Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KEPUTUSAN MENGUNJUNGI DESTINASI WISATA AEK SIPANGOLU KECAMATAN BAKTIRAJA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Simamora, Eska Romauli; Rajagukguk, Denata; Simbolon, Rusmauli; Silalahi, Mery; Silalahi, Wolter Parlindungan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap keputusan berkunjung ke destinasi wisata Aek Sipangolu di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan. Aek Sipangolu memiliki daya tarik yang unik, tidak hanya berupa keindahan alam tetapi juga nilai budaya dan spiritual yang diyakini masyarakat dapat menyembuhkan penyakit serta berkaitan dengan legenda Raja Sisingamangaraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap Aek Sipangolu dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan media sosial. Wisatawan menilai daya tarik sebagai faktor utama dalam keputusan berkunjung, namun meskipun demikian fasilitas perlu ditingkatkan dan aksesibilatas menuju destinasi wisata ini baik serta media sosial dinilai efektif dalam menarik perhatian wisatawan. Keterbaharuan penelitian ini terletak pada fokus yang mengkaji persepsi wisatawan serta menambahkan peran media sosial sebagi faktor penting dalam keputusan berkunjung. Penelitian ini diharapkan bermanfaat secara teoritis bagi pembangunan ilmu pariwisata dan secara praktis bagi pemerintah, masyarakat serta pengelola dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis budaya dan spiritual secara berkelanjutan.
Analisis Pengembangan Kurikulum Berbasis Teologi Dan Kebudayaan Pada Program Studi Pariwisata Budaya Dan Keagamaan – Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Sitio, Robert J.T Sitio; Sitepu, Yulia K.S; Nadeak, Tio R.J; Silalahi, Mery; Rajagukguk, Denata
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/mutiarapendidik.v7i2.3389

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian materi dan sebaran mata kuliah yang terdapat pada Kurikulum Program Studi (Prodi) Pariwisata Budaya dan Keagamaan (PBK) - IAKN Tarutung berbasis Teologi dan Kebudayaan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dan kuantitatif diperoleh dari beberapa evaluasi yang dilakukan, pendapat dari ahli kurikulum, serta evaluasi kurikulum yang telah dikembangkan dalam instrumen kuesioner. Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kualitas Kurikulum Prodi PBK – IAKN Tarutung apakah mampu mewujudkan program atau rencana pembelajaran yang terdiri dari isi dan materi pelajaran yang terstruktur, terprogram dan terencana dengan baik yang berkaitan dengan visi dan misi Prodi tersebut. Berdasarkan hasil analisis, kurikulum Prodi PBK – IAKN Tarutung ini memiliki tingkat relevansi atau keterkaitan dengan Teologi dan Kebudayaan dalam kategori cukup sehingga Kurikulumnya masih perlu dikembangkan agar mencapai kategori sangat baik dengan persentase nilai (81% < skor < 100%).
PENDIDIKAN SENI BERBASIS TRADISI LISAN DAN RESISDENSI DI DESA TIPANG: SENIMAN BERMASYARAKAT Rajagukguk, Denata; Silalahi, Wolter Parlindungan; Hutagalung, Bambang TJ
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/mutiarapendidik.v9i1.5227

Abstract

Seniman Bermasyarakat merupakan salah satu bentuk pendidikan seni yang disajikan diluar kelas belajar sekolah-sekolah. Kegiatan ini dilakukan di Desa Tipang, kecamatan Baktiraja, kabupaten Humbang Hasundutan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan seniman bermasyarakat dapat mengangkat kesenian sebagai budaya lokal dapat berkembang dan berakar melalui pendidikan seni berbasis tradisi lisan dan residensi. Sasaran yang dipilih tentunya berfokus kepada kaum muda dan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam dan partisipasi langsung, kedua metode ini memungkinkan peneliti menggali informasi secara mendalam dan memperoleh wawasan langsung di lapangan, yang tidak hanya berdasarkan laporan lisan tetapi juga observasi dan partisipasi langsung. Konsep residensi seniman dan tradisi lisan, secara teknis, seniman yang diberangkatkan menuju desa memberikan sebuah pelatihan dan lokakarya kepada pemuda-pemudi desa. Sebelum dilaksanakan proses pelatihan, dihari-hari sebelumnya ada sebuah rangkaian diskusi dan berbagi pengalaman dengan pelaku seni yang hidup di daerah tempatan. Berdiskusi dan berbagi terhadap pelaku seni didaulat sebagai transformasi ide, gagasan dan pengetahuan yang dimiliki.
Pengelolaan Ekowista Berkelanjutan pada Sumber Daya Lingkungan di Desa Hutaraja, Kabupaten Tapanuli Utara Silalahi, Mery; Panjaitan, Ade Putera Arif; Rajagukguk, Denata; Nadeak, Tio RJ; Simbolon, Rusmauli; Lase, Apriliana; Waruwu, Liyus; Purba, Debora
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8350

Abstract

Pariwisata memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian daerah, tak terkecuali bagi Desa Hutaraja, Provinsi Sumatera Utara. Pariwisata memberikan sumber pendapatan alternatif dan mendorong pengembangan infrastruktur. Namun, banyak orang mulai bertanya apakah manfaat ini sepadan dengan tingkat konsumsi, kerusakan ekologi, dan dampak negatif lainnya akibat kedatangan dan kepergian wisatawan setiap hari. Untuk menjawab persoalan itu, ekowisata sebagai salah satu bentuk dari pariwisata berkelanjutan menjadi solusi yang layak untuk mempertimbangkan secara menyeluruh dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pariwisata. Aktivitas wisatawan di Desa Hutaraja menguras sumber daya di daerah tersebut sehingga diperlukan panduan dan dasar bagi kebijakan, strategi, dan terutama tindakan dalam bidang pariwisata di Desa Hutaraja. Ekowisata adalah bentuk wisata yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Dengan demikian PKM ini berfokus pada Pendidikan Ekowisata bagi Masyarakat lokal Desa Hutaraja tentang perlindungan kawasan alam dan promosi praktik berkelanjutan yang berkontribusi pada perkembangan ekonomi komunitas lokal Desa Hutaraja. PKM ini juga melibatkan aktivitas seperti perjalanan ke alam, pengamatan satwa liar, dan pengalaman budaya yang mempromosikan kesadaran dan apresiasi terhadap lingkungan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi potensi Desa Hutaraja dengan metode evaluasi multi-kriteria (MCE), menilai dampaknya serta menjelajahi lanskap yang punya nilai ekonomis untuk ekowisata. Dampak dari PKM ini adalah Desa Hutaraja menjadi contoh tata kelola yang baik tentang pariwisata berkelanjutan dengan terus mendorong Masyarakat untuk lebih sadar lingkungan. Selain itu masyarakat Desa Hutaraja juga menjadi lebih berhati-hati dalam menerapkan kebijakan yang mereka pilih terkait pariwisata.