Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Perbedaan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Dengan Terapi Musik Dan Relaksasi Otot Progresif Rizqi Gitari Fernanda; Luluk Nur Aini; Erwanto; Eny Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2181

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia), serta berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan terapi non-farmakologis, seperti terapi musik dan relaksasi otot progresif yang terbukti memberikan efek relaksasi pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dan relaksasi otot progresif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk terapi musik dan relaksasi otot progresif dengan durasi tertentu sesuai prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kelompok yang diberikan intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi musik dan relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Perbedaan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Batuk Pilek Sebelum Dan Sesudah Terapi Uap Aromaterapi Lavender Di AMI Baby Spa Pasuruan Deva Afridiani; Siti Kholifah; Desy Rinawaty; Luluk Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2184

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu bentuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi uap dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bersihan jalan napas pada anak dengan batuk pilek sebelum dan sesudah terapi uap aromaterapi lavender di Ami Baby Spa Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi bersihan jalan napas berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar responden memiliki bersihan jalan napas cukup efektif, sedangkan setelah terapi meningkat menjadi efektif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi. Secara teori, inhalasi uap dapat meningkatkan kelembapan mukosa saluran napas sehingga sekret menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Kandungan linalool dan linalyl acetate pada lavender memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi yang membantu memperbaiki pernapasan. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian dengan kelompok kontrol serta jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi uap aromaterapi lavender terhadap bersihan jalan napas
Pengaruh Terapi Kombinasi Musik Alam Air Mengalir dan Aromaterapi Lavender terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Griya Asih Lawang Chinthia Kartikaningtias; Luluk Nur Aini; Rivaldo Ota Da Costa
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21626

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the serious health problems globally, with prevalence rates continuing to rise. About 1.13 billion people in the world are diagnosed with hypertension, and this figure is predicted to reach 1.5 billion by 2025. To determine the effect of combination therapy of flowing water nature music and lavender aromatherapy in lowering blood pressure in hypertensive patients. The study used the One Group Pre-Test Post-Test Design design with an initial population of 32 respondents at the Griya Asih Lawang Nursing Home, A total of 2 respondents were excluded because they met the exclusion criteria, so the final sample used was 30 respondents who were selected using the Total Sampling technique. Blood pressure measurements were taken before and after therapy 3 times a week, with a duration of 15 minutes for each session. The measurement results were recorded in an observation sheet, then analyzed using the Wilcoxon test. The results of p0.001 (p0.05) were obtained, which showed that this combination therapy had an effect on reducing blood pressure in hypertensive patients at the Griya Asih Lawang Nursing Home. The effectiveness of this therapy can be attributed to the continuous implementation of therapy that improves the elasticity of blood vessels and good supervision of drug consumption, Medical therapy and complementary therapy are expected to be an effective combination if carried out continuously. Keywords: Blood Pressure, Hypertension, Natural Music Therapy, Flowing Water and Lavender Aromatherapy  ABSTRAK Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang serius secara global, dengan angka prevalensi yang terus meningkat. Sekitar 1,13 miliar orang di dunia terdiagnosis hipertensi, dan angka ini diprediksi akan mencapai 1,5 miliar pada tahun 2025. Untuk mengetahui pengaruh terapi kombinasi musik alam air mengalir dan aromaterapi lavender dalam menurukan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian menggunakan desain One Group Pre-Test Post-Test Design dengan populasi awal 32 responden di Panti Griya Asih Lawang, Sebanyak 2 responden dikeluarkan karena memenuhi kriteria eksklusi, sehingga sampel akhir yang digunakan adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah terapi selama 3 kali dalam seminggu, dengan durasi setiap sesi selama 15 menit. Hasil pengukuran dicatat dalam lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Diperoleh hasil p0,001 (p0,05), yang menunjukkan bahwa terapi kombinasi ini berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Panti Griya Asih Lawang. Efektivitas terapi ini dapat disebabkan oleh pelaksanaan terapi secara berkelanjutan yang meningkatkan elastisitas pembuluh darah serta pengawasan konsumsi obat yang baik, Terapi medis dan terapi komplementer diperkirakan dapat menjadi kombinasi yang efektif jika dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Tekanan Darah,  Hipertensi,  Terapi Musik Alam Air Mengalir dan Aromaterapi  Lavender
Efektivitas Relaksasi Autogenik dan Mindfulness Terhadap Tingkat Stres dan Kecemasan Pasien Stroke Lie Liana Fuadiati; Desy Rinawaty; Nadhifah Rahmawati; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Ariefatun Nisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55624

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia, sehingga sering menimbulkan stres dan kecemasan. Salah satu intervensi nonfarmakologis terbukti efektif dalam menurunkan stres dan kecemasan adalah relaksasi autogenik dan mindfulness. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas relaksasi autogenik dan mindfulness terhadap tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 32 pasien. Intervensi relaksasi autogenik dan mindfulness diberikan selama 4 minggu, dalam 1 minggu pasien mendapat 3 kali terapi selama 30 menit. Stres dan kecemasan diukur menggunakan DASS 42 (Depression Anxiety, Stres Scale). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan stres dan kecemasan pasien stroke dengan nilai Sig. 0,000 < 0,005. Simpulan: Relaksasi autogenik dan mindfulness efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan pasien stroke. Kata Kunci: Relaksasi Autogenik, Mindfulness, Stres, Kecemasan
Aromaterapi Lavender Sebagai Intervensi Komplementer Untuk Ma-najemen Kecemasan Pada Wanita Pra-Menopause An Nisa Fithri; Eka Yuni Indah Nurmala; Tarni; Miftakhul Maghfirah Ermadona; Arti Wardani; Lilik Winarsi; Siti Kholifah; Ulfa Nur Hidayati; Chintia Kartikaningtias; Nanda Agnesia; Nanik Susanti; Afiatur Rohimah; Rezha Alifia Hildayanti; Eny Rahmawati; Luluk Nur Aini
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Hormonal changes in women during the transition to menopause may increase emotional sensitivity, making them more vulnerable to anxiety. Safe and easily applicable non-pharmacological interventions are therefore needed. Lavender aromatherapy is known to have relaxing and anxiolytic effects. Objective: To examine the effect of lavender in inhaler form on anxiety levels among premenopausal women. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. Respondents were divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group received lavender aromatherapy inhalation eight times over four weeks, with a frequency of twice per week, each session lasting 15–20 minutes. Anxiety levels were measured before and after the intervention using a validated instrument. Data were analyzed using a paired t-test. Results: A reduction in anxiety scores was observed in both groups after the study period. In the intervention group, the mean anxiety score decreased from 19.97 ± 4.08 to 11.07 ± 2.92. In the control group, the mean score decreased from 19.17 ± 4.74 to 9.97 ± 2.44. Statistical analysis showed that the reduction in anxiety scores in both groups was significant (p < 0.05). Conclusion: Lavender in aromatherapy inhaler form has potential to reduce anxiety levels in premenopausal women and may be considered a complementary therapy in promotive and preventive women’s health services at the community level Keywords: Anxiety, Lavender, menopause Abstrak Latar Belakang: Perubahan hormonal pada perempuan selama masa transisi menuju menopause dapat meningkatkan sensitivitas emosional sehingga lebih rentan mengalami kecemasan. Intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Aromaterapi lavender diketahui memiliki efek relaksasi dan anxiolitik. Tujuan: Membuktikan pengaruh lavender dalam sediaan inhaler terhadap rasa cemas pada wanita premenopause. Metode: desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Responden terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi lavender sebanyak 8 kali selama 4 minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, masing-masing selama 15–20 menit. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Menurunan skor kecemasan pada kedua kelompok setelah periode penelitian. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 19,97 ± 4,08 menjadi 11,07 ± 2,92 pada kelompok perlakuan . Sementara itu, pada kelompok kontrol skor kecemasan menurun dari 19,17 ± 4,74 menjadi 9,97 ± 2,44. Uji statistik menunjukkan bahwa penurunan skor kecemasan pada kedua kelompok signifikan secara statistik (p < 0,05). Kesimpulan: lavender yang dibuat dalam sediaan aromaterapi memiliki potensi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada wanita premenopause dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam upaya promotif dan preventif kesehatan perempuan di layanan kesehatan komunitas. Kata kunci: kecemasan, lavender, menopause
The Effect of Childbirth Planning and Complication Prevention Program Education on the Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Chintia Kartikaningtias; Luluk Nur Aini; Nanik Susanti
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.7207

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are the main drivers for the implementation of the Childbirth Planning and Complication Prevention Program (P4K). The P4K program plays an essential role in helping pregnant women prepare for labor and detect potential complications. The success of this program is highly dependent on the knowledge and attitude of pregnant women towards childbirth planning and the complication prevention program itself. The purpose of this study was to determine the Education of childbirth planning programs and prevention of complications on the knowledge and attitudes of pregnant women. The research design used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research was conducted at the Praktik Mandiri Bidan of Parangargo Village, Wagir District, Malang Regency in April 2024. The subjects of this study were all pregnant women who underwent antenatal care examination, a many of 30 people, with a purposive sampling technique. Data collection was done by distributing questionnaires to pregnant women. The intervention was provided in the form of a childbirth planning and complication prevention program to measure the knowledge and attitudes of pregnant women before and after the intervention. Analysis of research data using the Wilcoxon test. The results showed that there was an effect of providing the P4K program on increasing the knowledge and attitudes of pregnant women through the P4K program.
Pengaruh Kombinasi Terapi Relaksasi Benson Dan Aroma Terapi Jasmine Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Puasa Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus Tipe-2 Saskia Dwi Komala; Putu Sintya Arlinda Arsa; Luluk Nur Aini; Desy Rinawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i6.2241

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan produksi maupun kerja insulin. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan adalah kombinasi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine yang memberikan efek relaksasi dan menurunkan hormon stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine terhadap penurunan kadar gula darah puasa pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Perkumpulan Aisiyah Desa Pendil. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 56 responden dengan sampel 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah puasa setelah diberikan kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine, dengan hasil uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan.Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi terapi relaksasi Benson dan aromaterapi jasmine efektif dalam menurunkan kadar gula darah puasa pada lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2. Terapi ini dapat menjadi alternatif non farmakologis dalam pengelolaan diabetes.
Pengaruh Pemberian Edukasi Sadari Terhadap Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Usia 18-21 Tahun di Kelurahan Gadang Chinthia Kartikaningtias; Luluk Nuraini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55622

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara salah satu penyebab angka kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Hal ini karena penderita melakukan pemeriksaan sudah di stadium lanjut. Penderita kanker payudara banyak ditemukan pada kelompok usia muda yang tidak sedikit remaja putri memiliki tumor di payudaranya, dimana tumor tersebut memiliki potensi sebagai kanker apabila tidak segera terdeteksi sejak dini. Skrining kanker payudara sejak dini dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui stadium awal kanker payudara, sehingga dapat segera dilakukan pengobatan secara dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi SADARI terhadap deteksi dini kanker payudara pada remaja. Metode: Adalah kuantitatif. Dengan metode yang digunakan yaitu : Pra Experimen (one-group-pre-post-test desaign), pendekatan yang digunakan yaitu survei. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja usia 18-21 tahun. Skor post-test signifikan lebih tinggi dibandingkan skor pre-test untuk kedua pasangan data, menunjukkan efektivitas intervensi. Pada hasil output yang diberikan, nilai p-value atau tingkat signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed). Pair 1, nilai p-value adalah 0,000, dan Pair 2, nilai p-value 0,000. Simpulan: bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel sebelum dan sesudah pemberian edukasi SADARI terhadap pengetahuan deteksi dini kanker payudara remaja.