Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Simbol dan Makna Walassuji dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis Sunarni Yassa; Megawati Megawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i1.1148

Abstract

Konsep Walassuji ditempatkan secara horizontal dengan dunia tengah. Masyarakat Bugis memandang dunia sebagai sebuah kesempurnaan yang meliputi empat persegi penjuru mata angin, yaitu timur, barat, utara, selatan. Secara makro, alam semesta adalah satu kesatuan yang tertuang dalam sebuah simol aksara Bugis-Makassar, yaitu, „sa‟ yang berarti seua artinya tunggal atau Esa. Begitu pula secara mikro, manusia adalah sebuah kesatuan yang diwujudkan dalam sulapa’ eppa. Berawal dari mulut manusia segala sesuatu dinyatakan, diaplikasikan, dalam perbuatan, dan mewujudkan gambaran jati diri manusia. Walasuji selain digunakan sebagai pagar atau baruga yang biasanya dilihat depan rumah mempelai. Walasuiji juga dapat digunakan sebagai wadah buah dalam hajatan pernikahan, juga digunakan sebagai wadah sesajen yang beriisikan makanan yang telah diolah lalu diberikan kepada dewata Walasuiji juga dapat digunakan sebagai wadah buah dalam hajatan pernikahan, juga digunakan sebagai wadah sesajen yang beriisikan makanan yang telah diolah lalu diberikan kepada dewata. Walasuji sebagai pagar bambu dalam acara pernikahan dan berbentuk belah ketupat atau sulapa eppa yang merupakan bentuk mistis kepercayaan Bugis-Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta seperti, api, air, angin, tanah. Kemudian metode pengumpulan data, yakni observasi dan wawancara, selanjutnya melakukan interpretasi data
Sisemba’ Toraja, Olahraga Tradisional dan Sportivitas serta Kontribusinya terhadap Nilai Moral Sunarni Yassa; Megawati Megawati; Jusrianto Jusrianto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1932

Abstract

Penelitian ini mengkaji Sisemba’, olahraga tradisional Toraja, yang melibatkan permainan adu kaki, dan hubungannya dengan sportivitas serta nilai moral. Sisemba’, lebih dari sekadar permainan, merupakan bagian dari warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Sisemba’ membentuk dan memperkuat sportivitas dan nilai moral dalam masyarakat Toraja. Melalui analisis mendalam terhadap praktik Sisemba’, diharapkan dapat terungkap kontribusi olahraga tradisional ini terhadap pembentukan karakter dan perilaku moral individu, serta dampaknya terhadap pelestarian nilai-nilai budaya.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Artificial Intelligence Sebagai Upaya Peningkatan Literasi Digital di SMKN 6 Nuur Insan Tangkelangi; Safwan Kasma; Jumarniati Jumarniati; Sunarni Yassa; Sunarti Cambaba
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.2.2025.604

Abstract

Transformasi pembelajaran berbasis teknologi merupakan kebutuhan mendesak dalam era digital, terutama dalam meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan vokasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru dan siswa di SMKN 6 Palopo melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu: (1) workshop pengenalan konsep AI dalam pendidikan, (2) pelatihan praktis penggunaan tools AI seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot, serta (3) implementasi langsung pembelajaran berbasis AI di kelas. Sebanyak 15 guru dan 30 siswa kelas 3 dilibatkan sebagai mitra kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pada indikator literasi digital baik pada guru maupun siswa, khususnya dalam aspek pemahaman konsep AI, keterampilan penggunaan tools AI, dan kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Visualisasi data menunjukkan tren peningkatan skor literasi digital setelah kegiatan PKM pada seluruh indikator yang diukur. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sikap positif terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif dan berkelanjutan di lingkungan sekolah vokasi.
Penguatan Identitas Nasional Mahasiswa melalui Program Heritage Education Berbasis Nilai-Nilai Budaya Luwu di Istana Kedatuan Luwu Masluddin Masluddin; Wahyu Hidayat; Sunarni Yassa; Megawati Megawati; Fitrah Al Anshori; Nur Aina Ramadhani; Intan Ayu Dia
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/df474a29

