darah, sehingga skor Ankle-Brachial Index (ABI) dapat menurun, dan dapat menimbulkan Intermitten Claudication (IC). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh yoga asanas terhadap skor ABI dan intensitas IC pada pasien peripheral arterial disease. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment Design dengan pendekatan Nonequivalent Groups Pre Test-Post test. Populasinya adalah penderita PAD di RW III Kelurahan Keputran Surabaya. Sampel berjumlah 36 orang dikumpulkan dengan teknik purposive sampling, dan dibagi dua menjadi kelompok kontrol dan kelompok dengan intervensi. Variabel independennya adalah yoga asanas, sedang variabel dependennya adalah adalah skor ABI dan intensitas IC. Instrumen yang digunakan adalah sphygmomanometer aneroid, arterial dopler, dan Numeric Rating Scale. Beda skor ABI untuk kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol, diuji dengan independent samples t-test, dengan hasil p = 0.000. Beda intensitas IC antara kedua kelompok diuji dengan Mann Whitney U-Test, dengan hasil p = 0.000. Kesimpulannya adalAah yoga asanas menyebabkan otot berkontraksi dan vasodilatasi, yang meningkatkan skor ABI dan menurunkan intensitas IC
PENGARUH SENAM JANTUNG TERHADAP DURASI PENURUNAN TEKANAN DARAH DAN NADI ISTIRAHAT PADA HIPERTENSI STADIUM 1 (The Effect of Heart Exercises on the Duration of Blood Pressure and Resting Heart Rate Decrease in Hypertension Stage 1) Werdani, Yesiana Dwi Wahyu; Sawo, Elisabeth Bebhe
JURNAL NERS LENTERA Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v3i1.711

Abstract

Pendahuluan: Perubahan gaya hidup dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap terjadinya hipertensi. Salah satu penatalaksanaan hipertensi dapat berupa terapi non farmakologis yaitu senam jantung. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh senam jantung terhadap durasi penurunan tekanan darah dan nadi istirahat pada pasien hipertensi stadium 1. Metode: Desain yang digunakan adalah Time Series Design. Populasi pasien hipertensi stadium 1 yang berada di wilayah Dinoyo RW IV, dengan jumlah sampel 15 responden, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah senam jantung, variabel dependen adalah durasi penurunan tekanan darah dan nadi istirahat. Alat ukur yang digunakan adalah sphygnomanometer mercury, stetoscope, jam tangan analog. Data dianalisis dengan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah mulai tampak adanya penurunan yang signifikan pada minggu ke-4, dengan nilai p = 0,042 untuk tekanan darah sistole dan 0,027 untuk tekanan darah diastole. Sedangkan penurunan signifikan pada nadi istirahat mulai tampak pada minggu ke-3, dengan nilai p = 0,04. Pembahasan: Hal ini dikarenakan terjadinya perubahan proses adaptasi dan peningkatan elastisitas pembuluh darah pada latihan fisik yang dilakukan secara teratur. Kesimpulan: Senam jantung efektif untuk meningkatkan elastisitas pembuluh darah pada penderita hipertensi stadium 1.
Pengaruh Positif Modifikasi Senam Jantung Dan Yoga Pada Hipertensi Stage 1 Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v1i0.837

Abstract

Manajemen penderita hipertensi (tekanan darah sistolik > 140 mmHg, diastolik > 90 mmHg) masih mengutamakan pengobatan tanpa diimbangi oleh modifikasi gaya hidup. Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan efek senam jantung, yoga (asana & pranayama), serta modifikasi senam jantung dan yoga, untuk menurunkan tekanan darah dan frekuensi nadi istirahat pada penderita hipertensi stage 1. Desain yang digunakan adalah nonequivalent groups pre test-post test. Populasinya adalah semua penderita hipertensi stage 1 di Puskesmas Pakis, di antaranya 42 responden dipilih sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah senam jantung, yoga, serta modifikasi senam jantung dan yoga, sedangkan variabel dependen adalah tekanan darah dan frekuensi nadi istirahat. Alat ukur yang digunakan adalah mercury sphygmomanometer, stetoscope, dan polar heart rate monitor watch. Data dianalisis dengan uji one way anova. Hasil menunjukkan bahwa modifikasi senam jantung dan yoga secara signifikan menurunkan tekanan sistolik (p= 0,002), tekanan diastolik (p=0,028), dan frekuensi nadi istirahat (p=0,001). Latihan fisik berupa senam jantung dan yoga merupakan stimulator bagi tubuh, yang bila dilakukan berulang-ulang dan teratur, dapat meningkatkan respon adaptasi fisiologi tubuh.
Pengaruh Beban Kerja Mental Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta di Surabaya (The Effect of Nurse’s Mental Workload to the Level of Patient’s Satisfaction in Private Hospital around Surabaya) Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v4i2.873

Abstract

Pendahuluan: Perawat dalam menjalankan tugasnya memiliki tanggungjawab yang besar kepada pasien/keluarganya. Peran ini menuntut profesionalitas tinggi, yang dapat berdampak pada peningkatan beban kerja mental perawat, dan berpengaruh pula pada tingkat kepuasan pasien. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh beban kerja mental perawat terhadap tingkat kepuasan pasien. Metode: Desain penelitian asosiatif, populasi perawat dan pasien/ keluarga di 3 RS Swasta di Surabaya. Besar sampel 89 perawat diambil melalui proportionate stratified random sampling dan 89 pasien/ keluarga melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner beban kerja mental NASA-TLX, dan kuesioner tingkat kepuasan pasien. Uji Statistik menggunakan ordinal regression P < 0.05. Hasil: Terdapat pengaruh yang bermakna antara beban kerja mental perawat terhadap tingkat kepuasan pasien yaitu p = 0.000. Pembahasan: Tingginya beban kerja mental perawat disebabkan oleh tingginya Bed Occupation Rate RS, dengan klasifikasi tingkat ketergantungan pasien terbanyak adalah total care, namun ternyata dalam kondisi tersebut, perawat masih dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas kepada pasien, dengan mayoritas pasien menyatakan puas, dan walaupun masih sedikit yang menyatakan sangat puas. Kesimpulan: Beban kerja mental memberikan pengaruh secara bermakna terhadap tingkat kepuasan pasien di rumah sakit swasta.
Kesiapan Mahasiswa Keperawatan Dalam Aspek Pengetahuan Dan General Skills Untuk Menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 Werdani, Yesiana Dwi Wahyu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v5i1.1572

Abstract

Pendahuluan: Asean Economic Community (AEC) adalah persaingan pasar bebas di negara-negara ASEAN dalam bidang barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik, dan aliran modal. Tenaga perawat merupakan salah satu sektor jasa yang memiliki mobilitas luas, sehingga mahasiswa keperawatan yang merupakan ujung tombak generasi dapat memiliki kesempatan untuk meraih peluang kerja yang kompetitif. Tujuan penelitian mengetahui kesiapan mahasiswa keperawatan dalam aspek pengetahuan dan general skills dalam menghadapi Asean Economic Community 2015. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi adalah seluruh mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Jumlah sampel sebanyak 106 mahasiswa yang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: pengetahuan responden tentang ASEAN dan 3 pilar ASEAN, mayoritas berada pada tingkatan cukup dengan persentase masing-masing secara berurutan yaitu sebesar 61% dan 50%. Mayoritas kemampuan general skills dalam bahasa inggris pada tingkatan baik yaitu sebesar 47% dan kemampuan teknologi informasi pada tingkatan sangat baik 72%. Diskusi: Belum optimalnya pengetahuan responden tentang ASEAN dikarenakan belum cukupnya paparan informasi melalui pembelajaran resmi ataupun media massa. General skills dalam berbahasa inggris dan penguasaan teknologi informasi merupakan bekal dasar dalam menghadapi AEC.