Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Gangguan Mental Emosional Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Arifin Achmad Anisa Amelya; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.430

Abstract

Pendahuluan: Gangguan mental emosional (GME) adalah masalah psikologis yang memengaruhi kondisi emosional, fisik, dan psikososial pasien hemodialisis akibat penyakit serta pengobatannya. Tujuan: Mengetahui gambaran GME pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad, karakteristik responden serta gejala depresi, kecemasan, somatik, kognitif, dan penurunan energi. Metode: deskriptif kuantitatif dengan 94 responden menggunakan total sampling. Instrumen SRQ-20, dianalisis secara univariat. Kriteria inklusi pasien hemodialisis berusia 18–65 tahun, menjalani terapi mulai dari 3 bulan keatas, berbahasa Indonesia, bersedia berpartisipasi, eksklusi yaitu pasien yang menolak atau penurunan kesadaran. Hasil: paling banyak responden berusia 46–55 tahun (36,2%), laki-laki (57,4%), berpendidikan terakhir SMA (36,2%), tidak bekerja (64,9%), dan lama menjalani hemodialisis lebih dari 6 bulan yaitu (87,2%). Sebanyak (89,4%) mengalami GME. Gejala depresi kehilangan minat untuk melakukan berbagai macam hal (62,8%), gejala kecemasan meliputi sulit tidur nyenyak (72,3%), gejala somatik yaitu merasa tidak nyaman di perut (67%), gejala kognitif hasil kerja sehari-hari memburuk (69,1%), gejala penurunan energi mudah merasa lelah (92,6%). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pasien hemodialisis mengalami GME dengan gejala dominan penurunan energi, kecemasan, gangguan kognitif, keluhan somatik, dan depresi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis sosial perlu mendapatkan perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan mental pasien hemodialisis.
Hubungan Ketergantungan Smartphone dengan Prokrastinasi Akademik Remaja Desa Mita Purnama; Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.439

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat penggunaan smartphone semakin meluas, termasuk di kalangan remaja desa. Penggunaan smartphone berlebihan berisiko menimbulkan ketergantungan yang berpengaruh terhadap perilaku belajar, seperti prokrastinasi akademik. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketergantungan smartphone dengan prokrastinasi akademik remaja desa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 205 remaja desa yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner hasil modifikasi Smartphone Addiction Scale Short Version (SAS-SV) dan kuesioner Prokarstinasi Akademik yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian sebagian besar remaja memiliki ketergantungan smartphone kategori tinggi yaitu 108 remaja (52,7%), sedangkan prokrastinasi akademik sebagian besar remaja di kategori sedang yaitu 106 remaja (51,7%). Hasil uji statistic lebih lanjut terdapat hubungan yang signifikan antara ketergantungan smartphone dengan prokrastinasi akademik pada remaja desa (p value = 0.000 < 0,05). Penggunaan smartphone yang berlebihan berpotensi meningkatkan prokrastinasi akademik pada remaja desa, diharapkan kepada remaja desa untuk menggunakan smartphone secara bijak agar tidak menghambat tanggung jawab dan prestasi akademik.
EDUKASI BULLYING VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DI RW 01 KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU Anisa Yulvi Azni; Nadilla Nadilla; Nurul Annisya; Jennyfer Veronika; Muhammad Evan Adipa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45203

Abstract

Bullying verbal sering terjadi di lingkungan sekolah dan meskipun tidak meninggalkan luka fisik, dampaknya terhadap kondisi psikologis anak bisa sangat serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid RW 01, Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru, dengan tujuan membantu anak-anak memahami apa itu bullying verbal, bagaimana bentuknya, dampaknya, dan cara menghadapinya. Sebanyak 27 anak usia sekolah mengikuti kegiatan ini yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video, dan diskusi ringan. Sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup besar, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku, dampak psikologisnya, hingga cara merespons jika melihat kejadian bullying. Edukasi seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bersikap saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan verbal. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
EDUKASI BULLYING VERBAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DI RW 01 KELURAHAN PALAS KOTA PEKANBARU Anisa Yulvi Azni; Nur Aulia; Nadilla Nadilla; Nurul Annisya; Muhammad Evan Adipa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48732