Abstract

Arus globalisasi menghadirkan tantangan dalam upaya memperkuat identitas nasional, khususnya di kalangan mahasiswa. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut adalah mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran melalui Program Heritage Education. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai identitas nasional melalui internalisasi nilai-nilai budaya Luwu yang dilaksanakan di Istana Kedatuan Luwu. Program ini melibatkan 40 mahasiswa Universitas Cokroaminoto Palopo sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Heritage Education yang terdiri atas lima tahapan, yaitu pretest, penyampaian materi tentang identitas nasional dan budaya Luwu, heritage tour, diskusi dan refleksi kelompok, serta posttest yang dilengkapi dengan evaluasi menggunakan angket. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa, yang ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 62,1 pada pretest menjadi 87,6 pada posttest. Selain itu, rata-rata skor persepsi peserta berdasarkan angket juga meningkat dari 3,02 menjadi 4,80. Hasil refleksi mengungkapkan bahwa mahasiswa mampu menghubungkan nilai-nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge dengan nilai-nilai Pancasila serta memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional. Program ini memberikan manfaat berupa meningkatnya pemahaman, kesadaran budaya, dan karakter kewarganegaraan mahasiswa. Dengan demikian, pemanfaatan Istana Kedatuan Luwu sebagai media Heritage Education terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam menginternalisasikan identitas nasional melalui pembelajaran berbasis budaya lokal dan berpotensi untuk diterapkan pada kegiatan serupa di lingkungan perguruan tinggi.
Strategi Pembelajaran Budaya dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Bugis, Dari Mitos Ke Logos, Dan Fungsional (suatu Tinjauan Filsafat Budaya C.A. van Peursen) Sunarni Yassa; Muhammad Hasby; Edi Wahyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1818

Abstract

Perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat Bugis, tidak terlepas dari peran dan fungsi mitologi, meskipun mitos tidak memberikan bahan informasi kepada manusia bahwa kekuatan-kekuatan ajaib itu seperti apa bentuknya, tetapi minimal dapat membantu manusia agar mampu menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai alam kehidupan. Menurut C. A. van Peursen strategi dalam memahami perkembangan budaya terbagi dalam tiga tahap, yakni; tahap mitis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Pada masyarakat Bugis dalam tahap mitis telah nampak di periode Galigo yang menggambarkan gejala-gejala metafisik tentang awal-mula terciptanya dunia, dan bagaimana Dewa di langit menempatkan penguasa di muka bumi. La Toge’ Langi’ (Batara Guru) yang diturunkan di Ware’ Luwu dan mempunyai kekuasaan mutlak. Masyarakat Bugis pada tahap ontologis, telah terdapat konsep-konsep Dewa tertinggi yang disebut To-Palanroe, hal ini terdapat pada kaum To-Lotang di Sidrap. Kemudian kepercayaan seperti itu juga terdapat di Kajang yang disebut kepercayaan Patuntung yang dipimpin oleh seorang pemimpin kepercayaan yang disebut Amma-toa (ayah tertua), konsep dewa tertinggi mereka disebut Turie a’ra’na (Orang yang berkehendak). Dalam prosesi penyembahan terhadap Dewata, bissu dapat memiliki posisi di luar sistem kemasyarakatan dengan berperan sebagai pendeta, dukun, serta ahli “ritual trance” (kemasukan oleh roh), dalam bahasa Bugis disebut asoloreng, ia adalah penghubung antara umat manusia dengan dunia Dewa. Kemudian ditahap fungsional, budaya masyarakat Bugis dapat dilihat dalam hal kepemimpinannya, walaupun tidak memiliki satu pemimpin (raja) yang sama, tetapi mereka membuat persahabatan yang mereka sepakati, yang dapat mempersatukannya.
Etika Menulis Pesan Mahasiswa terhadap Dosen melalui Aplikasi Whatsapp Etik; Sunarni Yassa; Sehe
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2593

