Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GUNDALA-GUNDALA SEBAGAI ATRAKSI WISATA BUDAYA DI KABUPATEN KARO Purba, Debora S; Pakpahan, Rosdiana; Nadeak, Tio RJ
Jurnal Pariwisata Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/par.v11i2.23768

Abstract

ABSTRAK Gundala-Gundala adalah seni pertunjukan tradisional masyarakat Karo di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang memadukan tarian, musik, dan nilai spiritual dengan filosofi mendalam. Sebagai warisan budaya yang otentik, Gundala-Gundala memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata budaya yang berkelanjutan. Atraksi wisata budaya merupakan potensi yang besar dalam mempertahankan eksistensi kebudayaan di suatu tempat. Pengunjung yang mendatangi destinasi memiliki ketertarikan yang besar terhadap perbedaan budaya dari budaya tempatnya berasal. Gundala – Gundala pada umumnya dihadirkan dalam setiap acara-acara besar adat maupun kenegaraan di Kabupaten Karo. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan bahwa budaya merupakan atraksi utama yang mampu mewujudkan keberlanjutan sebuah destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gundala-Gundala memiliki daya tarik unik bagi wisatawan, terutama dalam menghadirkan pengalaman budaya yang otentik. Masyarakat lokal memiliki antusiasme tinggi dalam mendukung pelestarian tradisi ini, namun pengembangannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti minimnya dokumentasi, kurangnya fasilitas pendukung, dan terbatasnya promosi. Untuk mengoptimalkan potensi Gundala-Gundala, diperlukan strategi yang meliputi peningkatan infrastruktur, promosi berbasis digital, keterlibatan komunitas lokal, serta pelestarian budaya melalui pendidikan dan dokumentasi. Dengan langkah-langkah ini, Gundala-Gundala dapat menjadi ikon budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi masyarakat Karo, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Karo. Kata kunci: Gundala-Gundala, Atraksi, Wisata Budaya ABSTRACT Gundala-Gundala is a traditional performance art of the Karo community in Karo Regency, North Sumatra, which blends dance, music, and spiritual values with profound philosophy. As an authentic cultural heritage, Gundala-Gundala has great potential to be developed into a sustainable cultural tourism attraction. Cultural tourism attractions play a significant role in preserving the existence of local traditions. Visitors to a destination are often deeply interested in cultural differences compared to their own. Gundala-Gundala is commonly performed during major traditional ceremonies and state events in Karo Regency. This article aims to describe how culture can serve as a key attraction to achieve the sustainability of a tourism destination. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings indicate that Gundala-Gundala offers a unique appeal to tourists, especially in delivering an authentic cultural experience. The local community shows high enthusiasm in supporting the preservation of this tradition. However, its development faces several challenges, including limited documentation, inadequate supporting facilities, and minimal promotion. To optimize the potential of Gundala-Gundala, strategies are needed that encompass improving infrastructure, implementing digital-based promotion, involving local communities, and preserving the culture through education and documentation. With these steps, Gundala-Gundala can become a cultural icon that not only preserves the traditions of the Karo community but also supports sustainable tourism development in Karo Regency. Keywords : Gundala-gundala, Attraction, Cultural Tourism
Lapo Tuak dan Konsep diri Laki-Laki Batak di Desa Lumban Sialaman Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan Simbolon, Jupalman W.; Nadeak, Tio RJ; Hernawati, Masniar; Simbolon, Elvri T.; Siburian, Kajabat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26639

Abstract

Orang Batak dikenal sebagai pribadi yang berani berbicara, suka berdiskusi, dan berargumentasi. Berkumpul disebuah warung dengan minum Tuak sering disebut dengan sebutan “Marmitu”, mereka melakukannya di Lapo Tuak. Pengunjung Lapo Tuak pada umunya kebanyakan laki–laki baik itu orang tua atau pun pemuda yang beranjak remaja.Laki-laki Batak mengonsepkan dirinya sebagai orang kuat dan dewasa dan kehadiran di lapo tuak menjadi salah satu tanda kedewasaan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan fenomenologi. Fenemonologi langsung menjelaskan secara fakta dan langsung sehingga peneliti langsung terjun serta ikut terlibat didalam Lapo Tuak. Banyak laki-laki Batak di desa Desa Lumban Sialaman Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbang Hasundutan yang datang ke lapo tuak merasa bahwa kehadiran mereka di sana adalah bagian dari identitas budaya dan sosial mereka. Meski demikian, tidak semua pengalaman di lapo tuak bersifat positif. Beberapa laki-laki mengalami konflik batin antara nilai-nilai modern seperti profesionalisme, keluarga kecil, dan efisiensi waktu dengan nilai-nilai tradisional yang dihidupi di lapo. Hal ini menciptakan dinamika dalam pembentukan konsep diri, di mana individu harus menyeimbangkan tuntutan budaya dengan realitas kehidupan kontemporer.
The Effect of Tourist Attractions on the Progress of the Sipinsur Geosite Tourism Object in Pearung Tourism Village, Humbang Hasundutan Regency in 2024 Sianturi, Winda; Sitio, Robert Juni Tua; Fero, David; Nadeak, Tio RJ; Sitorus, Masniar Hernawaty
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 3 No. 10 (2024): October 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v3i10.11716

Abstract

This study aims to determine the positive and significant influence of tourist attractions (x) on the progress of tourist attractions (y) Geosite Sipinsur in Pearung Tourism Village, Humbang Hasundutan Regency in 2024. This research uses a quantitative approach by distributing questionnaires to 96 respondents by accidential sampling. To determine the answer score on the questionnaire which will be tested for validity and reliability using a Likert scale. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis, Pearson Product Moment correlation, determination coefficient test and simple linear regression analysis. Based on the results of descriptive statistical analysis, the influence of tourist attractions on the progress of tourist attractions is in a good category, with an average of 4.5449 at the interval of the category very advanced. The test results of the correlation coefficient (r) = 0.586 with a sufficient category and compared with r table = 0.200, where r count> r table (0.586> 0.200) it can be said to be significant and the hypothesis is accepted.