Abstract

Bullying verbal sering terjadi di lingkungan sekolah dan meskipun tidak meninggalkan luka fisik, dampaknya terhadap kondisi psikologis anak bisa sangat serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Masjid RW 01, Kelurahan Palas, Kota Pekanbaru, dengan tujuan membantu anak-anak memahami apa itu bullying verbal, bagaimana bentuknya, dampaknya, dan cara menghadapinya. Sebanyak 27 anak usia sekolah mengikuti kegiatan ini yang dikemas secara interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video, dan diskusi ringan. Sebelum dan sesudah kegiatan, anak-anak mengisi kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman mereka. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup besar, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku, dampak psikologisnya, hingga cara merespons jika melihat kejadian bullying. Edukasi seperti ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bersikap saling menghargai dan menolak segala bentuk kekerasan verbal. Harapannya, kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara rutin di berbagai komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak.
CEGAH CUCI DARAH SEJAK DINI: EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT PADA REMAJA Novita Kusumarini; Nur Aulia; Anisa Yulvi Azni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52596

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam usia remaja. Gaya hidup yang kurang sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, kurang minum air putih, serta jarang berolahraga menjadi faktor risiko utama yang kerap diabaikan oleh remaja. Padahal, kerusakan ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat dan memerlukan cuci darah (hemodialisis). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Fajar Harapan Pekanbaru dengan sasaran remaja tingkat SMA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fungsi ginjal, penyebab kerusakan ginjal, serta gaya hidup yang dapat mencegah terjadinya gagal ginjal. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dengan bantuan media visual, serta diskusi tanya jawab untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta. Tujuan penyuluhan ini agar para remaja dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mulai menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang gaya hidup yang dapat menghindarkan diri dari penyakit gagal ginjal. Kegiatan ini terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja bagaimana menghindari gaya hidup yang beresiko terhadap terjadinya gagal ginjal.
Hubungan Kelekatan Orang Tua dan Kelekatan Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Remaja M. Diffa Oktavian; Jumaini Jumaini; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.473

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan masalah yang banyak terjadi pada remaja di lingkungan pendidikan dan berdampak pada kesehatan mental. Fenomena ini memerlukan pemahaman lebih mendalam terkait perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kelekatan orang tua dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 289 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Inventory Parent-Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan orang tua dan teman sebaya, serta Olweus Bullying/Victim Questionnaire (OBVQ) untuk mengukur perilaku bullying. Semua kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Sebagian besar responden berusia 16 tahun (52,6%), perempuan (66,8%), dan merupakan anak bungsu (33,6%). Sebagian besar ibu bekerja sebagai IRT (70,2%) dan ayah wiraswasta (56,7%), dengan pendidikan terakhir ibu dan ayah SMA (49,5%). Sebagian besar responden memiliki kelekatan ibu kategori sedang (65,7%), kelekatan ayah kategori sedang (69,6%), dan kelekatan teman sebaya kategori sedang (70,2%), sedangkan perilaku bullying berada pada kategori rendah (70,9%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kelekatan ibu dengan perilaku bullying (p = 0,002) serta kelekatan teman sebaya dengan perilaku bullying (p = 0,007). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kelekatan ayah dengan perilaku bullying (p = 0,744). Kesimpulan: Kelekatan ibu dan teman sebaya memiliki peran dalam menurunkan perilaku bullying pada remaja, sehingga kualitas hubungan tersebut perlu diperkuat sebagai upaya pencegahan.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Di Fakultas Keperawatan Universitas Riau Aqil Arian Hawari; Fathra Annis Nauli; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.633

Abstract

Pendahuluan: kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu, terutama pada remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami tahap perkembangan psikologis yang kompleks. Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja dan dewasa awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa. Metode: metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan 85 sampel dengan menggunakan teknik purposive proportional random dan instrumen yang digunakan adalah MHI-38 (Mental Health Inventory-38) untuk mengukur kesehatan mental dan Kuesioner Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok untuk mengukur tingkat intensitas penggunaan TikTok. Hasil: analisa univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 19 tahun sebanyak 33 orang (38,8%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 72 orang (84,7%), mayoritas responden memiliki tingkat intensitas penggunaan yang berada pada kategori tinggi sebanyak 50 orang (58,8%), mayoritas responden memiliki tingkat kesehatan mental dalam kategori Distrees sebanyak 57 (67,1%). Hasil uji Chi-Square didapatkan P-value<α (0,036<0,05) dan odds ratio 2,667. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dengan kesehatan mental mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau.