Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EDUKASI BULLYING VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DI RW 01 KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU Anisa Yulvi Azni; Nadilla Nadilla; Nurul Annisya; Jennyfer Veronika; Muhammad Evan Adipa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45203

Abstract

Bullying verbal sering terjadi di lingkungan sekolah dan meskipun tidak meninggalkan luka fisik, dampaknya terhadap kondisi psikologis anak bisa sangat serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid RW 01, Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru, dengan tujuan membantu anak-anak memahami apa itu bullying verbal, bagaimana bentuknya, dampaknya, dan cara menghadapinya. Sebanyak 27 anak usia sekolah mengikuti kegiatan ini yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video, dan diskusi ringan. Sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup besar, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku, dampak psikologisnya, hingga cara merespons jika melihat kejadian bullying. Edukasi seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bersikap saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan verbal. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
EDUKASI BULLYING VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DI RW 01 KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU Anisa Yulvi Azni; Nur Aulia; Nadilla Nadilla; Nurul Annisya; Muhammad Evan Adipa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48732

Abstract

Bullying verbal sering terjadi di lingkungan sekolah dan meskipun tidak meninggalkan luka fisik, dampaknya terhadap kondisi psikologis anak bisa sangat serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid RW 01, Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru, dengan tujuan membantu anak-anak memahami apa itu bullying verbal, bagaimana bentuknya, dampaknya, dan cara menghadapinya. Sebanyak 27 anak usia sekolah mengikuti kegiatan ini yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video, dan diskusi ringan. Sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup besar, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku, dampak psikologisnya, hingga cara merespons jika melihat kejadian bullying. Edukasi seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bersikap saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan verbal. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
CEGAH CUCI DARAH SEJAK DINI: EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT PADA REMAJA Novita Kusumarini; Nur Aulia; Anisa Yulvi Azni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52596

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam usia remaja. Gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurang minum air putih, serta jarang berolahraga menjadi faktor risiko utama yang kerap diabaikan oleh remaja. Padahal, kerusakan ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat dan memerlukan cuci darah (hemodialisis). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Fajar Harapan Pekanbaru dengan sasaran remaja tingkat SMA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fungsi ginjal, penyebab kerusakan ginjal, serta gaya hidup yang dapat mencegah terjadinya gagal ginjal. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dengan bantuan media visual, serta diskusi tanya jawab untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Tujuan penyuluhan ini agar para remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mulai menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang gaya hidup yang dapat menghindarkan diri dari penyakit gagal ginjal. Kegiatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja bagaimana menghindari gaya hidup yang beresiko terhadap terjadinya gagal ginjal.
Hubungan Kelekatan Orang Tua dan Kelekatan Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Remaja M. Diffa Oktavian; Jumaini Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.473

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan masalah yang banyak terjadi pada remaja di lingkungan pendidikan dan berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kelekatan orang tua dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 289 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Inventory Parent-Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan teman sebaya, serta Olweus Bullying/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur perilaku bullying. Semua kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Sebagian besar responden berusia 16 tahun (52,6%), perempuan (66,8%), dan merupakan anak bungsu (33,6%). Sebagian besar ibu bekerja sebagai IRT (70,2%) dan ayah wiraswasta (56,7%), dengan pendidikan terakhir ibu dan ayah SMA (49,5%). Sebagian besar responden memiliki kelekatan ibu kategori sedang (65,7%), kelekatan ayah kategori sedang (69,6%), dan kelekatan teman sebaya kategori sedang (70,2%), sedangkan perilaku bullying berada pada kategori rendah (70,9%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelekatan ibu dengan perilaku bullying (p = 0,002) serta kelekatan teman sebaya dengan perilaku bullying (p = 0,007). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelekatan ayah dengan perilaku bullying (p = 0,744). Kesimpulan: Kelekatan ibu dan teman sebaya memiliki peran dalam menurunkan perilaku bullying pada remaja, sehingga kualitas hubungan tersebut perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Fakultas Keperawatan Universitas Riau Aqil Arian Hawari; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.633

Abstract

Pendahuluan: kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama pada remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami tahap perkembangan psikologis yang kompleks. Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja dan dewasa awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa. Metode: metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan 85 sampel dengan menggunakan teknik purposive proportional random dan instrumen yang digunakan adalah MHI-38 (Mental Health Inventory-38) untuk mengukur kesehatan mental dan Kuesioner Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok. Hasil: analisa univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 19 tahun sebanyak 33 orang (38,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 72 orang (84,7%), mayoritas responden memiliki tingkat intensitas penggunaan yang berada pada kategori tinggi sebanyak 50 orang (58,8%), mayoritas responden memiliki tingkat kesehatan mental dalam kategori Distrees sebanyak 57 (67,1%). Hasil uji Chi-Square didapatkan P-value<α (0,036<0,05) dan odds ratio 2,667. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Tingkat Stres pada Masyarakat yang Terdampak Banjir Anisa Yulvi Azni; Sri Wahyuni; Aminatul Fitri; Nur Aulia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.970

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia dan tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Mekanisme koping berperan penting dalam menentukan kemampuan individu mengelola stres akibat bencana. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres pada masyarakat terdampak banjir di wilayah kerja Puskesmas Umban Sari.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10) dan mekanisme koping menggunakan Brief COPE. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-square dengan α = 0,05. Sebanyak 61% responden menggunakan mekanisme koping maladaptif. Tingkat stres didominasi kategori sedang (52%) dan berat (34%). Terdapat hubungan signifikan antara mekanisme koping dan tingkat stres (p = 0,023). Responden dengan koping adaptif lebih banyak berada pada kategori stres ringan–sedang, sedangkan koping maladaptif berhubungan dengan stres berat. Mekanisme koping berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres masyarakat terdampak banjir.  
Hubungan Pendidikan Orang Tua dengan Resiliensi Keluarga pada Keluarga Penderita ISPA Nur Aulia; Aminatul Fitri; Sri Wahyuni; Anisa Yulvi Azni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1279

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi pada balita dan berdampak tidak hanya pada kondisi fisik anak, tetapi juga pada ketahanan keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanganan ISPA, sehingga kemampuan keluarga untuk beradaptasi dan bertahan menghadapi tekanan kesehatan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan resiliensi keluarga pada keluarga penderita ISPA. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 keluarga penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas Karya Wanita yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Family Resilience Assessment Scale (FRAS).  Hasil pengujian validitas menunjukkan bahwa nilai factor loading berada pada rentang 0,42 hingga 0,82 dan uji reabilitas 0,96 (Sixbey,2005) dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan dan sebagian besar orang tua memiliki tingkat pendidikan menengah. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan orang tua dan resiliensi keluarga (p= 0,019). Orang tua dengan pendidikan menengah hingga tinggi cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola tekanan kesehatan, beradaptasi terhadap kondisi sakit anak, serta mempertahankan fungsi keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan orang tua berperan penting dalam memperkuat resiliensi keluarga.  
The Relationship Between Family Resilience and Efforts to Prevent Acute Respiratory Infection (ARI) Among Children in Wetlands Aminatul Fitri; Sri Wahyuni; Anisa Yulvi Azni; Nur Aulia
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.1567

Abstract

Children living in wetlands are particularly susceptible to Acute Respiratory Infections (ARI), and family resilience plays a vital role in safeguarding their health. This study explored the association between family resilience and families’ efforts to prevent ARI in children aged 1–5 years. A quantitative descriptive correlational design was applied, involving 100 families in wetlands. Data were collected using the Family Resilience Assessment Scale (FRAS) and a validated ARI prevention questionnaire, both of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the Chi-square test. The findings revealed a significant relationship between family resilience and ARI prevention efforts (p = 0.012). Families with greater resilience were more consistent in maintaining hygiene, keeping their homes clean, and seeking timely medical care when respiratory symptoms appeared.