Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Pembuatan Briket Arang dari Limbah Sekam Padi di Desa Bluluk Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan Cahyono Putra, Andhika; Rifad Fadhil Ahsin, Muhammad; Ainul Yaqin, Rochmad
ABDIMAS NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): ABDIMAS NUSANTARA (Januari)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Majapahit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bluluk memiliki potensi yang menarik untuk pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa ini mempunyai pertanian yang produktif karena memiliki lahan pertanian yang subur, mendukung pertumbuhan jenis tanaman padi dan jagung. Pada saat panen padi maka desa bluluk juga menghasilkan limbah sekam yang dapat dimanfaatkan untuk briket arang. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini ada 5 tahapan, pertama observasi, kedua pembuatan produk, ketiga evalulasi produk, keempat implementasi, kelima proses pemasaran. Hasil implementasi pembuatan briket arang berhasil di lakukan pada Sekolah SMK Baitussalam Dusun Suren Desa Bluluk, yang siswa-siswinya sebagian besar adalah Karang Taruna Desa Bluluk. Briket yang dibuat menghasilkan kualitas yang baik, dapat digunakan jangka waktu 3 - 4 jam. Dengan program ini, maka penduduk desa Bluluk dapat memanfaatkan limbah tersebut untuk menjadi kegiatan yang dapat menambahan penghasilan.
Hilirization of Nori Sawi, Hydroponic Management Training, and Digitalization at Larangan Mega Asri Sidoarjo Kusnanto, Hadi; Sari, Meirna Dewita; Marina, Nurul Fitria; Saputro, Andre Ridho; Putra, Andhika Cahyono; Syammakh, Isa Ma'ruf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v6i2.2795

Abstract

Purpose: This community service program was implemented at the Larangan Mega Asri, Sidoarjo with the aim of increasing the economic independence of residents through three main approaches, hilirization of dried nori mustard greens products, hydroponic management training, and social media digitalization training. Method: Method is designed with a participatory approach that actively involves partners from the planning, implementation, to evaluation stages. Practical Applications: The results of the activity show that the community has acquired new skills in processing mustard derivative products, is able to manage the hydroponic system independently, and is more adaptive to the use of social media as a marketing tool. This program is a positive first step in terms of increasing productivity, business diversification, and strengthening the digital marketing network of Larangan Mega Asri. Conclusion: The combination of product hilirization, strengthening hydroponic cultivation, and marketing digitalization has created a synergy that encourages the community-based creative economic ecosystem.
Pendekatan Terintegrasi OEE dan FMEA dalam Meningkatkan Keandalan Mesin Giling Kedelai pada Proses Produksi Tahu poniman, Poniman; Musa , Akmal; Cahyono Putra, Andika
SURYA TEKNIKA Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i2.10442

Abstract

This study explores the enhancement of soybean grinding machine reliability in tofu production by integrating Overall Equipment Effectiveness (OEE) and Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Conducted at CV. Restu Mulia Jaya between November 2024 and April 2025, the research utilized quantitative analysis of machine operational data. The findings revealed consistently low OEE values (39.04%–46.03%), attributed primarily to frequent downtime and variable performance rates. Equipment failures and speed losses were identified as the main sources of inefficiency. FMEA highlighted critical failure modes, notably clogged or corroded spirals and damaged filters. Recommended improvements include the adoption of Total Productive Maintenance (TPM), operator training, real-time monitoring, and the use of durable materials for key components. This integrated OEE-FMEA approach effectively prioritizes corrective actions and supports sustainable reliability improvement for soybean grinding machines in small-scale tofu production. Keywords: machine reliability, OEE, FMEA, tofu production, maintenance
Prototype Innovation of IOT Based Tissue Box Using Microcontroller ESP8266 and Infrared Sensor Yesy Diah Rosita; Nuuraan Risqi Amaliah; Andhika Cahyono Putra; Fikra Titan Syifa; Nur Azizah
JURNAL INFOTEL Vol 17 No 2 (2025): May
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v17i2.1321

Abstract

Toilet papers in public restrooms are a form of care from facility managers to help maintain hygiene, particularly in sensitive areas. Typically, toilet paper is exposed outside the tissue box, making it a breeding ground for bacteria. The uncontrolled use of tissue allows users to take as much as they wish, indirectly accelerating deforestation. Additionally, information about tissue stock in toilet paper dispensers is needed by cleaning staff or Office Boy (OB) to know when to refill before it runs out. This study aims to develop an innovative tissue box prototype that incorporates minimization, optimization, and efficiency. The prototype is equipped with an infrared (IR) sensor as an input mechanism to dispense tissue, an ESP8266 module connected to the internet to help cleaning staff monitor the tissue stock and implement the tissue usage control system based on an adjustable time interval of n minutes. The prototype has been designed, tested, and proven functional.
Pemberdayaan ekonomi melalui digitalisasi dan pelatihan manajemen bisnis untuk produk TOGA di Desa Kebontunggul Kabupaten Mojokerto Putra, Andhika Cahyono; Novita, Dina; Astomo, Reynanda Bagus Widyo; Saputro, Andre Ridho; Marina, Nurul Fitria; Kusnanto, Hadi; Hafizha, Naufal Atha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37780

Abstract

Abstrak Kurangnya literasi digital dan manejemn bisnis menjadi hambatan utama warga Desa Kebontunggul dalam mengkomersialkan produk TOGA. Program pelatihan digitalisasi dan manajemen bisnis ini bertujuan untuk membekali warga dengan keterampilan pengolahan produk, pemasaran digital, dan manajemen bisnis dengan metode berupa ceramah, demonstrasi, dan pendampingan. Program ini dilaksanakan di Desa Kebontunggul, Mojokerto, mulai 2 September 2025 dengan 25 peserta. Hasil penilaian pra-tes dan pasca-tes menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan yakni sebesar 40%. Secara teknis, 64% perserta (16/25) berhasil membuat akun bisnis serta mengunggah produk di marketplace, dan 40% (10/25) mampu mengembangkan desain kemasan profesional. Program ini berhasil memproduksi beberapa produk turunan TOGA termasuk minuman herbal dan makanan diproduksi dengan kemasan profesional dan dipasarkan secara online. Kesimpulannya, pelatihan ini secara signifikan meningkatkan literasi digital peserta dan keterampilan manajerial warga, sehingga berdampak dalam meningkatkan potensi kemandirian ekonomi dan perluasan akses pasar untuk produk-produk berbasis desa. Kata kunci: TOGA; pelatihan digitalisasi; pengembangan bisnis; produk herbal; ekonomi pedesaan. Abstract This training program on digitalization and business management for family medicinal plants (TOGA) was conducted in Kebontunggul Village, Mojokerto, from 2 September 2025 with 25 participants. The program aimed to equip residents with skills in product processing, digital marketing, and business management through lectures, demonstrations, and mentoring. Pre-test and post-test assessments showed none disagreed with the program, and there was an increase in the number of residents who strongly agreed with the program after the training. Results indicated that 64% of participants (16/25) successfully created business accounts and uploaded products to marketplaces, while 40% (10/25) developed complete product packaging designs. Several TOGA-derived products including herbal drinks and food were produced with professional packaging and marketed online. The program significantly enhanced participants' digital literacy and is expected to improve economic independence and market access for village-based products." Keywords: TOGA; digitalization training; business development; herbal products; rural economy