Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Perbedaan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Dengan Terapi Musik Dan Relaksasi Otot Progresif Rizqi Gitari Fernanda; Luluk Nur Aini; Erwanto; Eny Rahmawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2181

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan banyak terjadi pada kelompok lanjut usia (lansia), serta berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat dikombinasikan dengan terapi non-farmakologis, seperti terapi musik dan relaksasi otot progresif yang terbukti memberikan efek relaksasi pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada lansia hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik dan relaksasi otot progresif. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Intervensi diberikan dalam bentuk terapi musik dan relaksasi otot progresif dengan durasi tertentu sesuai prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada kelompok yang diberikan intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi musik dan relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
Perbedaan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Batuk Pilek Sebelum Dan Sesudah Terapi Uap Aromaterapi Lavender Di AMI Baby Spa Pasuruan Deva Afridiani; Siti Kholifah; Desy Rinawaty; Luluk Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2184

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu bentuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi uap dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bersihan jalan napas pada anak dengan batuk pilek sebelum dan sesudah terapi uap aromaterapi lavender di Ami Baby Spa Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi bersihan jalan napas berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar responden memiliki bersihan jalan napas cukup efektif, sedangkan setelah terapi meningkat menjadi efektif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi. Secara teori, inhalasi uap dapat meningkatkan kelembapan mukosa saluran napas sehingga sekret menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Kandungan linalool dan linalyl acetate pada lavender memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi yang membantu memperbaiki pernapasan. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian dengan kelompok kontrol serta jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi uap aromaterapi lavender terhadap bersihan jalan napas