Abstract

Penggunaan media komunikasi berupa telepon sangat efektif digunakandalalam proses komunikaasi agar komunikasi lebih lancar antara dosen danmahasiswa. Untuk berkomunikasi dengan dosen mahasiswa memanfaatkanaplikasi whatsapp agar lebih mudah dan lebih mengefisienkan waktu yangada. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendeskripsikan etikakomunikasi menulis pesan mahasiswa terhadap dosen UniversitasCokroaminoto Palopo melalui aplikasi whatsapp, 2) Faktor yangmenyebabkan mahasiswa menulis pesan terhadap dosen UniversitasCokroaminoto Palopo melalui wahtsapp. Metode yang digunakan adalahmetode deskrptif kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data dilakukanyaitu wawancara semi-terstruktur dan melalui transkrip percakapan menulispesan berupa teks yang diambil secara langsung dari mahasiswa. Hasilpenelitian menunjukkan: 1) Etika komunikasi menulis pesan mahasiswaterhadap dosen Universitas Cokroaminoto Palopo sudah sesuai dengansituasi dan kondisi, 2) Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswamenuliskan pesan terhadap dosen Universitas Cokroaminoto Palopo, yaituuntuk memperoleh informasi apakah dosen yang bersangkutan masukmengajar atau tidak, untuk melakukan konsultasi pembimbingan, Kampusmerdeka, Magang 1, Magang 2, Magang 3, Pramuka, Proposal, Skripsi,melakukan komunikasi mengenai administratif terhadap dosen PA, dosenpembimbing dan berbagai informasi tentang kepentingan akademik yanglainnya berhubungan dengan keperluan dunia kampus. Dari data yangdiperoleh secara langsung dari percakapan chat antara dosen dammahasiswa, hanya sedikit Mahasiswa yang menulis pesan secara pribaditerhadap dosen yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hasil penelitian iniberguna untuk dosen dan mahasiswa sebagai referensi dalam menggunakanaplikasi whatsapp.
Pemanfaatan Smart TV dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 6 Palopo Umi Aida; Sunarni Yassa; Megawati Megawati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2817

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan mendorong sekolah untuk memanfaatkan berbagai media pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Salah satu teknologi yang mulai digunakan adalah Smart TV yang mampu mengintegrasikan unsur audio, visual, dan konektivitas digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Smart TV dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila serta mengkaji perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 6 Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Smart TV dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penggunaan Smart TV membantu guru menyampaikan materi melalui video, gambar, dan presentasi sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, penggunaan Smart TV berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran yang ditinjau dari aspek perilaku pendidik, perilaku belajar siswa, kesesuaian materi dan media, iklim pembelajaran, serta sistem pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Smart TV menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Pancasila, meskipun masih diperlukan optimalisasi fasilitas dan kompetensi guru dalam pemanfaatannya.
Efektivitas Pendekatan Deep Learning dalam Proses Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas X di SMA Negeri 6 Luwu Aviva A. Malluru; Sunarni Yassa; Megawati
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2818

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut proses pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konseptual, serta keterlibatan aktif peserta didik. Namun, pembelajaran Pendidikan Pancasila masih sering menghadapi kendala berupa dominasi metode konvensional yang menyebabkan siswa kurang mampu menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata sehingga berdampak pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan deep learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 6 Luwu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Ranks Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan pendekatan deep learning. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 69,75 pada pretest menjadi 91,25 pada posttest, dengan tingkat ketuntasan meningkat dari 45% menjadi 95%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, serta nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,731 yang termasuk kategori tinggi. Penerapan elemen mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Dengan demikian, pendekatan deep learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas X SMA Negeri 6 Luwu.
Pendalaman Kebijakan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Dalam Workshop Kolaborasi Cinta Dan Teknologi Di MAN Luwu Masluddin Masluddin; Sunarni Yassa; Abdul Zahir; Permadi Kusuma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.836

Abstract

Transformasi pendidikan nasional mendorong satuan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berlandaskan pada penguatan karakter. Kebijakan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan oleh Kementerian Agama menjadi dua kebijakan strategis yang perlu dipahami secara komprehensif oleh guru madrasah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai arah kebijakan, konsep, serta strategi implementasi KKA dan KBC dalam pembelajaran di madrasah. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop pada tanggal 24 Juli 2026 di Laboratorium Komputer Madrasah Aliyah Negeri Luwu dengan melibatkan 32 guru dan tenaga pendidik. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan refleksi implementasi kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai urgensi transformasi digital pendidikan, hubungan antara kompetensi berpikir komputasional dengan penguatan karakter, serta strategi mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama diskusi dan meningkatnya kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna, adaptif terhadap teknologi, sekaligus berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat implementasi kebijakan pendidikan nasional pada lingkungan madrasah.